Metode Wawancara Psikiatri Masih Standar, tetapi Punya Keterbatasan
Studi di JAMA Network Open menemukan wawancara diagnostik gangguan mental masih memiliki tingkat keandalan yang bervariasi dan belum sepenuhnya konsisten.
Foto ilustrasi mengisi daya ponsel di Kereta Api. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JOGJA— Kebiasaan langsung mengecek ponsel sesaat setelah bangun tidur ternyata bukan sekadar rutinitas biasa. Para ahli menyebut perilaku tersebut bisa menjadi tanda awal kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental, kualitas tidur, hingga kemampuan konsentrasi sehari-hari.
Banyak orang kini tanpa sadar memulai hari dengan mengecek notifikasi, membuka media sosial, atau membaca berita terbaru bahkan sebelum benar-benar beranjak dari tempat tidur. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu pola perilaku yang patut diwaspadai.
Mengutip Grace Health Centre, kecanduan digital tidak hanya ditandai kebiasaan terus-menerus membuka ponsel. Ada sejumlah gejala lain yang mulai sering dialami pengguna gadget modern.
Tanda Kecanduan Digital yang Sering Tidak Disadari
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain sulit berkonsentrasi, merasa gelisah ketika ponsel tidak berada di dekat, hingga mengabaikan interaksi langsung dengan orang sekitar.
Sebagian orang juga mengalami fenomena phantom vibration syndrome, yakni merasa ponsel bergetar atau berbunyi padahal sebenarnya tidak ada notifikasi masuk.
Kebiasaan membuka aplikasi berulang kali, terus menggulir layar tanpa tujuan jelas, atau menjadikan media sosial sebagai pelarian dari stres juga termasuk gejala kecanduan digital.
Dampak Kecanduan Ponsel terhadap Mental dan Fisik
Fenomena ini semakin mengkhawatirkan setelah studi pada 2022 menunjukkan rata-rata waktu menatap layar mencapai hampir tujuh jam per hari. Sekitar dua jam di antaranya digunakan khusus untuk media sosial.
Penggunaan ponsel secara berlebihan disebut berkaitan dengan meningkatnya risiko kecemasan, depresi, hingga rasa kesepian. Selain itu, kualitas tidur juga dapat terganggu karena otak terus menerima stimulasi digital tanpa jeda.
Dari sisi fisik, terlalu lama menggunakan ponsel dapat memicu ketegangan mata, nyeri leher, postur tubuh buruk, dan penurunan konsentrasi. Kondisi ini pada akhirnya memengaruhi produktivitas kerja maupun aktivitas belajar.
Para ahli menjelaskan bahwa otak akan melepaskan dopamin setiap kali seseorang menerima stimulasi instan dari ponsel, seperti notifikasi atau konten media sosial. Efek tersebut membuat otak terus mencari kepuasan cepat sehingga aktivitas lain terasa membosankan.
Cara Mengurangi Ketergantungan terhadap Ponsel
Kabar baiknya, otak manusia memiliki kemampuan beradaptasi melalui proses neuroplastisitas. Karena itu, kebiasaan digital yang berlebihan masih dapat diperbaiki secara bertahap.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain membatasi waktu penggunaan aplikasi, mengurangi screen time sebelum tidur, serta mencoba aktivitas non-digital seperti olahraga, membaca buku, atau melukis.
Latihan mindfulness juga dinilai membantu seseorang lebih sadar terhadap kebiasaan membuka ponsel secara impulsif. Jika ketergantungan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bersama profesional dapat menjadi pilihan.
Mulai dari perubahan kecil seperti tidak langsung mengecek ponsel saat bangun tidur, masyarakat dapat perlahan membangun pola hidup digital yang lebih sehat dan seimbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi di JAMA Network Open menemukan wawancara diagnostik gangguan mental masih memiliki tingkat keandalan yang bervariasi dan belum sepenuhnya konsisten.
Pemerintah Inggris memberi ultimatum kepada Apple dan Google untuk memblokir konten telanjang pada perangkat anak-anak. Perusahaan diberi waktu tiga bulan.
KAI menyiapkan 1,17 juta kursi selama libur sekolah 2026. Program diskon tiket kereta ekonomi 30% telah mendorong penjualan lebih dari 86 ribu tiket.
Kebocoran amonia di sebuah pabrik di Kalasan mencemari saluran irigasi dengan kadar di atas baku mutu. Ikan, katak, dan kepiting sawah dilaporkan mati.
PBSI menarik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari Australia Open 2026. Alasan resmi masih menunggu penjelasan pelatih.
Saham produsen chip AI di AS anjlok tajam hingga menghapus nilai pasar US$1,3 triliun. Nvidia, AMD, Micron, dan Broadcom menjadi yang paling terdampak.