Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Foto ilustrasi mengisi daya ponsel di Kereta Api. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JOGJA— Kebiasaan langsung mengecek ponsel sesaat setelah bangun tidur ternyata bukan sekadar rutinitas biasa. Para ahli menyebut perilaku tersebut bisa menjadi tanda awal kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental, kualitas tidur, hingga kemampuan konsentrasi sehari-hari.
Banyak orang kini tanpa sadar memulai hari dengan mengecek notifikasi, membuka media sosial, atau membaca berita terbaru bahkan sebelum benar-benar beranjak dari tempat tidur. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu pola perilaku yang patut diwaspadai.
Mengutip Grace Health Centre, kecanduan digital tidak hanya ditandai kebiasaan terus-menerus membuka ponsel. Ada sejumlah gejala lain yang mulai sering dialami pengguna gadget modern.
Tanda Kecanduan Digital yang Sering Tidak Disadari
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain sulit berkonsentrasi, merasa gelisah ketika ponsel tidak berada di dekat, hingga mengabaikan interaksi langsung dengan orang sekitar.
Sebagian orang juga mengalami fenomena phantom vibration syndrome, yakni merasa ponsel bergetar atau berbunyi padahal sebenarnya tidak ada notifikasi masuk.
Kebiasaan membuka aplikasi berulang kali, terus menggulir layar tanpa tujuan jelas, atau menjadikan media sosial sebagai pelarian dari stres juga termasuk gejala kecanduan digital.
Dampak Kecanduan Ponsel terhadap Mental dan Fisik
Fenomena ini semakin mengkhawatirkan setelah studi pada 2022 menunjukkan rata-rata waktu menatap layar mencapai hampir tujuh jam per hari. Sekitar dua jam di antaranya digunakan khusus untuk media sosial.
Penggunaan ponsel secara berlebihan disebut berkaitan dengan meningkatnya risiko kecemasan, depresi, hingga rasa kesepian. Selain itu, kualitas tidur juga dapat terganggu karena otak terus menerima stimulasi digital tanpa jeda.
Dari sisi fisik, terlalu lama menggunakan ponsel dapat memicu ketegangan mata, nyeri leher, postur tubuh buruk, dan penurunan konsentrasi. Kondisi ini pada akhirnya memengaruhi produktivitas kerja maupun aktivitas belajar.
Para ahli menjelaskan bahwa otak akan melepaskan dopamin setiap kali seseorang menerima stimulasi instan dari ponsel, seperti notifikasi atau konten media sosial. Efek tersebut membuat otak terus mencari kepuasan cepat sehingga aktivitas lain terasa membosankan.
Cara Mengurangi Ketergantungan terhadap Ponsel
Kabar baiknya, otak manusia memiliki kemampuan beradaptasi melalui proses neuroplastisitas. Karena itu, kebiasaan digital yang berlebihan masih dapat diperbaiki secara bertahap.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain membatasi waktu penggunaan aplikasi, mengurangi screen time sebelum tidur, serta mencoba aktivitas non-digital seperti olahraga, membaca buku, atau melukis.
Latihan mindfulness juga dinilai membantu seseorang lebih sadar terhadap kebiasaan membuka ponsel secara impulsif. Jika ketergantungan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bersama profesional dapat menjadi pilihan.
Mulai dari perubahan kecil seperti tidak langsung mengecek ponsel saat bangun tidur, masyarakat dapat perlahan membangun pola hidup digital yang lebih sehat dan seimbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.