Malta Bagikan ChatGPT Plus Gratis untuk Seluruh Warganya

Jumali
Jumali Senin, 18 Mei 2026 19:57 WIB
Malta Bagikan ChatGPT Plus Gratis untuk Seluruh Warganya

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Revolusi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini memasuki babak baru. Negara kecil di Eropa Selatan, Malta, resmi bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan akses ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warga negaranya selama satu tahun.

Program bertajuk “AI for All” itu diumumkan pada Mei 2026 dan menjadi kerja sama nasional pertama OpenAI dengan sebuah pemerintahan negara.

Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut kecerdasan buatan seharusnya dapat diakses luas oleh masyarakat seperti halnya listrik.

“Seperti listrik, kecerdasan seharusnya tersedia bagi individu, bisnis, dan institusi untuk digunakan sebanyak yang mereka butuhkan, kapan pun dan di mana pun,” tulis OpenAI.

Program tersebut ditujukan bagi seluruh warga Malta yang terdaftar dalam sistem identitas digital nasional, termasuk warga yang tinggal di luar negeri.

Namun, akses gratis ke ChatGPT Plus tidak diberikan begitu saja. Pemerintah Malta bersama OpenAI mewajibkan peserta mengikuti pelatihan AI terlebih dahulu sebelum memperoleh akses premium.

Wajib Ikut Pelatihan AI

Pelatihan tersebut disiapkan oleh University of Malta untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan.

Materi yang diajarkan tidak hanya cara menggunakan ChatGPT, tetapi juga pemahaman tentang fungsi AI, batasan teknologi, hingga penggunaan yang etis dan bertanggung jawab.

Menteri Perekonomian Malta, Silvio Schembri, mengatakan program ini dirancang agar masyarakat mampu memanfaatkan AI dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Malta tidak ingin warganya tertinggal dalam era transformasi digital global.

AI Dianggap Kebutuhan Dasar Baru

Program “AI for All” juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap teknologi AI yang kini dianggap sebagai utilitas publik baru, setara kebutuhan dasar seperti listrik dan internet.

Kepala OpenAI for Countries, George Osborne, menilai pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses teknologi, tetapi juga kemampuan menggunakannya secara optimal.

Dengan populasi sekitar 568 ribu jiwa dan tingkat literasi digital yang relatif tinggi, Malta dianggap menjadi lokasi ideal untuk menguji pemerataan akses AI dalam skala nasional.

Program ini diharapkan mampu mempercepat inovasi di sektor pendidikan, ekonomi, hingga layanan publik.

Bisa Jadi Contoh Negara Lain

Langkah Malta diperkirakan akan menjadi perhatian banyak negara lain yang mulai serius mengembangkan teknologi AI untuk masyarakat.

OpenAI juga disebut tengah membuka peluang kerja sama serupa dengan negara lain, termasuk Uni Emirat Arab.

Bagi warga Malta, program tersebut memberikan kesempatan menikmati fitur premium ChatGPT seperti model AI yang lebih canggih, respons lebih cepat, hingga akses prioritas saat trafik penggunaan tinggi.

Program ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kemampuan mengakses dan memanfaatkan AI kemungkinan akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing negara di masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online