Teknologi AI Baru Jaga Baterai Mobil Listrik Tetap Prima

Jumali
Jumali Senin, 18 Mei 2026 20:17 WIB
Teknologi AI Baru Jaga Baterai Mobil Listrik Tetap Prima

Ilustrasi mobil listrik atau kendaraan listrik. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Kekhawatiran pemilik kendaraan listrik terhadap usia baterai yang cepat menurun mulai mendapat angin segar. Penelitian terbaru dari Chalmers University of Technology menunjukkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mampu memperpanjang masa pakai baterai mobil listrik hingga 23 persen.

Temuan tersebut dipublikasikan melalui IEEE dan dikembangkan menggunakan algoritma pengisian daya pintar yang mampu memantau kondisi kesehatan baterai secara real-time.

Sistem AI itu bekerja layaknya “dokter digital” untuk baterai kendaraan listrik. Teknologi tersebut menganalisis kondisi baterai saat proses charging berlangsung, lalu otomatis menyesuaikan tegangan dan arus pengisian agar sel baterai tidak mengalami tekanan berlebih.

AI Bantu Baterai Lebih Awet

Dalam penelitian tersebut, baterai yang menggunakan sistem pengisian berbasis AI mampu bertahan hingga 703 siklus pengisian sebelum kapasitasnya turun di bawah 80 persen.

Sebaliknya, metode pengisian konvensional hanya mampu mencapai sekitar 572 siklus.

Artinya, baterai kendaraan listrik berpotensi digunakan lebih lama sebelum mengalami penurunan performa signifikan.


Menariknya, peningkatan usia baterai tersebut tidak membuat waktu charging menjadi lebih lama. Selisih waktu pengisian bahkan nyaris tidak terasa.

Tidak Butuh Sensor Tambahan

Keunggulan lain dari teknologi ini adalah kemampuannya bekerja tanpa memerlukan perangkat keras tambahan.

Sistem AI dapat diintegrasikan langsung ke Battery Management System (BMS) yang saat ini sudah digunakan sebagian besar mobil listrik modern.

Hal itu dinilai akan mempermudah produsen otomotif dalam mengadopsi teknologi tersebut ke kendaraan generasi berikutnya.

Solusi untuk Masalah Utama Mobil Listrik

Degradasi baterai selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perkembangan kendaraan listrik.

Di satu sisi, produsen berlomba menghadirkan fast charging berdaya tinggi untuk mempercepat pengisian daya. Namun di sisi lain, pengisian cepat berulang dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.

Teknologi AI ini dianggap mampu menjadi solusi penyeimbang antara kecepatan pengisian dan kesehatan baterai jangka panjang.

Volvo Sudah Siapkan Implementasi

Perusahaan perangkat lunak baterai, Breathe Battery Technologies, bahkan telah bekerja sama dengan Volvo Cars untuk mengembangkan teknologi pengisian pintar tersebut pada mobil listrik generasi baru.

Teknologi itu direncanakan mulai diterapkan pada model Volvo EX60 yang dijadwalkan meluncur pada 2027.

Selain menjaga umur baterai, Breathe mengklaim sistem AI juga mampu meningkatkan kecepatan pengisian antara 15 hingga 30 persen melalui analisis data secara real-time.

Terobosan ini dinilai dapat membuat kendaraan listrik menjadi lebih ekonomis dan menarik bagi masyarakat, terutama karena biaya penggantian baterai selama ini menjadi salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna EV.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online