Fajar Alfian dan Fikri Ingin Naik Podium Tertinggi di Asian Games 2026
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Ilustrasi mobil listrik
Harianjogja.com, JAKARTA—Tren mobil listrik bekas di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan signifikan seiring naiknya minat konsumen terhadap kendaraan hemat operasional. Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kendaraan listrik bekas kini menjadi salah satu segmen yang paling banyak dicari di pasar otomotif domestik.
Pelaku usaha mobil bekas menilai perubahan pola konsumsi masyarakat mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Konsumen kini lebih mempertimbangkan efisiensi biaya penggunaan kendaraan harian dibandingkan memilih mobil berbahan bakar konvensional, terutama diesel.
Penjual kendaraan bekas daring, Fariz Czaesariyan, mengatakan permintaan kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV) bekas mengalami peningkatan cukup agresif.
“Untuk sekarang jelas segmen EV bekas yang lagi digandrungi banyak calon pembeli. Karena harga BBM yang juga cenderung naik. Lalu tren EV bekas yang ‘terkenal’ nilai depresiasinya lumayan tinggi menjadi daya tarik lebih bagi para calon pembeli,” ujar Fariz dilansir ANTARA di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, mobil listrik bekas dengan rentang harga Rp120 juta hingga Rp180 juta kini banyak diburu konsumen untuk dijadikan kendaraan kedua.
Kondisi tersebut dipicu pertimbangan efisiensi biaya operasional, terutama setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berdampak pada meningkatnya biaya penggunaan kendaraan harian berbahan bakar minyak.
Di sisi lain, pasar kendaraan berbahan bakar konvensional atau internal combustion engine (ICE) justru mengalami perlambatan, terutama pada segmen diesel.
Fariz mengungkapkan mobil bekas bermesin pembakaran internal dengan rentang harga Rp200 juta hingga Rp300 juta saat ini cenderung sepi peminat.
“Untuk sekarang, di segmen mobil (ICE) bekas di rentang harga Rp200 juta sampai Rp300 jutaan sangat terasa sepi ya,” kata dia.
Penurunan penjualan mobil bekas juga dirasakan sejumlah showroom kendaraan di Jakarta. Pemilik Khayangan Garage, Juan Darmawan, menyebut penjualan di tempat usahanya turun hingga 40 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Sebulan itu biasanya mobil bisa keluar sebanyak 5 sampai dengan 8 unit. Sekarang-sekarang ini, paling banyak 4 unit, itu juga udah susah banget,” ujar Juan.
Menurut Juan, kendaraan diesel menjadi segmen yang paling terdampak akibat kenaikan harga BBM.
"Yang jelas mobkas diesel lagi jatuh penjualannya karena imbas BBM naik," ujarnya.
Meski demikian, Juan menilai kondisi tersebut masih menjadi bagian dari dinamika pasar otomotif yang sebelumnya juga pernah terjadi. Selain faktor harga BBM, masyarakat saat ini disebut lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran dan memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding membeli kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.