Sudah Wawancara Kerja, tetapi Perusahaan Tak Kunjung Memberi Kabar
Survei Greenhouse menemukan 45% pencari kerja di AS tak mendapat kabar setelah wawancara. Fenomena job ghosting membuat kandidat frustrasi.
Cybertruck /Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana Tesla menghentikan produksi Cybertruck di Gigafactory Texas sekitar pertengahan 2027 menjadi perkembangan penting bagi konsumen kendaraan listrik. Pikap listrik dengan bodi baja antikarat tersebut akan kehilangan tempat di lini produksi pabrik untuk memberi ruang bagi peningkatan manufaktur Cybercab, taksi otonom yang menjadi bagian dari ambisi baru Elon Musk.
Keputusan ini muncul ketika penjualan Cybertruck belum mampu mendekati target besar yang pernah disampaikan Musk. Data Cox Automotive menunjukkan penjualan pikap listrik tersebut di Amerika Serikat mencapai 11.586 unit selama Januari-September 2026, turun 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengumuman mengenai perubahan produksi itu disampaikan Musk melalui akun media sosial X pada Jumat (6/11/2026). Dia menyebut Tesla akan secara bertahap mengurangi produksi Cybertruck di Gigafactory Texas sekitar pertengahan tahun depan agar fasilitas tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan produksi Cybercab.
Pernyataan Musk tersebut menjadi sinyal perubahan arah bisnis Tesla. Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat itu semakin menaruh perhatian pada pengembangan kendaraan tanpa pengemudi (driverless) dan teknologi robotik, termasuk melalui pengembangan taksi otonom.
Meski demikian, pengumuman Musk belum memastikan apakah produksi Cybertruck akan benar-benar dihentikan secara permanen atau dipindahkan ke fasilitas lain. Karena itu, rencana penghentian produksi di Gigafactory Texas perlu dibedakan dari keputusan mengakhiri seluruh model Cybertruck.
Petunjuk mengenai kelanjutan teknologi yang dikembangkan melalui pikap tersebut datang dari Wes Morrill, Lead Engineer proyek Cybertruck. Melalui unggahan di X, Morrill menyampaikan bahwa Cybertruck merupakan platform pengembangan teknologi yang hasilnya akan tetap digunakan melalui Cybercab.
"Cybertruck was an incredible technology development platform and lives on through Cybercab," tulis Morrill.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun kapasitas produksi Cybertruck di Texas akan dialihkan, pengembangan teknologi yang sudah dilakukan Tesla melalui kendaraan itu tidak serta-merta ditinggalkan.
Rencana perubahan lini produksi Tesla tidak bisa dilepaskan dari perjalanan penjualan Cybertruck yang belum memenuhi ekspektasi awal. Ketika pikap listrik dengan desain bersudut tajam itu diperkenalkan pada 2019, Musk pernah memasang target penjualan tahunan sebesar 250.000 hingga 500.000 unit.
Namun, perkembangan pasar menunjukkan capaian yang berbeda. Berdasarkan data Cox Automotive yang dilaporkan dalam pemberitaan otomotif, penjualan Cybertruck di Amerika Serikat pada sembilan bulan pertama 2026 hanya mencapai 11.586 unit.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan penjualan pada periode Januari-September 2025 yang mencapai 16.097 unit. Dengan demikian, terdapat penurunan sebanyak 4.511 unit atau sekitar 28% dalam setahun.
Jika melihat keseluruhan perjalanan model ini, jumlah penjualan Cybertruck juga disebut belum mendekati target tahunan yang pernah dipatok Musk. Sejumlah laporan media otomotif memperkirakan penjualan kumulatifnya berada di kisaran 71.000 unit selama hampir tiga tahun sejak mulai diproduksi.
Angka kumulatif tersebut merupakan perkiraan, bukan angka penjualan resmi Tesla yang dipublikasikan berdasarkan model kendaraan. Tesla sendiri tidak merinci penjualan Cybertruck secara terpisah dalam pelaporan penjualannya.
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah pembelian Cybertruck oleh perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan Musk. SpaceX, misalnya, dilaporkan mengeluarkan US$131 juta untuk membeli Cybertruck sepanjang 2025 berdasarkan dokumen keuangan yang diberitakan media.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai tantangan Cybertruck dalam memperluas pasar konsumen. Penjualan kepada perusahaan yang berada dalam lingkup bisnis Musk juga menjadi bagian dari pemberitaan mengenai permintaan terhadap pikap listrik tersebut.
Selain menghadapi tantangan penjualan, Cybertruck juga mengalami perubahan harga yang cukup jauh dibandingkan janji awal. Ketika pertama kali diperkenalkan, Musk pernah menyebut harga awal kendaraan tersebut sebesar US$39.900.
Namun, harga jual ketika kendaraan mulai tersedia bagi konsumen mengalami perubahan dan menjadi lebih tinggi daripada angka yang sebelumnya dijanjikan. Perubahan harga tersebut menjadi salah satu persoalan yang membayangi perjalanan Cybertruck di pasar kendaraan listrik.
Masalah kualitas produksi juga ikut menjadi perhatian. Cybertruck pernah menghadapi sejumlah kampanye penarikan kembali (recall) yang berkaitan dengan komponen kendaraan.
Salah satu persoalan yang mencuat adalah pedal akselerator yang berpotensi terlepas dan tersangkut pada bagian trim interior di atas pedal. Kondisi tersebut dapat mengganggu pengoperasian kendaraan sehingga Tesla melakukan tindakan perbaikan terhadap unit yang terdampak.
Masalah lain berkaitan dengan motor penggerak wiper kaca depan. Tesla mengumumkan penarikan kembali terhadap Cybertruck tahun produksi 2024 karena pengendali motor wiper berpotensi berhenti berfungsi akibat gangguan pada komponen elektroniknya.
Apabila wiper tidak berfungsi, kemampuan pengemudi melihat kondisi jalan dapat terganggu, terutama dalam situasi yang membutuhkan penggunaan wiper. Tesla menyediakan penggantian motor wiper bagi kendaraan yang masuk dalam cakupan penarikan kembali tersebut.
Berbagai persoalan itu menambah daftar tantangan yang harus dihadapi Tesla dalam memasarkan Cybertruck. Pikap futuristik yang diperkenalkan pada 2019 dan mulai diserahkan kepada konsumen pada 2023 tersebut kini menghadapi perubahan prioritas produksi.
Di sisi lain, Cybercab dipersiapkan menjadi salah satu kendaraan utama dalam strategi transportasi otonom Tesla. Pengalihan kapasitas produksi di Gigafactory Texas sekitar pertengahan 2027 akan memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan untuk meningkatkan manufaktur kendaraan tanpa pengemudi tersebut.
Perubahan tersebut sekaligus menempatkan Cybertruck dalam fase baru perjalanan produk Tesla. Sementara produksi pikap listrik di Gigafactory Texas direncanakan berakhir sekitar pertengahan 2027, Cybercab akan memperoleh tambahan kapasitas manufaktur untuk mendukung pengembangan kendaraan otonom perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Survei Greenhouse menemukan 45% pencari kerja di AS tak mendapat kabar setelah wawancara. Fenomena job ghosting membuat kandidat frustrasi.
Leptospirosis di DIY mencapai 576 kasus dengan 23 kematian. Bantul tertinggi, Dinkes mengingatkan gejala dan cara pencegahannya.
Bayi baru lahir perlu tercatat dalam KK. Simak dokumen persyaratan dan cara mengurus penambahan anggota keluarga melalui Dukcapil.
Sebelum mengunggah video TikTok, periksa lima pengaturan privasi ini agar penonton, komentar, dan informasi pribadi lebih terkendali.
Yangwang U9 Xtreme mencapai 503,17 km/jam di Abu Dhabi. Simak catatan rekor satu arah dan spesifikasi mobil listrik BYD in
Bank Jateng kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Solo Raya Impact Awards (SRIA) 2026