Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Gara-gara Risiko Rem Mendadak

Jumali
Jumali Minggu, 24 Mei 2026 15:07 WIB
Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Gara-gara Risiko Rem Mendadak

Logo Hyundai/Ist-Car Logos

Harianjogja.com, JOGJA—Hyundai kembali menghadapi sorotan serius setelah lebih dari 421.000 unit kendaraan keluaran 2025–2026 di Amerika Serikat ditarik kembali (recall) akibat dugaan cacat perangkat lunak yang berpotensi menyebabkan pengereman mendadak tanpa peringatan. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena dapat terjadi saat kendaraan melaju normal, termasuk di jalan bebas hambatan.

Lembaga keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), menjelaskan bahwa masalah tersebut bersumber dari kesalahan pada perangkat lunak kamera depan yang memicu sistem pencegahan tabrakan depan (forward collision avoidance system) aktif secara tidak semestinya. Akibatnya, kendaraan dapat melakukan pengereman otomatis meskipun tidak terdapat objek atau bahaya di depan mobil.

Drive mengungkapkan, model yang terdampak dalam penarikan ini meliputi Hyundai Santa Cruz, Tucson, Tucson Hybrid, serta Tucson Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk produksi tahun 2025 hingga 2026. Kondisi ini membuat pemilik kendaraan diminta meningkatkan kewaspadaan sebelum perbaikan resmi dilakukan.

Perbaikan sendiri dipastikan tidak dikenakan biaya kepada konsumen. Hyundai akan melakukan pembaruan perangkat lunak kamera depan secara gratis di dealer resmi, sehingga pemilik kendaraan hanya perlu menjadwalkan kunjungan servis. Namun demikian, sebelum pembaruan dilakukan, potensi risiko pengereman mendadak tetap dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menariknya, ini bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Hyundai dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, perusahaan juga melakukan recall lebih dari 54.000 kendaraan di Amerika Serikat akibat potensi kebakaran pada sistem hybrid. Permasalahan tersebut berasal dari unit kontrol daya hybrid yang dapat mengalami panas berlebih ketika beban listrik meningkat, sehingga memicu mode daya terbatas hingga kerusakan termal pada komponen internal.

Baik kasus pengereman mendadak maupun risiko panas berlebih tersebut sama-sama diselesaikan melalui pembaruan perangkat lunak gratis di jaringan dealer resmi Hyundai. Hal ini menunjukkan semakin besarnya peran sistem digital dalam menentukan keselamatan kendaraan modern.

Bagi konsumen di Indonesia, meskipun recall ini tidak secara langsung mencakup pasar lokal, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa sistem perangkat lunak pada mobil modern memiliki peran krusial selain komponen mekanis. Pemilik kendaraan tetap disarankan untuk rutin melakukan pengecekan di bengkel resmi apabila muncul gejala seperti pengereman tidak normal atau indikator peringatan pada panel instrumen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online