Banjir Rob Rendam Tiga Desa di Rembang, Abrasi Ancam Permukiman
Banjir rob merendam tiga desa di Rembang. Selain menggenangi rumah dan jalan, abrasi dilaporkan semakin mendekati permukiman warga.
Ilustrasi - iPhone lipat. ANTARA/CNET/am.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kabar mengejutkan datang dari rencana peluncuran iPhone lipat pertama milik Apple. Perangkat yang sementara disebut iPhone Fold itu dikabarkan tidak akan menghadirkan warna hitam, warna ikonik yang selama ini selalu hadir di setiap lini iPhone.
Informasi ini diungkap oleh pembocor teknologi Instant Digital melalui platform Weibo, Sabtu (6/5/2026). Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa hingga saat ini Apple belum memastikan kehadiran varian warna hitam untuk perangkat lipat tersebut. Bahkan, ia sempat menyindir keputusan Apple dengan mempertanyakan apakah perusahaan tersebut “memiliki masalah dengan warna hitam”.
Rumor ini memicu spekulasi luas di kalangan penggemar Apple, mengingat warna hitam selama ini menjadi salah satu pilihan paling populer di setiap generasi iPhone.
Bocoran mengenai pilihan warna iPhone Fold sebenarnya sudah beredar sejak awal 2026. Instant Digital sebelumnya menyebut bahwa perangkat ini kemungkinan hanya akan hadir dalam dua varian warna. Dari dua opsi tersebut, baru warna putih yang dipastikan, sementara satu warna lainnya masih belum jelas.
Pada perkembangan terbaru, sejumlah sumber dari rantai pasokan yang dikutip Macworld menyebut bahwa warna kedua kemungkinan adalah indigo, yang disebut-sebut mirip dengan varian Deep Blue pada iPhone 17 Pro. Selain itu, Apple juga diperkirakan tetap mempertahankan warna netral seperti perak atau abu-abu.
Analis teknologi Mark Gurman dari Bloomberg turut menguatkan rumor tersebut. Ia menyebut Apple kemungkinan besar akan menghindari warna-warna cerah dan lebih memilih palet warna netral untuk iPhone Fold.
Pilihan warna yang terbatas ini diyakini berkaitan erat dengan kompleksitas produksi perangkat lipat. Saat ini, panel OLED untuk iPhone Fold yang dipasok oleh Samsung Display dilaporkan sudah mulai memasuki tahap produksi massal.
Dalam industri smartphone, keputusan terkait warna bukan sekadar estetika, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap proses manufaktur dan distribusi. Menambah varian warna berarti meningkatkan kompleksitas produksi, penyimpanan, hingga distribusi unit.
Analis Ming-Chi Kuo bahkan memperingatkan bahwa produksi iPhone Fold kemungkinan akan menghadapi tantangan kapasitas pada tahap awal. Ia memperkirakan pasokan perangkat ini akan terbatas setidaknya hingga akhir 2026.
Dengan kondisi tersebut, Apple dinilai tidak memiliki insentif besar untuk menghadirkan banyak pilihan warna di awal peluncuran. Terlebih lagi, iPhone Fold diperkirakan akan dibanderol dengan harga premium, bahkan disebut-sebut menembus 2.000 dolar AS atau sekitar Rp36 jutaan.
Harga tinggi ini membuat keputusan pembelian konsumen kemungkinan tidak terlalu dipengaruhi oleh variasi warna, melainkan pada inovasi teknologi yang ditawarkan.
iPhone Fold diprediksi akan diperkenalkan pada September 2026, bersamaan dengan peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kehadiran perangkat ini menjadi langkah besar Apple dalam memasuki pasar ponsel lipat yang selama ini didominasi oleh kompetitor.
Meski masih berupa rumor, kabar absennya warna hitam pada iPhone Fold menjadi sorotan tersendiri dan menimbulkan rasa penasaran di kalangan penggemar setia Apple di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir rob merendam tiga desa di Rembang. Selain menggenangi rumah dan jalan, abrasi dilaporkan semakin mendekati permukiman warga.
Harian Jogja rayakan HUT ke-18 dengan bakti sosial di Panti Al Wahhaab Sleman, perkuat kepedulian dan pemberdayaan santri.
Kirab Budaya Tresna Pancasila di Malioboro Jogja padat pengunjung, gaungkan nilai Pancasila dan dorong pariwisata.
Haier luncurkan Horizon Collection di Jakarta, hadirkan kulkas premium dengan teknologi pendingin mutakhir dan hemat energi.
BNN ungkap penyelundupan 7,8 kg hasis oleh WNA Rusia di Bali. Penangkapan berlangsung dramatis setelah aksi kejar-kejaran.
Retro Groove 2026 di Sleman hadirkan lagu 80-an dan aksi sosial. Kaset 80an jadi jembatan nostalgia lintas generasi.