Realme Hengkang dari China, Fokus Ekspansi Global dan Performa Gaming

Jumali
Jumali Jum'at, 17 Juli 2026 11:57 WIB
Realme Hengkang dari China, Fokus Ekspansi Global dan Performa Gaming

Realme GT Neo 5/GSM Arena

Harianjogja.com, JOGJA—Industri smartphone di China dihebohkan dengan kabar mengejutkan dari Realme. Produsen yang dikenal sebagai "raja performa" ini secara resmi mengumumkan akan menghentikan operasional bisnisnya di pasar domestik dan mengalihkan seluruh fokus ke pasar global.

Keputusan ini diungkap langsung oleh Presiden Realme China, Xu Qi Chase, melalui sebuah surat berbahasa Mandarin yang diunggah di platform media sosial Weibo pada Jumat (17/7/2026) .

Chase menjelaskan bahwa langkah besar ini diambil agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya untuk memperkuat ekspansi di pasar internasional, termasuk Eropa.

"Belajar fokus membutuhkan keberanian yang besar. Hari ini saya mengumumkan bahwa Realme akan menghentikan bisnisnya di China untuk sementara waktu," tulis Chase.

"Ke depannya kami akan memusatkan sumber daya untuk mengembangkan pasar global, berfokus pada performa dan gaming, serta menghadirkan teknologi terdepan kepada pengguna di seluruh dunia," imbuhnya .

Meskipun menghentikan penjualan di China, Realme memastikan pengguna yang sudah memiliki perangkat di negara tersebut tidak perlu khawatir. Penjualan produk yang masih tersedia, layanan purna jual, hingga garansi akan tetap ditangani oleh tim resmi Oppo. Ini memberikan kepastian bagi jutaan pengguna Realme di China yang masih setia menggunakan produk mereka.

Selain penghentian operasional, Realme juga mengumumkan perubahan besar pada perangkat lunaknya. Antarmuka (UI) Realme UI akan dihentikan dan digantikan oleh ColorOS, sistem operasi yang selama ini digunakan oleh Oppo.

Pengguna Realme akan memperoleh pembaruan ke ColorOS setelah versi terbaru sistem operasi tersebut dirilis dan tersedia untuk perangkat masing-masing. Langkah ini sejalan dengan strategi Oppo yang sebelumnya juga mengintegrasikan sistem operasi OnePlus, OxygenOS, ke dalam ColorOS mulai Android 17.

"Ini adalah perubahan yang rasional bagi kami, dan kami sudah memikirnya secara matang. Terima kasih kepada para pengguna Realme di China dan berbagi perjalanannya bersama kami selama ini," pungkas Chase .

Langkah ini menunjukkan perubahan strategi besar-besaran dari Realme yang selama ini dikenal sebagai brand yang sangat kompetitif di pasar China. Dengan fokus ke pasar global, Realme berharap dapat lebih leluasa berinovasi dan menghadirkan produk-produk terbaik, terutama di segmen performa dan gaming yang menjadi andalan mereka.

Hingga saat ini, Chase belum mengumbar apakah ini penghentian permanen atau hanya sementara. Ia hanya menyebutnya sebagai "jeda" operasional, yang membuka kemungkinan Realme akan kembali ke China di masa depan jika kondisi pasar mendukung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online