Dolar AS Melemah, Rupiah Berhasil Tahan di Bawah Rp18.000
Rupiah menguat 6 poin ke Rp17.980 per dolar AS pada Jumat pagi, didorong aliran dana asing dan stabilitas ekonomi domestik.
Realme GT Neo 5/GSM Arena
Harianjogja.com, JOGJA—Industri smartphone di China dihebohkan dengan kabar mengejutkan dari Realme. Produsen yang dikenal sebagai "raja performa" ini secara resmi mengumumkan akan menghentikan operasional bisnisnya di pasar domestik dan mengalihkan seluruh fokus ke pasar global.
Keputusan ini diungkap langsung oleh Presiden Realme China, Xu Qi Chase, melalui sebuah surat berbahasa Mandarin yang diunggah di platform media sosial Weibo pada Jumat (17/7/2026) .
Chase menjelaskan bahwa langkah besar ini diambil agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya untuk memperkuat ekspansi di pasar internasional, termasuk Eropa.
"Belajar fokus membutuhkan keberanian yang besar. Hari ini saya mengumumkan bahwa Realme akan menghentikan bisnisnya di China untuk sementara waktu," tulis Chase.
"Ke depannya kami akan memusatkan sumber daya untuk mengembangkan pasar global, berfokus pada performa dan gaming, serta menghadirkan teknologi terdepan kepada pengguna di seluruh dunia," imbuhnya .
Meskipun menghentikan penjualan di China, Realme memastikan pengguna yang sudah memiliki perangkat di negara tersebut tidak perlu khawatir. Penjualan produk yang masih tersedia, layanan purna jual, hingga garansi akan tetap ditangani oleh tim resmi Oppo. Ini memberikan kepastian bagi jutaan pengguna Realme di China yang masih setia menggunakan produk mereka.
Selain penghentian operasional, Realme juga mengumumkan perubahan besar pada perangkat lunaknya. Antarmuka (UI) Realme UI akan dihentikan dan digantikan oleh ColorOS, sistem operasi yang selama ini digunakan oleh Oppo.
Pengguna Realme akan memperoleh pembaruan ke ColorOS setelah versi terbaru sistem operasi tersebut dirilis dan tersedia untuk perangkat masing-masing. Langkah ini sejalan dengan strategi Oppo yang sebelumnya juga mengintegrasikan sistem operasi OnePlus, OxygenOS, ke dalam ColorOS mulai Android 17.
"Ini adalah perubahan yang rasional bagi kami, dan kami sudah memikirnya secara matang. Terima kasih kepada para pengguna Realme di China dan berbagi perjalanannya bersama kami selama ini," pungkas Chase .
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi besar-besaran dari Realme yang selama ini dikenal sebagai brand yang sangat kompetitif di pasar China. Dengan fokus ke pasar global, Realme berharap dapat lebih leluasa berinovasi dan menghadirkan produk-produk terbaik, terutama di segmen performa dan gaming yang menjadi andalan mereka.
Hingga saat ini, Chase belum mengumbar apakah ini penghentian permanen atau hanya sementara. Ia hanya menyebutnya sebagai "jeda" operasional, yang membuka kemungkinan Realme akan kembali ke China di masa depan jika kondisi pasar mendukung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah menguat 6 poin ke Rp17.980 per dolar AS pada Jumat pagi, didorong aliran dana asing dan stabilitas ekonomi domestik.
Lionel Messi mempersembahkan kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 untuk Diego Maradona. La Albiceleste kini menantang Spanyol di fina
Kekeringan meluas ke 15 desa di Cilacap. BPBD telah menyalurkan 390 ribu liter air bersih untuk 14.267 warga dan bersiap menghadapi puncak kemarau pada Agustus-
Film horor klasik A Nightmare on Elm Street akan direboot! Paramount libatkan keluarga Wes Craven sebagai produser. Naskah asli jadi dasar cerita. Simak selengk
Presiden Argentina Javier Milei pilih nonton final Piala Dunia 2026 dari rumah demi ritual keberuntungan. Donald Trump hadir dan akan serahkan trofi. Simak sele
Data JBA Indonesia: 5 motor bekas terlaris 2026 didominasi Honda BeAT, Scoopy, Vario, dan Yamaha NMAX. Cek spesifikasi & harga pasaran terbaru di sini.