Apple Salip Nvidia, Kembali Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Jumali
Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 08:27 WIB
Apple Salip Nvidia, Kembali Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Logo Apple - ist/apple inc


Harianjogja.com, JOGJA—Pertarungan di puncak perusahaan teknologi paling bernilai di dunia telah memasuki babak baru. Apple berhasil menyalip Nvidia dan kembali merebut posisi sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Berdasarkan data pasar pada Jumat (17/7/2026), nilai pasar Apple mencapai sekitar US$4,88 triliun, sementara Nvidia turun menjadi US$4,86 triliun setelah sahamnya melemah 3,5% . Ini adalah pertama kalinya Apple berada di puncak sejak April 2025, mengakhiri dominasi Nvidia yang bertahan hampir satu tahun penuh .

Pergeseran ini mencerminkan perubahan besar dalam cara investor memandang prospek kecerdasan buatan (AI). Sebelumnya, perhatian pasar tertuju pada Nvidia sebagai pemasok utama chip AI yang menjadi tulang punggung layanan seperti ChatGPT dan Gemini. Namun, kini investor mulai melihat bahwa perusahaan lain, terutama Apple, memiliki posisi yang lebih kuat untuk memproduksi pendapatan dari AI melalui ekosistem produk dan layanan digitalnya.

"Apple sebelumnya dianggap tertinggal dalam perlombaan AI, tetapi kini sentimen pasar berubah," kata Kepala Investasi BRI Wealth Management, Toni Meadows dilansir dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa ekosistem produk Apple yang saling terintegrasi dan peningkatan penjualan perangkat keras menjadi kunci keunggulan Apple.

Dorongan utama perubahan sentimen ini adalah langkah Apple yang mulai menggencarkan strategi AI. Pada Juni lalu, Apple meluncurkan pembaruan besar untuk Siri yang telah lama ditunggu-tunggu, dengan harapan asisten virtual tersebut dapat mengejar ketertinggalan dari para pesaing di industri AI.

Selain itu, Apple juga mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam sistem operasi terbarunya, memungkinkan pengguna mengakses fitur-fitur canggih seperti pembuatan emoji dan peningkatan pencarian foto langsung di perangkat. Ke depannya, Apple dikabarkan akan bermitra dengan penyedia AI asal China, Baidu dan Alibaba, untuk menghadirkan Apple Intelligence ke pasar China.

Sejumlah analis menilai Apple memiliki aset penting dalam perlombaan AI: data pribadi yang tersimpan pada jutaan perangkat iPhone di seluruh dunia. Data tersebut dinilai dapat membuat Siri menjadi lebih cerdas dan relevan bagi pengguna, meski Apple tetap harus menjaga komitmen terhadap privasi . Dengan lebih dari 1,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia, Apple memiliki basis pengguna yang sangat besar untuk menerapkan dan mengkomersialkan layanan AI.

Meski kehilangan posisi teratas, Nvidia masih dianggap sebagai salah satu pemain utama dalam industri AI global. Chip grafis buatan Nvidia tetap menjadi tulang punggung berbagai layanan AI generatif yang berkembang pesat. Para analis menilai perubahan posisi ini belum tentu bersifat permanen.

Nvidia masih berpeluang merebut kembali posisi puncak apabila sentimen pasar terhadap industri chip AI kembali menguat, misalnya jika terjadi lonjakan permintaan chip untuk pusat data atau jika Nvidia meluncurkan produk inovatif baru. Pertarungan antara Apple dan Nvidia di pasar saham ini akan terus menjadi sorotan, mencerminkan dinamika kompetisi di era kecerdasan buatan yang kian panas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online