Hujan Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko 2-0 atas Afrika Selatan
Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia 2026. Julian Quinones cetak gol pertama turnamen, Raul Jimenez menggandakan skor, dan tiga ka
Ilustrasi aktivitas pebengkel muda./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— Turun mesin merupakan salah satu kerusakan paling serius yang dapat terjadi pada sepeda motor. Kondisi ini terjadi ketika komponen utama di dalam mesin mengalami kerusakan sehingga membutuhkan pembongkaran menyeluruh untuk proses perbaikan.
Dilansir dari Suzuki, kerusakan biasanya melibatkan bagian penting seperti piston, ring piston, silinder, hingga crankshaft. Karena membutuhkan banyak komponen dan tenaga kerja, biaya perbaikannya pun tidak murah.
Meski terdengar menakutkan, turun mesin sebenarnya dapat dicegah melalui perawatan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang baik. Berikut sejumlah penyebab yang paling sering memicu kerusakan mesin hingga harus dibongkar total.
1. Terlambat Mengganti Oli Mesin
Oli memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan mesin. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli juga membantu mendinginkan serta membersihkan komponen dari kotoran dan sisa pembakaran.
Ketika penggantian oli terlambat dilakukan, kualitas pelumas akan menurun. Akibatnya, gesekan antarkomponen menjadi lebih besar dan mempercepat keausan. Dalam kondisi ekstrem, piston bisa macet dan dinding silinder mengalami kerusakan.
2. Mengabaikan Servis Berkala
Banyak pemilik motor hanya fokus mengganti oli tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Padahal, servis berkala mencakup pengecekan busi, filter udara, sistem pembakaran, hingga penyetelan klep. Jika komponen tersebut bermasalah, proses pembakaran tidak berjalan optimal dan dapat memicu penumpukan kerak serta peningkatan suhu mesin.
3. Sering Menerobos Banjir
Mengendarai motor melewati genangan tinggi berisiko menyebabkan air masuk ke ruang bakar.
Kondisi yang dikenal sebagai hydrolock ini dapat membuat piston tidak mampu bergerak karena air tidak dapat dikompresi seperti udara. Dampaknya sangat serius, mulai dari piston rusak hingga komponen internal yang bengkok.
Selain itu, air yang masuk juga dapat mencemari oli dan mengurangi kemampuan pelumasannya.
4. Tidak Pernah Mengganti Coolant
Bagi motor yang menggunakan sistem pendingin cair, coolant memiliki fungsi penting untuk menjaga suhu kerja mesin tetap stabil.
Jika cairan pendingin tidak pernah diganti, kualitasnya akan menurun dan kemampuan menyerap panas menjadi berkurang. Akibatnya, mesin lebih rentan mengalami overheating yang dapat merusak komponen internal.
5. Modifikasi Mesin Tanpa Perhitungan
Banyak pemilik motor melakukan modifikasi untuk meningkatkan performa, seperti bore up atau peningkatan kapasitas mesin.
Namun, perubahan tersebut membuat beban kerja mesin menjadi lebih berat. Jika tidak dibarengi peningkatan komponen pendukung, komponen standar akan bekerja di luar batas kemampuan dan lebih cepat aus.
6. Kebiasaan Berkendara yang Buruk
Cara berkendara ternyata juga berpengaruh besar terhadap usia mesin.
Kebiasaan membuka gas secara agresif, mempertahankan putaran mesin tinggi dalam waktu lama, atau langsung menggeber motor saat mesin masih dingin dapat mempercepat kerusakan.
Pada kondisi mesin dingin, oli belum bersirkulasi sempurna sehingga perlindungan terhadap komponen masih belum maksimal.
7. Terlalu Sering Membawa Beban Berlebih
Mengangkut beban di luar kapasitas yang direkomendasikan pabrikan membuat mesin bekerja lebih keras.
Tekanan dan suhu kerja komponen akan meningkat secara signifikan. Jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus tanpa perawatan tambahan, risiko kerusakan mesin menjadi lebih besar.
Cara Sederhana Mencegah Motor Turun Mesin
Untuk menghindari biaya perbaikan yang mahal, pemilik motor disarankan melakukan beberapa langkah sederhana:
Dengan perawatan yang konsisten, komponen mesin dapat bekerja lebih optimal dan usia pakai motor menjadi lebih panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia 2026. Julian Quinones cetak gol pertama turnamen, Raul Jimenez menggandakan skor, dan tiga ka
Apple resmi merilis iOS 27 Developer Beta. Simak cara download, daftar iPhone yang kompatibel termasuk iPhone 11, serta fitur baru Siri berbasis AI.
Tanggal 12 Juni diperingati sebagai Hari Internasional Menentang Pekerja Anak, Hari Kemerdekaan Filipina, Hari Perdamaian Kosovo, Hari Rusia, dan National Lovin
Laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan mencetak rekor tiga kartu merah. Jumlah itu hampir menyamai total kartu merah sepanjang Piala Du
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000. Simak 5 tips hemat BBM agar pengeluaran bahan bakar tetap terkendali.
Gilberto Mora mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 setelah menjadi pemain termuda keenam sepanjang masa dan memecahkan rekor Meksiko yang bertahan 96 tahun.