FIFA Larang Rapat Taktis Saat Kiper Cedera di Piala Dunia 2026
FIFA resmi melarang pemain menggelar rapat taktis dengan pelatih saat kiper cedera di Piala Dunia 2026. Simak detail aturan terbaru dari Pierluigi Collina.
Pengendara menggunakan aplikasi PLN Charge.IN di Jakarta, Jumat (29/1/2021). PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meluncurkan aplikasi Charge.IN bagi pengguna kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengisi daya kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). /Bisnis Indonesia-Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JOGJA—Tren peralihan konsumen dari kendaraan konvensional berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik (EV) menunjukkan peningkatan yang konsisten sepanjang tahun 2026. Temuan ini dirilis berdasarkan data transaksi terbaru dari perusahaan riset otomotif, Edmunds.
Mengutip laporan Carscoops, Senin (1/6/2026), persentase pembeli mobil listrik baru yang menukarkan kendaraan bensin lamanya tercatat naik dari 67,1% pada Januari 2026 menjadi 72,1% pada April 2026. Data tersebut mengindikasikan bahwa kendaraan listrik kini menjadi preferensi utama bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Loyalitas Pengguna Meningkat
Selain peningkatan angka adopsi baru, tingkat loyalitas pengguna kendaraan listrik juga menunjukkan tren positif. Konsumen yang sebelumnya telah memiliki mobil listrik cenderung kembali memilih kendaraan listrik untuk pembelian berikutnya.
Januari 2026: Proporsi pembelian ulang kendaraan listrik mencapai 26,2%.
April 2026: Angka tersebut melonjak signifikan hingga 35,4%.
Kenaikan ini mencerminkan tingkat kepuasan pengguna yang semakin tinggi, sehingga mendorong mereka untuk tetap setia berada dalam ekosistem kendaraan tanpa emisi.
Pengaruh Ekonomi dan Geopolitik
Menariknya, lonjakan minat ini terjadi di saat sejumlah insentif pembelian, termasuk kredit pajak federal hingga US$ 7.500 di Amerika Serikat, mulai dikurangi atau dihentikan. Fakta ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada subsidi pemerintah.
Namun, Direktur Senior Insights Edmunds, Ivan Drury, mengingatkan bahwa tren ini belum tentu bersifat permanen. Ia menilai kenaikan minat ini juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kenaikan harga bahan bakar akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, indeks nilai kendaraan bekas Manheim menunjukkan kenaikan harga sekitar 4% dibandingkan tahun lalu. Kondisi ekonomi ini mendorong sebagian konsumen untuk melirik kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih efisien untuk penggunaan jangka panjang.
Meskipun penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik semakin kuat, Edmunds menekankan bahwa diperlukan pengamatan lebih lanjut untuk memastikan apakah peningkatan ini merupakan perubahan perilaku konsumen jangka panjang atau sekadar respons sementara terhadap fluktuasi harga energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA resmi melarang pemain menggelar rapat taktis dengan pelatih saat kiper cedera di Piala Dunia 2026. Simak detail aturan terbaru dari Pierluigi Collina.
Studi ASCO 2026 menemukan hubungan antara insomnia dan peningkatan risiko kanker usia muda. Kasus kanker onset dini global naik hampir 80% dalam 30 tahun.
Apple dikabarkan mulai mengembangkan iOS 28 untuk 2027. Sistem operasi ini disebut menjadi fondasi iPhone edisi spesial 20 tahun dengan fitur AI lebih canggih.
Satpol PP Kota Jogja menjaring 11 remaja yang masih nongkrong lewat pukul 22.00 WIB saat patroli jam malam anak digencarkan.
Penelitian terbaru mengungkap mikroba usus memengaruhi jumlah kalori yang diserap tubuh. Diet tinggi serat terbukti membantu mengontrol berat badan.
Dalang muda tampil dalam Pentas Wayang Kulit dan Golek 2026 di Kulonprogo, memperkuat regenerasi seni tradisi dan budaya Jawa.