Buruan Cek! Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 8 Juli 2026 dari Pagi-Sore
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Rabu 8 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Ilustrasi -- Tampilan gambar yang dibuat menggunakan Muse Image. Meta
Harianjogja.com, JAKARTA—Meta resmi meluncurkan model pembuat gambar berbasis kecerdasan artifisial (AI) terbaru bernama Muse Image pada Selasa (7/7/2026). Teknologi ini dikembangkan oleh divisi Meta Superintelligence Labs dan langsung tersedia untuk publik melalui berbagai platform populer milik perusahaan.
Berdasarkan laporan TechCrunch, fitur yang sebelumnya memiliki nama kode internal “Mango” tersebut kini dapat diakses secara gratis melalui aplikasi Meta AI, WhatsApp, serta Instagram Stories.
Bisa Buat Gambar dari Perintah Teks
Meta menjelaskan, Muse Image memungkinkan pengguna menghasilkan gambar hanya dengan memasukkan perintah teks (prompt), mirip dengan layanan AI generatif lainnya.
Untuk memudahkan pengguna, Meta juga menghadirkan fitur “preset” berupa prompt siap pakai. Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang ingin membuat gambar dengan cepat tanpa harus menyusun deskripsi secara detail.
Sorotan Privasi Pengguna Instagram
Meski menawarkan kemudahan, kehadiran Muse Image menuai perhatian terkait isu privasi. Pasalnya, sistem ini memungkinkan pengguna memanfaatkan foto dari akun Instagram publik untuk diolah menjadi gambar baru berbasis AI.
Pengguna cukup menandai akun Instagram tertentu, kemudian sistem dapat mengambil referensi visual dari foto yang tersedia secara publik. Menariknya, pemilik akun tidak akan menerima notifikasi ketika konten mereka digunakan untuk keperluan tersebut.
Namun demikian, Meta menegaskan bahwa pengguna tetap memiliki kendali atas data mereka. Perusahaan menyediakan pengaturan privasi yang memungkinkan pengguna menonaktifkan penggunaan konten mereka untuk kebutuhan pembuatan AI.
Bisa untuk Iklan hingga Desain Interior
Selain membuat gambar kreatif, Muse Image juga dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan lain, termasuk pembuatan materi iklan secara otomatis.
Meta mencontohkan, teknologi ini dapat digunakan untuk memvisualisasikan desain interior, seperti menampilkan furnitur dalam suatu ruangan sebelum dibeli. Fitur ini bahkan direncanakan akan terintegrasi dengan Facebook Marketplace untuk mendukung pengalaman belanja digital yang lebih interaktif.
Tak hanya itu, Muse juga dilengkapi kemampuan penyuntingan berbasis prompt. Pengguna dapat menambahkan atau menghapus objek dalam gambar, membuat ilustrasi baru, hingga menghasilkan kode QR yang berfungsi sesuai instruksi.
Terintegrasi dengan Instagram Stories
Bersamaan dengan peluncuran Muse Image, Meta juga memperkenalkan serangkaian efek AI baru di Instagram Stories. Fitur ini memungkinkan pengguna menerapkan filter canggih serta melakukan modifikasi visual secara instan.
Gratis dengan Batas Penggunaan
Meta menyebut Muse Image dapat digunakan secara gratis untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, setelah melewati batas penggunaan tertentu, pengguna akan dikenakan biaya langganan untuk terus mengakses fitur secara penuh.
Peluncuran Muse Image menjadi langkah terbaru Meta dalam memperkuat ekosistem AI generatifnya, sekaligus memperluas integrasi teknologi AI ke dalam platform media sosial yang digunakan miliaran orang di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Rabu 8 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
DFC melihat peluang investasi di Indonesia, mulai dari energi nuklir hingga infrastruktur dan jasa keuangan.
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Sales Town Hall 2026 menjadi momentum untuk membangkitkan semangat para tenaga penjualan agar terus menciptakan prestasi yang lebih tinggi
Konsumsi serat ternyata membantu meningkatkan kualitas tidur lewat kesehatan usus dan hormon melatonin.
IHSG melemah ke 5.984 dipicu sentimen global, geopolitik, dan sikap hati-hati investor jelang keputusan The Fed.