Proses Pencarian Pesawat ATR 42-500 Capai Titik Baru, Ini Kata Menhub
Tim SAR menemukan serpihan diduga pesawat ATR 42-500 di Maros-Pangkep. Menhub memastikan pencarian diperluas dan informasi disampaikan resmi.
TikTok - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Platform media sosial seperti Threads, Instagram, dan TikTok mulai memberikan kendali lebih besar kepada pengguna dalam mengatur konten yang muncul di feed mereka. Melalui berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), pengguna kini dapat secara langsung menentukan topik yang ingin lebih sering maupun lebih jarang ditampilkan tanpa hanya bergantung pada respons algoritma terhadap aktivitas mereka.
Perubahan ini menandai pergeseran pendekatan platform media sosial dalam sistem rekomendasi konten. Jika sebelumnya algoritma menjadi faktor dominan yang menentukan apa yang muncul di beranda pengguna, kini perusahaan teknologi mulai membuka ruang agar pengguna dapat mengarahkan pengalaman digital mereka secara lebih personal.
Dikutip dari TechCrunch, Kamis (18/6/2026), sejumlah platform telah memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengelola preferensi rekomendasi konten secara lebih transparan dan fleksibel.
Threads
Threads meluncurkan fitur baru bernama Your Algo pada 16 Juni 2026. Fitur ini merupakan pengembangan dari Dear Algo, yang sebelumnya memungkinkan pengguna memengaruhi rekomendasi feed melalui unggahan publik.
Melalui Dear Algo, pengguna dapat menyampaikan preferensi dengan membuat unggahan mengenai jenis konten yang ingin lebih banyak ditampilkan. Misalnya, pengguna dapat menuliskan keinginan untuk melihat lebih banyak konten seputar podcast atau topik tertentu.
Lewat fitur Your Algo, preferensi tersebut kini dapat disampaikan secara pribadi tanpa harus membuat unggahan yang dapat dilihat pengguna lain. Pengguna dapat meminta Threads untuk menampilkan lebih banyak maupun lebih sedikit konten terkait topik tertentu sesuai kebutuhan mereka.
Selain itu, pengguna juga dapat menentukan durasi berlakunya preferensi tersebut, mulai dari satu hari, tiga hari, hingga tujuh hari.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta lebih banyak konten olahraga sekaligus mengurangi kemunculan berita yang dianggap memicu stres atau mengganggu kenyamanan saat menggunakan platform.
Instagram juga memperluas fitur Your Algorithm yang memungkinkan pengguna memahami sekaligus mengelola faktor-faktor yang memengaruhi rekomendasi konten pada akun mereka.
Melalui menu pengaturan, pengguna dapat melihat berbagai topik yang dianggap menarik oleh Instagram berdasarkan aktivitas yang dilakukan di platform tersebut.
Setelah mengetahui daftar minat yang terdeteksi sistem, pengguna dapat menyesuaikannya dengan menentukan topik yang ingin lebih sering maupun lebih jarang ditampilkan pada feed mereka.
Fitur ini sebelumnya hanya tersedia untuk Reels sejak akhir 2025.
Kini, Instagram telah memperluas cakupan fitur tersebut ke feed utama dan halaman Explore sehingga pengguna memiliki kendali yang lebih luas terhadap rekomendasi konten.
Kepala Instagram, Adam Mosseri, mengatakan perkembangan teknologi AI, khususnya large language model (LLM), membuat sistem rekomendasi semakin mudah dipahami pengguna.
Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengetahui alasan suatu konten muncul di feed mereka sekaligus memberikan masukan yang lebih spesifik kepada algoritma agar rekomendasi menjadi lebih relevan.
TikTok
TikTok menjadi salah satu platform yang lebih dulu menghadirkan fitur pengaturan rekomendasi melalui Manage Topics yang diluncurkan pada 2024.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengatur frekuensi kemunculan berbagai kategori konten di halaman For You, mulai dari olahraga, perjalanan, humor, berita terkini, makanan, hingga tari.
Pengguna cukup menyesuaikan pengaturan pada masing-masing kategori sesuai preferensi pribadi. Semakin tinggi tingkat pengaturan yang dipilih, semakin sering konten terkait akan direkomendasikan oleh algoritma TikTok.
Pada 2025, TikTok kemudian memperkuat kemampuan tersebut melalui fitur Smart Keyword Filters berbasis AI.
Fitur ini memungkinkan sistem menyaring tidak hanya kata kunci tertentu, tetapi juga berbagai istilah lain yang memiliki makna serupa.
Sebagai contoh, ketika pengguna ingin mengurangi konten terkait renovasi rumah dan memblokir kata remodeling, sistem secara otomatis juga akan membatasi konten yang memuat kata renovation maupun istilah lain yang masih berkaitan dengan topik tersebut.
Hadirnya berbagai fitur pengaturan algoritma di Threads, Instagram, dan TikTok menunjukkan perubahan arah industri media sosial yang semakin menempatkan pengguna sebagai pengendali utama pengalaman digital mereka. Platform tidak lagi sepenuhnya mengandalkan algoritma untuk menentukan konten yang muncul di feed, melainkan mulai memberikan kesempatan lebih besar kepada pengguna untuk membentuk preferensi kontennya sendiri secara langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Menaker Yassierli membuka peluang revisi Permenaker Outsourcing 2026 setelah muncul aspirasi dari buruh dan pengusaha terkait sektor alih daya.
Badan Pusat Statistik (BPS) menerjunkan 4.082 petugas untuk mendata sekitar 606.000 pelaku usaha di DIY melalui Sensus Ekonomi 2026
Implementasi B50 mulai 1 Juli 2026 diproyeksikan menghemat devisa Rp157,28 triliun, mengurangi impor solar, dan meningkatkan nilai tambah sawit.
Rekonstruksi kasus pembunuhan perempuan di Kali Ngrowo mengungkap korban meninggal akibat kekerasan fisik sebelum jasadnya dibuang.
Ribuan jemaah menyaksikan pergantian kiswah Ka'bah di Masjidil Haram menjelang 1 Muharam. Tradisi ini sarat makna spiritual dan sejarah.