Mobil Bergetar Saat Gigi 3, Jangan Diabaikan Ini Penyebabnya

Jumali
Jumali Senin, 13 Juli 2026 09:37 WIB
Mobil Bergetar Saat Gigi 3, Jangan Diabaikan Ini Penyebabnya

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Munculnya getaran saat mobil berpindah ke gigi 3 sering kali membuat pengemudi merasa tidak nyaman. Gejala ini bisa muncul sesaat ketika perpindahan gigi terjadi atau terus terasa ketika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu.

Meski terlihat ringan, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Getaran yang muncul saat gigi 3 dapat menjadi pertanda adanya komponen yang mulai aus atau mengalami gangguan pada sistem penggerak kendaraan.

Dilansir dari laman Daihatsu, pada banyak kasus, sumber masalah berasal dari sistem kopling. Kampas kopling yang sudah aus atau penggantian kampas tanpa disertai cover kopling dapat membuat penyaluran tenaga mesin ke transmisi menjadi tidak stabil. Akibatnya, muncul getaran yang paling terasa ketika kendaraan mulai mendapatkan beban lebih besar, termasuk saat berada di gigi 3.

Selain sistem kopling, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan kondisi mounting mesin. Komponen ini berfungsi meredam getaran mesin agar tidak merambat ke bodi maupun kabin mobil.

Seiring usia pemakaian, karet pada mounting dapat mengeras, retak, atau bahkan pecah. Saat kemampuan meredam getaran menurun, getaran mesin akan lebih mudah terasa hingga ke dalam kabin, terutama ketika mesin bekerja pada putaran tertentu.

Penyebab lain yang cukup sering ditemukan adalah kerusakan pada komponen synchromesh di dalam transmisi manual. Komponen ini bertugas menyelaraskan putaran antar gigi agar proses perpindahan transmisi berlangsung halus.

Ketika synchromesh mengalami keausan, perpindahan gigi menjadi kurang mulus. Pengemudi biasanya merasakan getaran, suara kasar, atau kesulitan saat memasukkan gigi 3.

Tidak hanya berasal dari transmisi, masalah pada sistem pembakaran juga dapat memicu getaran kendaraan. Busi yang kotor, koil yang melemah, atau campuran bahan bakar dan udara yang tidak ideal dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

Akibatnya tenaga mesin yang dihasilkan menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut kemudian memunculkan getaran yang dapat dirasakan ketika kendaraan melaju, termasuk saat berada di gigi 3.

Pemilik kendaraan juga perlu memeriksa kondisi kaki-kaki mobil. Komponen seperti ball joint, tie rod, maupun bearing roda yang mulai aus dapat memunculkan getaran saat kendaraan mencapai kecepatan tertentu.

Berbeda dengan getaran akibat transmisi, gangguan pada kaki-kaki biasanya lebih terasa pada setir dan berubah mengikuti kecepatan kendaraan.

Khusus mobil dengan sistem penggerak roda belakang, propeller shaft dan cross joint juga perlu mendapat perhatian. Jika kedua komponen tersebut mengalami keausan, kekeringan pelumas, atau kelonggaran, getaran dapat muncul ketika tenaga mesin disalurkan ke gardan.

Karena itu, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah penting untuk menemukan sumber masalah secara tepat.

Untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, pemilik kendaraan disarankan melakukan servis berkala. Kampas kopling sebaiknya diganti bersamaan dengan cover kopling agar kinerja sistem tetap optimal.

Pemeriksaan mounting mesin, sistem pengapian, kaki-kaki, hingga komponen transmisi juga perlu dilakukan secara rutin. Jika getaran mulai terasa semakin kuat atau muncul suara tidak normal, kendaraan sebaiknya segera dibawa ke bengkel terpercaya untuk dilakukan diagnosis lebih lanjut.

Semakin cepat penyebab getaran ditemukan, semakin kecil risiko kerusakan merembet ke komponen lain. Langkah ini juga dapat membantu pemilik kendaraan menghindari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online