AI Apple Resmi Masuk China! Baidu & Alibaba Jadi Otak di Baliknya

Jumali
Jumali Jum'at, 17 Juli 2026 08:27 WIB
AI Apple Resmi Masuk China! Baidu & Alibaba Jadi Otak di Baliknya

Logo Apple - ist/apple inc

Harianjogja.com, BEIJING— Pengguna iPhone di China akhirnya bisa bernapas lega. Setelah hampir dua tahun penantian, Apple Intelligence resmi mendapat persetujuan dari otoritas siber China. Layanan kecerdasan buatan buatan Apple ini telah didaftarkan ke Cyberspace Administration of China (CAC), sebuah keharusan bagi semua produk AI yang beroperasi di negara tersebut sebelum bisa ditawarkan ke publik.

Namun, ada satu hal yang perlu dicatat: versi China tidak akan sama persis dengan yang sudah dinikmati pengguna di Amerika Serikat, Eropa, dan berbagai negara Asia lainnya sejak Oktober 2024 lalu.

Apa sih sebenarnya yang membuat Apple Intelligence sulit masuk China? Jawabannya adalah regulasi. Sejak Agustus 2023, China memberlakukan aturan ketat bahwa semua layanan AI generatif yang beroperasi di dalam negeri harus terdaftar di CAC.

Selain itu, ada syarat tambahan yang tak kalah berat: AI yang beroperasi di China wajib mematuhi kebijakan konten pemerintah, termasuk soal topik-topik sensitif politik, dan semua data pengguna harus disimpan di server yang berlokasi di China. Persyaratan inilah yang menjadi hambatan besar bagi Apple, karena arsitektur Apple Intelligence di negara lain sangat bergantung pada model AI buatan Apple dan mitra seperti OpenAI yang berjalan di server luar China.

Untuk bisa masuk ke China, Apple harus membangun ulang layanan mereka dari nol. Dan hasilnya, Apple Intelligence versi China akan menggabungkan kemampuan dari model AI yang dikembangkan oleh dua raksasa teknologi lokal: Baidu dan Alibaba. Alibaba telah mengkonfirmasi bahwa model Qwen mereka akan diintegrasikan ke Apple Intelligence di iOS, iPadOS, macOS, dan visionOS di China.

Sementara itu, juru bicara Baidu juga membenarkan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan Apple untuk mengembangkan fitur Apple Intelligence bagi pengguna iPhone di China. Artinya, kalau di AS dan negara lain Apple Intelligence didukung oleh model AI buatan Apple dan OpenAI ChatGPT, di China model utamanya diganti dengan Qwen buatan Alibaba, plus dukungan model Baidu.

Meski sudah mendapat lampu hijau, Apple belum mengumumkan tanggal pasti peluncurannya. Pengumuman dari regulator siber China hanya menyatakan bahwa layanan sudah terdaftar. Soal kapan benar-benar rilis, itu sepenuhnya keputusan Apple.

Namun, dengan status pendaftaran resmi yang sudah dikantongi, hambatan legal utama sudah teratasi. Kini tinggal masalah teknis dan persiapan operasional. Kemungkinan besar, Apple Intelligence versi China akan tersedia bersamaan dengan peluncuran versi iOS yang lebih baru, bisa jadi lewat pembaruan iOS 26.5 atau iOS 27 di akhir tahun ini.

Kehadiran Apple Intelligence di China bukan sekadar soal fitur, ini adalah langkah bisnis yang krusial. Selama beberapa tahun terakhir, penjualan iPhone di China menghadapi tekanan berat dari persaingan ketat dengan Huawei, Xiaomi, dan Oppo. Salah satu keluhan utama konsumen China adalah iPhone tidak menawarkan fitur AI secanggih smartphone lokal. Xiaomi, Huawei, dan Vivo sudah lama menyematkan fitur AI canggih di ponsel mereka, sementara iPhone di China terlihat "kosong" tanpa kecerdasan buatan.

Dengan hadirnya Apple Intelligence, keluhan itu setidaknya bisa terjawab. iPhone di China kini bisa punya fitur AI seperti terjemahan real-time, ringkasan e-mail, dan bantuan AI di berbagai aplikasi. Menariknya, menurut data terbaru, Apple justru mencatat pertumbuhan di China pada kuartal kedua 2026, di tengah pasar smartphone yang secara umum menyusut. Bersama Huawei, Apple menjadi salah satu dari sedikit merek yang berhasil tumbuh.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online