AI Claude Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Jumali
Jumali Jum'at, 17 Juli 2026 13:47 WIB
AI Claude Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Pemain timnas Spanyol, Lamine Yamal./X-SEFutbol\r\n\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah prediksi menarik datang dari dunia kecerdasan buatan. Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, AI Claude meramalkan bahwa Spanyol akan keluar sebagai juara dunia. Prediksi ini dihasilkan dari simulasi turnamen yang dijalankan sebanyak 50.000 kali, dengan menggunakan data historis pertandingan sepak bola internasional yang dimulai sejak 1872 .

Sistem ini dibangun oleh Divyesh Vekariya, seorang Senior iOS Engineer, yang memanfaatkan Claude untuk mengumpulkan data, membangun sistem peringkat, dan menjalankan simulasi. "Saya meminta Claude memahami bentuk masalah ini dalam bahasa sederhana, mengumpulkan data historis, membangun sistem peringkat, memvalidasinya, mensimulasikan bagan pertandingan," tulis Vekariya dalam laman Medium . Ia menambahkan bahwa Claude mengerjakan sebagian besar tugas berat, mulai dari menulis pipeline data, menyesuaikan model, hingga menghasilkan grafik-grafik.

Model ini menggunakan metode pemeringkatan Elo, yang juga digunakan dalam olahraga seperti catur. Setiap kemenangan meningkatkan rating sebuah tim, sementara kekalahan dari tim dengan peringkat lebih rendah dapat membuat rating turun lebih besar. Sistem juga memperhitungkan faktor-faktor seperti seberapa mengejutkan hasil pertandingan, selisih kemenangan, serta pentingnya pertandingan. Laga Piala Dunia, misalnya, memiliki pengaruh jauh lebih besar terhadap rating dibandingkan pertandingan persahabatan.

Hasil pemeringkatan menunjukkan Spanyol dan Argentina berada di puncak, di atas tim-tim besar lainnya seperti Prancis, Inggris, dan Portugal. Setelah mendapatkan rating, sistem kemudian menggunakan model statistik Poisson untuk memperkirakan jumlah gol yang dapat dicetak masing-masing tim. Model ini memungkinkan sistem menghasilkan probabilitas berbagai skor, bukan sekadar memprediksi pemenang pertandingan.

Sebelum digunakan untuk memprediksi Piala Dunia 2026, model tersebut diuji menggunakan Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022. Model memprediksi hasil pertandingan dengan benar sebesar 62,5% pada 2014, 54,7% pada 2018, dan 46,9% pada 2022. Secara keseluruhan, model berhasil memprediksi 105 dari 192 pertandingan fase grup dan fase gugur dalam tiga turnamen tersebut, atau sekitar 55%.

Namun, pengujian tersebut juga menunjukkan bahwa prediksi sepak bola sangat sulit. Model gagal memilih juara sebenarnya sebagai favorit utama dalam tiga Piala Dunia terakhir. Pada 2014, Brasil menjadi tim dengan rating tertinggi sebelum akhirnya kalah 1-7 dari Jerman di semifinal. Pada 2018, Jerman dan Brasil menjadi dua tim teratas, sementara Prancis yang menjadi juara berada di luar lima besar. Pada 2022, Brasil dan Prancis berada di atas Argentina, yang kemudian keluar sebagai juara.

Untuk Piala Dunia 2026, dari 50.000 simulasi turnamen, Spanyol keluar sebagai tim yang paling sering menjadi juara. Peluangnya setara dengan sekitar satu kemenangan dalam setiap 3,4 simulasi. Argentina menempati posisi kedua, disusul Prancis. Inggris, Portugal, dan Jerman kemudian membentuk kelompok penantang berikutnya.

Sistem juga memperkirakan Spanyol dan Argentina memiliki peluang besar bertemu di final. Duel Spanyol vs Argentina menjadi pasangan final yang paling sering muncul dalam simulasi, sekitar satu dari setiap 11 simulasi. "Mereka menjadi pasangan final yang paling mungkin terjadi di antara dua tim mana pun, dengan selisih yang cukup jauh dibandingkan final yang paling sering muncul berikutnya, yaitu Inggris melawan Spanyol, yang frekuensinya kurang dari setengahnya," jelas Vekariya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online