Privasi Pengguna AI Terancam? Ini Cara Menghapus Shared Chat di Claude

Jumali
Jumali Rabu, 29 Juli 2026 10:57 WIB
Privasi Pengguna AI Terancam? Ini Cara Menghapus Shared Chat di Claude

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pengguna chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) kini semakin sering memanfaatkan fitur berbagi percakapan untuk kolaborasi maupun bertukar informasi. Namun, insiden yang sempat menyeret fitur Shared Chat milik Claude AI menunjukkan bahwa kemudahan tersebut juga dapat menimbulkan risiko privasi apabila tidak digunakan dengan hati-hati.

Belakangan, fitur Shared Chat Claude AI menjadi perbincangan setelah sejumlah tautan percakapan pengguna diketahui sempat muncul dalam hasil pencarian Google. Temuan tersebut memicu kekhawatiran karena percakapan yang awalnya dibagikan melalui tautan khusus berpotensi diakses lebih luas daripada yang dibayangkan pengguna.

Shared Chat sendiri merupakan fitur yang memungkinkan pengguna Claude AI membagikan isi percakapan kepada orang lain melalui sebuah link. Fitur ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan kerja, diskusi proyek, berbagi hasil analisis, hingga kolaborasi tim.

Meski praktis, sistem ini memiliki konsekuensi penting. Siapa pun yang memperoleh tautan tersebut dapat melihat isi percakapan yang dibagikan. Karena itu, pengguna seharusnya tidak memasukkan data yang bersifat sensitif ke dalam percakapan yang akan dibagikan kepada pihak lain.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah pengguna internet menemukan halaman Shared Chat yang dapat ditemukan melalui pencarian Google menggunakan operator pencarian tertentu. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa sebagian percakapan yang dibagikan berpotensi terindeks oleh mesin pencari.

Laporan media teknologi menyebutkan penyebab sementara diduga berkaitan dengan tidak diterapkannya tag "noindex" pada sebagian halaman Shared Chat. Tag tersebut umumnya digunakan untuk memberi tahu mesin pencari agar tidak memasukkan suatu halaman ke dalam indeks pencarian publik.

Akibatnya, beberapa percakapan yang seharusnya hanya dapat diakses melalui tautan langsung sempat muncul dalam hasil pencarian. Isi percakapan yang terekspos dilaporkan mencakup berbagai topik, mulai dari diskusi profesional, pemecahan masalah teknis, hingga percakapan pribadi.

Meski demikian, pihak Anthropic selaku pengembang Claude AI telah mengambil langkah perbaikan. Tautan yang sempat terindeks kini dilaporkan telah dihapus dari hasil pencarian Google dan sistem perlindungan tambahan diterapkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Bagi pengguna yang pernah membagikan percakapan melalui Shared Chat, ada baiknya melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh tautan yang masih aktif.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah masuk ke akun Claude AI, kemudian membuka menu pengaturan atau Settings. Setelah itu pilih bagian Privacy dan masuk ke menu Shared Chats untuk melihat seluruh daftar percakapan yang pernah dibagikan.

Pengguna disarankan meninjau satu per satu tautan yang masih aktif. Jika terdapat percakapan yang sudah tidak relevan atau tidak lagi perlu dibagikan, tautan tersebut sebaiknya segera dihapus atau dinonaktifkan.

Selain itu, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat membantu menjaga keamanan data saat menggunakan chatbot AI.

Pertama, hindari memasukkan informasi yang sangat sensitif seperti kata sandi, nomor identitas pribadi, data perbankan, informasi kesehatan, maupun dokumen internal perusahaan yang bersifat rahasia.

Kedua, pastikan tautan percakapan hanya dibagikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan akses. Semakin sedikit pihak yang menerima tautan, semakin kecil pula risiko penyebaran informasi tanpa izin.

Ketiga, lakukan audit berkala terhadap seluruh fitur berbagi yang digunakan di berbagai platform AI. Langkah ini penting karena banyak pengguna sering kali lupa bahwa mereka pernah membagikan sebuah percakapan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun sebelumnya.

Insiden Shared Chat Claude AI menjadi pelajaran penting bahwa keamanan digital tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam mengelola data pribadi. Seiring semakin populernya layanan AI, kesadaran terhadap privasi digital menjadi hal yang tidak kalah penting dibanding kemampuan memanfaatkan teknologi itu sendiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online