Mesin Mobil Harus Mati Saat Isi BBM, Ternyata Ini Alasannya

Jumali
Jumali Kamis, 24 September 2026 22:37 WIB
Mesin Mobil Harus Mati Saat Isi BBM, Ternyata Ini Alasannya

Foto ilustrasi BBM. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Mematikan mesin kendaraan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU bukan sekadar formalitas. Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan untuk mengurangi potensi sumber penyalaan di sekitar uap bahan bakar.

Ketika tutup tangki dibuka dan BBM dialirkan ke kendaraan, uap bahan bakar dapat berada di sekitar area pengisian. Bensin memiliki sifat mudah terbakar sehingga keberadaan sumber panas atau percikan di dekat dispenser perlu diminimalkan.

Karena itu, pengemudi diminta mematikan mesin sebelum petugas mulai mengisi BBM.

Mengapa Mesin Harus Dimatikan?

Mesin kendaraan yang sedang bekerja memiliki berbagai komponen yang menghasilkan panas dan menggunakan sistem kelistrikan. Mematikan mesin membuat sumber energi tersebut tidak lagi bekerja selama proses pengisian.

Tujuannya bukan karena mesin yang menyala pasti akan menyebabkan kebakaran, melainkan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyalaan di area yang memiliki uap bahan bakar.

Prinsip keselamatan ini juga berlaku pada kendaraan lain, termasuk sepeda motor. Setelah kendaraan berhenti di posisi pengisian, matikan mesin dan jangan menyalakannya kembali sampai proses pengisian selesai.

Listrik Statis Juga Perlu Diwaspadai

Selain sumber penyalaan dari kendaraan, listrik statis merupakan salah satu risiko yang perlu diperhatikan ketika mengisi BBM.

Muatan listrik statis dapat terbentuk pada tubuh seseorang, misalnya akibat gesekan pakaian dengan jok kendaraan. Dalam kondisi tertentu, pelepasan muatan tersebut dapat menghasilkan percikan.

NFPA mencatat bahwa listrik statis dan sumber penyalaan dari kendaraan merupakan potensi bahaya yang perlu diperhatikan di fasilitas pengisian bahan bakar.

Karena itu, jangan melakukan aktivitas yang tidak diperlukan selama pengisian BBM dan ikuti instruksi petugas SPBU.

Benarkah Ponsel Bisa Memicu Kebakaran?

Larangan menggunakan ponsel di sekitar dispenser BBM sering dikaitkan dengan kekhawatiran bahwa sinyal ponsel dapat memicu api. Namun, penjelasan tersebut perlu diluruskan.

Kajian yang dirujuk NFPA menemukan bahwa penggunaan ponsel di stasiun pengisian bensin dalam kondisi normal memiliki risiko yang sangat kecil untuk menyebabkan kebakaran. Penelitian sebelumnya juga tidak menemukan insiden kebakaran yang dapat dibuktikan disebabkan oleh penggunaan ponsel di SPBU.

Meski demikian, aturan keselamatan SPBU tetap perlu dipatuhi. Di Indonesia, informasi resmi MyPertamina menyebut penggunaan ponsel untuk menunjukkan QR Code diperbolehkan dari dalam kendaraan atau pada jarak aman 1,5 meter dari dispenser. Namun, komunikasi telepon dan penggunaan kamera dengan flash dilarang di zona berbahaya.

Artinya, larangan tersebut lebih tepat dipahami sebagai aturan keselamatan operasional, bukan bukti bahwa gelombang sinyal ponsel secara normal dapat menyalakan uap bensin.

Jangan Merokok di Area Pengisian

Berbeda dengan ponsel, rokok jelas memiliki sumber api terbuka sehingga tidak boleh digunakan ketika berada di area pengisian BBM.

Uap bahan bakar yang berada di sekitar kendaraan dapat terbakar apabila bertemu sumber penyalaan. Karena itu, jangan merokok ketika mengisi BBM maupun di area yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang untuk aktivitas tersebut.

Hindari Mengisi BBM Sampai Tumpah

Pengisian juga sebaiknya dihentikan ketika tangki sudah mencapai kapasitasnya. BBM yang tumpah dapat menghasilkan uap dan menciptakan kondisi yang tidak aman di sekitar kendaraan.

Jika terjadi tumpahan, segera beri tahu petugas SPBU agar area tersebut dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan.

Jangan Nyalakan Kendaraan Sebelum Pengisian Selesai

Setelah pengisian selesai, pastikan selang sudah dikembalikan ke tempatnya dan petugas menyelesaikan proses pengisian sebelum mesin kendaraan dinyalakan kembali.

Pengemudi juga sebaiknya tetap berada di dekat kendaraan dan mengikuti arahan petugas selama proses pengisian.

Intinya, Matikan Mesin Bukan Karena Mesin Pasti Memicu Kebakaran

Mematikan mesin kendaraan saat mengisi BBM merupakan langkah pencegahan sederhana. Tidak berarti setiap kendaraan dengan mesin menyala akan langsung menyebabkan kebakaran, tetapi menghilangkan sumber penyalaan yang tidak diperlukan merupakan bagian dari praktik keselamatan.

Karena itu, ketika tiba di SPBU, cukup lakukan beberapa hal sederhana: parkir sesuai posisi, matikan mesin, jangan merokok, ikuti instruksi petugas, dan hindari aktivitas yang tidak diperlukan selama pengisian BBM.

Langkah kecil tersebut membantu mengurangi risiko di area yang memang memiliki bahan mudah terbakar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online