Paramount-Warner Bros Jadi Skydance, Ini Aset yang Bergabung
Paramount dan Warner Bros akan menjadi Skydance pada 6 Oktober. Simak aset, pimpinan, dan waralaba yang bergabung.
Logo Android. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Google mulai memberlakukan verifikasi pengembang Android di Indonesia sejak 30 September 2026. Kebijakan ini membuat pemasangan aplikasi dari sejumlah toko aplikasi dan sumber tertentu menjadi lebih ketat pada perangkat Android bersertifikasi.
Aturan tersebut merupakan bagian dari program Android developer verification yang mewajibkan aplikasi dikaitkan dengan identitas pengembang yang telah diverifikasi Google. Indonesia menjadi salah satu dari empat negara yang masuk tahap awal penerapan bersama Brasil, Singapura, dan Thailand.
Kebijakan ini terutama dirasakan pengguna yang memasang aplikasi di luar jalur yang selama ini dianggap umum. Namun, Google tidak menghapus kemampuan sideloading. Pengguna tingkat lanjut masih dapat memasang aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi melalui mekanisme khusus.
Google menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk menambah lapisan keamanan Android, terutama terhadap aplikasi berbahaya dan penipuan yang memanfaatkan proses sideloading. Perusahaan mengatakan verifikasi identitas pengembang membuat pelaku lebih sulit menggunakan anonimitas untuk menyebarkan aplikasi berbahaya secara berulang.
Pada tahap pertama, perlindungan baru berlaku untuk pemasangan aplikasi melalui tujuh toko aplikasi yang telah ditentukan Google. Daftarnya terdiri dari Google Play, HONOR App Market, OPPO App Market, Galaxy Store, Palm Store, V-Appstore, dan GetApps.
Dengan demikian, aplikasi yang belum terdaftar atas nama pengembang terverifikasi dapat diblokir ketika pengguna mencoba memasangnya melalui toko-toko yang masuk dalam tahap awal tersebut.
Kebijakan ini diterapkan pada perangkat Android bersertifikasi yang menjalankan Android 7 atau versi lebih baru, berdasarkan dokumentasi resmi program Android developer verification. Google menyebut perlindungan tersebut dikirim melalui layanan Google dan berlaku pada perangkat yang memenuhi persyaratan sertifikasi.
Google berencana memperluas penerapan verifikasi ke toko aplikasi Android pihak ketiga lainnya. Sementara pada 2027 dan seterusnya, persyaratan tersebut akan diperluas secara global ke aplikasi pada perangkat Android bersertifikasi.
Artinya, perubahan pada 30 September 2026 bukanlah tahap akhir. Google sedang menjalankan penerapan bertahap sebelum kebijakan tersebut diperluas ke lebih banyak sumber pemasangan aplikasi.
Bagi pengguna yang memang membutuhkan aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi, Google tetap menyediakan jalur pemasangan. Salah satunya adalah Android Debug Bridge (ADB), sedangkan opsi lainnya adalah advanced flow yang dirancang khusus bagi pengguna tingkat lanjut.
Google menegaskan bahwa ADB tetap dapat digunakan seperti sebelumnya dan tidak terkena masa tunggu 24 jam yang diterapkan pada advanced flow.
Sementara itu, advanced flow dibuat untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan sebelum pengguna mengizinkan pemasangan aplikasi yang belum terdaftar. Pengguna perlu mengaktifkan Opsi Pengembang, melewati pemeriksaan keamanan, melakukan mulai ulang perangkat dan autentikasi, kemudian menunggu sekitar 24 jam sebelum menyelesaikan proses.
Setelah proses selesai, pengguna dapat memberikan izin pemasangan selama tujuh hari atau memilih izin tanpa batas waktu. Opsi ini ditujukan bagi pengguna yang memahami risiko pemasangan aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi.
Google mengatakan masa tunggu tersebut bukan sekadar hambatan teknis. Perusahaan merancangnya untuk menghadapi modus penipuan ketika pelaku menelepon korban dan mendesak mereka mematikan fitur keamanan atau memasang aplikasi tertentu saat percakapan masih berlangsung.
Menurut Google, penundaan 24 jam memberikan waktu bagi pengguna untuk menghentikan situasi tersebut, memutus komunikasi dengan pelaku, serta memastikan kembali apakah instruksi pemasangan aplikasi memang aman.
Google mengaitkan kebijakan ini dengan meningkatnya risiko penipuan dan malware yang memanfaatkan pemasangan aplikasi dari luar jalur resmi. Dalam penjelasan mengenai advanced flow, Google mengutip laporan Global Anti-Scam Alliance 2025 yang menyebut 57 persen orang dewasa yang disurvei mengalami penipuan dalam setahun terakhir, dengan kerugian konsumen secara global mencapai US$442 miliar.
Google juga sebelumnya menyebut hasil analisis internal yang menemukan lebih dari 90 kali lebih banyak malware dari sumber sideloading dibandingkan Google Play. Angka tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan memperkenalkan verifikasi identitas pengembang.
Dengan sistem baru, aplikasi tidak hanya diperiksa berdasarkan tempat pengguna mendapatkannya, tetapi juga berdasarkan identitas pengembang yang terhubung dengan aplikasi tersebut.
Perubahan ini juga dapat memengaruhi pengguna aplikasi yang telah dimodifikasi atau dibangun ulang oleh pihak ketiga. Aplikasi yang ditandatangani ulang dengan kunci digital berbeda dapat diperlakukan sebagai aplikasi yang berasal dari pengembang berbeda dari versi resminya.
Karena itu, pengguna aplikasi modifikasi perlu memperhatikan status pengembang dan jalur distribusinya setelah sistem verifikasi mulai diberlakukan. Tidak semua aplikasi di luar Google Play otomatis diblokir pada tahap awal, karena cakupan 30 September 2026 masih dibatasi pada toko aplikasi yang ditentukan Google.
Google juga menyediakan akun distribusi terbatas bagi pelajar dan pegiat hobi. Akun ini gratis dan memungkinkan aplikasi dibagikan kepada maksimal 20 perangkat yang telah diizinkan.
Untuk aplikasi yang didistribusikan melalui Google Play, Google mengatakan sekitar 99 persen aplikasi sudah terdaftar secara otomatis. Pengembang masih dapat melakukan pendaftaran secara manual untuk aplikasi yang belum masuk dalam sistem atau aplikasi yang juga didistribusikan di luar Google Play.
Bagi pengguna Android di Indonesia, dampak paling nyata dari kebijakan ini akan bergantung pada sumber aplikasi yang digunakan. Pengguna yang memasang aplikasi dari sumber terverifikasi kemungkinan tidak mengalami perubahan besar, sedangkan mereka yang rutin memasang aplikasi dari pengembang tidak terverifikasi perlu memahami mekanisme advanced flow atau tetap menggunakan ADB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paramount dan Warner Bros akan menjadi Skydance pada 6 Oktober. Simak aset, pimpinan, dan waralaba yang bergabung.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.