iPhone Lipat Pertama Hanya untuk AS di Awal, Fanboy Global Sabar Dulu

Jumali
Jumali Senin, 17 Agustus 2026 09:37 WIB
iPhone Lipat Pertama Hanya untuk AS di Awal, Fanboy Global Sabar Dulu

Logo Apple - ist/apple inc

Harianjogja.com, JOGJA— Antusiasme terhadap iPhone layar lipat pertama Apple terus meningkat menjelang peluncurannya. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa perangkat yang diduga bernama iPhone Ultra itu kemungkinan tidak langsung tersedia secara global saat diperkenalkan.

Berdasarkan laporan media teknologi Australia, ChannelNews, Apple disebut akan memperkenalkan iPhone Ultra bersamaan dengan peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026. Meski demikian, penjualan perdana perangkat lipat tersebut dikabarkan hanya akan dilakukan di Amerika Serikat.

Jika informasi tersebut benar, konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia, harus menunggu beberapa bulan sebelum bisa mendapatkan perangkat terbaru Apple tersebut.

Pasokan Terbatas Jadi Kendala Utama

Laporan tersebut menyebut Apple memilih strategi peluncuran bertahap karena menghadapi keterbatasan pasokan dan tantangan produksi.

Sumber yang dikutip ChannelNews menyebutkan bahwa iPhone Ultra akan lebih dulu dipasarkan di Amerika Serikat. Setelah itu, perangkat tersebut baru akan masuk ke sejumlah pasar utama lain, termasuk Tiongkok, dalam rentang dua hingga tiga bulan berikutnya.

Keterbatasan produksi disebut menjadi alasan utama. Apple dikabarkan hanya menargetkan produksi sekitar 7 juta unit iPhone Ultra sepanjang paruh kedua 2026.

Jumlah tersebut tergolong kecil untuk ukuran produk global Apple yang biasanya memiliki permintaan sangat tinggi sejak hari pertama peluncuran.

Produksi Mundur dari Jadwal Awal

Informasi lain mengungkapkan bahwa proses produksi massal iPhone Ultra mengalami keterlambatan.

Awalnya, produksi perangkat lipat pertama Apple itu direncanakan dimulai pada Juni 2026. Namun, jadwal tersebut disebut mundur hingga awal Agustus karena sejumlah tantangan teknis.

Kompleksitas desain perangkat lipat menjadi faktor yang paling banyak disorot. Apple dikabarkan masih melakukan penyempurnaan pada sistem engsel, kualitas layar lipat, serta proses perakitan perangkat agar memenuhi standar yang selama ini menjadi ciri khas produknya.

Selain itu, sejumlah laporan menyebut Apple masih melakukan pengujian terhadap unit produksi awal sebelum memulai distribusi dalam skala besar.

Harga Masih Menjadi Tanda Tanya

Selain masalah produksi, Apple juga disebut belum menetapkan harga final untuk iPhone Ultra.

Meski belum ada informasi resmi, sejumlah analis memperkirakan perangkat tersebut akan dibanderol di kisaran US$2.299 hingga US$2.499 atau sekitar Rp37 juta hingga Rp41 juta jika menggunakan kurs saat ini.

Harga tersebut berpotensi menjadikan iPhone Ultra sebagai salah satu iPhone paling mahal yang pernah dipasarkan Apple.

Banderol tinggi itu dinilai wajar mengingat perangkat lipat membutuhkan teknologi layar dan mekanisme engsel yang jauh lebih kompleks dibandingkan smartphone konvensional.

Mengikuti Strategi yang Pernah Dipakai Apple

Peluncuran terbatas sebenarnya bukan hal baru bagi Apple.

Perusahaan asal Cupertino tersebut pernah menerapkan strategi serupa saat merilis headset mixed reality Vision Pro pada 2024. Saat itu, Vision Pro hanya tersedia di Amerika Serikat sebelum diperluas ke sejumlah negara lain beberapa bulan kemudian.

Analis Apple Ming-Chi Kuo sebelumnya juga memperkirakan bahwa iPhone layar lipat pertama akan diumumkan bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro. Namun, ketersediaan perangkat kemungkinan tidak langsung menyusul pada hari yang sama.

Menurut Kuo, pola peluncuran tersebut berpotensi mengulang strategi yang pernah dilakukan Apple saat merilis iPhone X, yang diumumkan lebih dahulu tetapi mulai dijual beberapa waktu setelah peluncuran resminya.

Kapan Masuk Indonesia?

Hingga saat ini Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal peluncuran maupun wilayah pemasaran iPhone Ultra.

Namun apabila laporan tersebut akurat, konsumen di Indonesia kemungkinan baru dapat memperoleh perangkat tersebut pada akhir 2026 atau bahkan memasuki awal 2027.

Kondisi itu juga bergantung pada keberhasilan Apple mengatasi kendala produksi dan meningkatkan kapasitas manufaktur untuk memenuhi permintaan pasar global.

Bagi penggemar Apple, iPhone Ultra diperkirakan menjadi salah satu produk paling ambisius yang pernah dikembangkan perusahaan. Namun sebelum perangkat itu benar-benar hadir di pasar internasional, publik tampaknya masih harus menunggu kepastian dari Apple terkait jadwal peluncuran, harga resmi, dan ketersediaannya di berbagai negara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online