Jangan Asal Beli, Ini 8 Jenis Rangka Motor yang Perlu Diketahui

Newswire
Newswire Rabu, 19 Agustus 2026 21:57 WIB
Jangan Asal Beli, Ini 8 Jenis Rangka Motor yang Perlu Diketahui

Ilustrasi motor matik/Bisnis Indonesia-Rahmatullah

Harianjogja.com, JAKARTA—Jenis rangka motor menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kendaraan roda dua. Selain menopang mesin dan komponen kendaraan, desain rangka turut memengaruhi karakter motor, mulai dari kestabilan, kelincahan, hingga kekokohan saat digunakan.

Karena setiap jenis rangka memiliki karakter berbeda, calon pembeli sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan desain, fitur, atau kapasitas mesin. Pemilihan rangka juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan, apakah motor akan digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan atau perjalanan jauh.

Dilansir dari laman Suzuki Indonesia, Rabu (19/8/2026), terdapat delapan jenis rangka motor yang umum dikenal.

8 Jenis Rangka Motor
1. Backbone Frame

Backbone Frame menggunakan satu pipa utama yang memanjang dari leher kemudi menuju bagian bawah jok. Mesin dipasang menggantung di bagian tengah.

Rangka ini memiliki bobot ringan dan biaya yang ekonomis. Karena karakter tersebut, Backbone Frame banyak digunakan pada motor bebek yang mengutamakan kepraktisan.

2. Underbone Frame

Pada Underbone Frame, struktur utama berada di bagian bawah atau tengah mesin. Konfigurasi tersebut membuat area tengah motor terasa lebih lega sehingga pengendara lebih mudah naik dan turun.

Desain ini umum diterapkan pada motor bebek modern maupun skuter matic yang mengutamakan kenyamanan untuk berkendara di jalan perkotaan.

3. Tubular Frame

Tubular Frame terdiri dari rangkaian pipa baja dengan model single atau double cradle yang saling terhubung menjadi satu kesatuan.

Struktur tersebut membuat rangka mampu menopang beban lebih berat tanpa kehilangan kestabilan. Karena itu, Tubular Frame umum digunakan pada motor bermesin besar atau kendaraan yang sering melintasi medan berbatu.

4. Trellis Frame

Trellis Frame dibuat dari pipa baja yang dilas membentuk pola segitiga dan saling terhubung rapat. Struktur tersebut menghasilkan rangka yang ringan sekaligus tetap kaku.

Tampilannya yang terbuka dan sporty membuat jenis rangka ini kerap digunakan pada motor berperforma tinggi yang membutuhkan presisi ketika menikung dalam kecepatan tinggi.

5. Perimeter Frame (Twin Spar)

Perimeter Frame atau Twin Spar memiliki dua sisi rangka berukuran besar yang mengapit mesin di bagian kiri dan kanan.

Desain tersebut membuat distribusi beban lebih seimbang. Rangka ini banyak digunakan pada motor sport berkapasitas menengah hingga besar karena mampu menjaga kestabilan ketika melaju dalam kecepatan tinggi.

6. Single Spar Frame

Single Spar Frame menggunakan satu balok utama yang bentuknya menyerupai huruf V sebagai penopang struktur kendaraan.

Karena jumlah komponennya lebih sedikit, rangka ini memiliki bobot lebih ringan. Karakternya cocok untuk motor yang mengutamakan kelincahan serta kemudahan bermanuver di jalan.

7. Diamond Frame

Pada Diamond Frame, dua balok utama bertemu dan membentuk pola menyerupai berlian dengan sejumlah sisi segitiga.

Konstruksi tersebut menghasilkan perpaduan kekakuan dan fleksibilitas yang seimbang. Diamond Frame digunakan pada motor sport maupun motor bebek untuk kebutuhan sehari-hari.

8. Double Cradle Frame

Double Cradle Frame menggunakan dua pipa bagian bawah yang mengapit mesin sebagai penyangga utama.

Konfigurasi tersebut membuat struktur kendaraan terasa lebih kokoh secara keseluruhan. Rangka ini biasa ditemukan pada motor bertubuh besar dengan bobot relatif berat dan mampu menopang mesin tanpa mengurangi kestabilan saat perjalanan jauh.

Tips Merawat Rangka Motor

Memahami jenis rangka saja belum cukup untuk menjaga motor tetap nyaman digunakan. Ketahanan rangka juga dipengaruhi oleh cara pemilik merawat kendaraan dalam penggunaan sehari-hari.

Berikut sejumlah tips perawatan rangka motor dari laman Suzuki Indonesia, dilansir Rabu (19/8/2026):

  • Hindari membawa beban berlebihan. Muatan yang melampaui kapasitas motor secara terus-menerus dapat memicu keretakan pada titik sambungan rangka, terutama di bagian jok dan boncengan.
  • Periksa motor setelah mengalami benturan keras. Rangka bisa mengalami kerusakan tersembunyi meskipun secara kasatmata kendaraan masih terlihat baik. Kerusakan tersebut bahkan baru dapat terasa di kemudian hari.
  • Periksa rangka ketika servis berkala. Perhatikan sambungan las yang rawan mengalami retak serta bagian bawah motor yang rentan mengalami korosi akibat cipratan air atau lumpur.
  • Waspadai gejala tidak biasa saat berkendara. Motor yang terasa oleng ketika melaju lurus, setang tidak berada di posisi center, atau ban tidak sejajar meski bagian kaki-kaki normal dapat menjadi tanda adanya masalah pada rangka.
  • Hindari medan ekstrem tanpa persiapan. Penggunaan motor secara terus-menerus di jalan rusak atau medan off-road tanpa menyesuaikan kecepatan dapat mempercepat keausan struktur rangka.

Dengan memahami delapan jenis rangka tersebut dan menerapkan perawatan secara rutin, pemilik motor dapat menjaga kendaraan tetap awet, stabil, dan nyaman digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online