Ditelepon Nomor Asing Lalu Mati, Jangan Asal Telepon Balik

Jumali
Jumali Sabtu, 22 Agustus 2026 09:47 WIB
Ditelepon Nomor Asing Lalu Mati, Jangan Asal Telepon Balik

Ilustrasi. /Ist-Freepik


Harianjogja.com, JOGJA— Pernah menerima panggilan dari nomor asing yang hanya berdering sekali lalu terputus? Jangan buru-buru menelepon balik. Pola seperti ini dapat digunakan dalam modus penipuan wangiri yang mengandalkan rasa penasaran penerima panggilan.

Wangiri merupakan modus penipuan melalui panggilan telepon singkat yang sengaja dibuat agar muncul sebagai missed call di ponsel korban. Pelaku kemudian berharap penerima telepon menghubungi kembali nomor tersebut.

Istilah wangiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti "sekali dering dan tutup". Modus ini telah dikenal sejak sekitar 2000-an dan dapat menyasar pengguna telepon seluler di berbagai negara.

Panggilan biasanya berasal dari nomor yang tidak dikenal, termasuk nomor dengan kode negara asing. Ketika korban melakukan call back, biaya panggilan atau risiko lain dapat muncul bergantung pada nomor yang digunakan pelaku.

Kenapa Nomor Asing Cuma Berdering Sekali?

Modus wangiri memanfaatkan respons alami seseorang ketika melihat panggilan tidak terjawab. Penerima bisa penasaran dan berpikir panggilan tersebut berasal dari orang atau pihak yang sedang mencarinya.

Pelaku sengaja memutuskan panggilan sebelum korban sempat mengangkat telepon. Nomor yang muncul kemudian diharapkan mendorong korban untuk melakukan panggilan balik.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang sebelumnya bernama Kemenkominfo, pernah mencatat modus serupa yang menyasar pelanggan operator seluler di Indonesia. Salah satu pola yang pernah muncul adalah panggilan dengan kode area +77.

Meski demikian, tidak setiap panggilan dari nomor asing merupakan penipuan. Karena itu, pengguna perlu melihat konteks dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan adanya panggilan tidak terjawab.

Risiko Wangiri bagi Pengguna Ponsel

Bahaya utama wangiri muncul ketika korban mengikuti instruksi tidak langsung dari pelaku, yakni menelepon kembali nomor yang tidak dikenal.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Pulsa atau saldo telepon terkuras

Panggilan balik ke nomor tertentu dapat dikenakan tarif internasional yang mahal. Pengguna bisa mengalami pengurangan pulsa atau biaya telepon tanpa menyadari tarif yang berlaku.

2. Terhubung ke layanan bertarif premium

Nomor yang digunakan dalam skema tertentu dapat terhubung dengan layanan premium. Kondisi ini berpotensi membuat korban dikenakan biaya panggilan yang lebih tinggi.

3. Nomor diketahui aktif

Ketika pengguna menelepon balik, pelaku dapat mengetahui bahwa nomor tersebut aktif dan merespons panggilan. Informasi itu berpotensi dimanfaatkan untuk komunikasi mencurigakan berikutnya.

Karena itu, risiko wangiri bukan hanya persoalan kehilangan pulsa. Nomor yang diketahui aktif juga dapat menjadi sasaran berbagai upaya penipuan atau spam.

Jangan Telepon Balik Nomor Asing yang Tidak Dikenal

Langkah paling mudah untuk menghindari wangiri adalah tidak menelepon balik nomor asing yang tidak dikenal.

Jika tidak sedang menunggu panggilan dari keluarga, rekan kerja, perusahaan, atau pihak lain di luar negeri, pengguna sebaiknya mengabaikan panggilan tersebut.

Perhatikan juga kode negara pada nomor yang masuk. Nomor telepon Indonesia menggunakan kode +62, sedangkan panggilan dari luar negeri menggunakan kode negara sesuai wilayah asalnya.

Namun, kode negara saja tidak cukup untuk memastikan sebuah nomor aman atau berbahaya. Nomor yang terlihat meyakinkan tetap perlu diwaspadai jika penerima tidak mengetahui siapa pihak yang menghubunginya.

Terlanjur Penasaran? Cek Nomornya Lebih Dulu

Jika menemukan panggilan tidak terjawab dari nomor asing, pengguna dapat melakukan penelusuran sebelum mengambil tindakan.

Nomor tersebut dapat dicari melalui mesin pencari atau aplikasi identifikasi nomor telepon. Cara ini dapat membantu mengetahui apakah nomor bersangkutan pernah dilaporkan sebagai spam, penipuan, atau panggilan mencurigakan.

Jika tidak ditemukan informasi yang meyakinkan mengenai identitas penelepon, jangan melakukan call back.

Pengguna juga dapat memblokir nomor yang mencurigakan agar tidak kembali menghubungi perangkat. Jika panggilan terus berulang atau disertai pesan mencurigakan, jangan memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, maupun informasi rekening.

Pada akhirnya, panggilan asing yang hanya berdering sekali tidak perlu membuat panik, tetapi juga jangan membuat penasaran berlebihan. Mengabaikan panggilan yang tidak dikenal jauh lebih aman daripada mengambil risiko menelepon balik tanpa mengetahui siapa pihak di balik nomor tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online