AFC Nations League 2030 Bakal Ubah Kualifikasi Piala Dunia dan Asia
AFC menyiapkan Nations League mulai 2030. Kompetisi ini akan membagi 47 negara ke tiga divisi dan mengubah jalur kualifikasi Piala Asia serta Piala Dunia.
Elon Musk - Royal Society/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Elon Musk kembali menyandang status sebagai orang pertama di dunia dengan kekayaan lebih dari US$1 triliun setelah saham SpaceX dan Tesla menguat di pasar Amerika Serikat.
Mengacu pada data Forbes, kekayaan Musk telah melewati ambang US$1 triliun pada perdagangan Senin (5/10/2026) waktu Amerika Serikat. Setelah perdagangan berlangsung, kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar US$1,046 triliun atau sekitar Rp18.873 triliun.
Kekayaan tersebut melonjak dibandingkan posisi Musk pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026), ketika hartanya berada di kisaran US$981 miliar. Forbes sebelumnya mencatat kekayaan Musk naik sekitar US$61 miliar dalam perdagangan Jumat setelah saham SpaceX dan Tesla mengalami penguatan.
Dengan kembali menembus batas US$1 triliun, Musk memperlebar jarak dengan orang terkaya kedua dunia. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berada di posisi kedua dengan kekayaan sekitar US$371,5 miliar menurut data Forbes.
Penguatan saham SpaceX menjadi salah satu faktor terbesar di balik kembalinya Musk ke jajaran triliuner. Pada perdagangan Senin, saham perusahaan antariksa tersebut kembali menguat setelah sebelumnya juga mencatat lonjakan signifikan pada akhir pekan perdagangan sebelumnya.
Forbes mencatat saham SpaceX naik lebih dari 5% pada perdagangan Senin pagi dan sempat mencapai sekitar US$167 per saham. Pada perkembangan berikutnya, harga saham tersebut bergerak hingga sekitar US$171 per saham.
SpaceX juga mendapatkan sentimen positif dari perkembangan Starship. Roket raksasa milik perusahaan tersebut berhasil mencapai orbit untuk pertama kalinya pada penerbangan uji ke-14 pada 28 September 2026.
Dalam misi tersebut, Starship juga berhasil membawa 26 satelit Starlink V3 ke orbit. Meski penerbangan akhirnya dipersingkat akibat persoalan mesin, pencapaian tersebut tetap menjadi tonggak penting dalam pengembangan roket yang menjadi bagian utama ambisi antariksa Musk.
Selain perkembangan Starship, analis Morgan Stanley sebelumnya menilai saham SpaceX masih memiliki ruang untuk naik karena dinilai berada di bawah nilai wajarnya. Kombinasi sentimen tersebut membantu mendorong minat investor terhadap saham perusahaan.
Penguatan SpaceX bukan satu-satunya faktor. Saham Tesla juga ikut naik, sehingga memberikan tambahan dorongan terhadap nilai kekayaan Musk.
Forbes mencatat saham Tesla ikut menguat setelah perusahaan melaporkan pengiriman 486.532 kendaraan pada kuartal III 2026. Angka tersebut melampaui ekspektasi analis dan turut membantu mengangkat harga saham perusahaan kendaraan listrik tersebut.
Kembalinya Musk ke kelompok triliuner bukanlah pencapaian pertama. Ia sebelumnya mencatat sejarah sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun pada Juni 2026 setelah SpaceX mulai diperdagangkan di Nasdaq.
Saat itu, kekayaan Musk sempat melonjak jauh di atas ambang tersebut. Forbes mencatat kekayaannya bahkan sempat mencapai sekitar US$1,45 triliun pada 12 Juni 2026.
Namun, status tersebut tidak bertahan lama. Penurunan saham SpaceX dan Tesla membuat nilai kekayaan Musk kembali merosot di bawah US$1 triliun. Pergerakan tersebut menunjukkan besarnya ketergantungan kekayaan Musk terhadap valuasi perusahaan yang sahamnya ia miliki.
SpaceX sendiri mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Juni dengan harga awal sekitar US$150 per saham. Masuknya perusahaan antariksa itu ke pasar modal membuat nilai kepemilikan Musk mengalami perubahan besar dan menjadi salah satu faktor utama lonjakan kekayaannya.
Setelah sempat kehilangan status triliuner, Musk kembali mendekati ambang US$1 triliun pada akhir September. Kenaikan tajam pada saham SpaceX dan Tesla kemudian mendorong kekayaannya kembali melewati batas tersebut.
Status triliuner Musk masih sangat dipengaruhi pergerakan pasar saham. Artinya, posisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu ketika harga saham SpaceX atau Tesla mengalami koreksi.
Hal itu sudah terjadi beberapa kali sepanjang 2026. Setelah mencapai puncak kekayaan pada Juni, Musk sempat kehilangan status triliuner ketika saham SpaceX mengalami penurunan tajam. Forbes bahkan mencatat kekayaannya sempat turun hingga di bawah US$700 miliar pada periode tersebut.
Kini, penguatan kembali kedua perusahaan membawa Musk ke titik tertinggi baru. Bagi investor, perkembangan SpaceX dan Tesla sekaligus menjadi faktor yang membuat perubahan kekayaan Musk sangat sensitif terhadap sentimen pasar.
Untuk saat ini, Musk kembali berada jauh di atas Bezos dalam daftar orang terkaya dunia. Namun, besarnya kekayaan tersebut tetap bersifat dinamis karena sebagian besar berasal dari nilai kepemilikan saham dan dapat berubah mengikuti harga pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AFC menyiapkan Nations League mulai 2030. Kompetisi ini akan membagi 47 negara ke tiga divisi dan mengubah jalur kualifikasi Piala Asia serta Piala Dunia.
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.
Final Indonesia vs Thailand di SUGBK melibatkan 67.000 tiket terjual. Simulasi menunjukkan perputaran uang bisa mencapai puluhan miliar.
20 merek China akan hadir di Paris Motor Show 2026. Tujuh model menjadi sorotan, dari Geely Monjaro EM-i hingga Zeekr 9X.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Harga Indonesia belum diumumkan.
Elon Musk kembali menjadi triliuner setelah saham SpaceX dan Tesla menguat. Kekayaannya mencapai sekitar US$1,046 triliun.