Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026, Indonesia Tak Kebagian

Jumali
Jumali Sabtu, 22 Agustus 2026 14:37 WIB
Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026, Indonesia Tak Kebagian

Foto ilustrasi gerhana bulan total. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Gerhana Bulan sebagian akan menghiasi langit pada 27-28 Agustus 2026. Fenomena astronomi ini dapat diamati dari sejumlah wilayah dunia, tetapi Indonesia tidak termasuk kawasan yang bisa menyaksikan langsung proses gerhana.

Gerhana Bulan sebagian terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada fase purnama. Namun, ketiganya tidak berada dalam satu garis lurus sempurna sehingga hanya sebagian permukaan Bulan yang masuk ke dalam umbra atau bayangan utama Bumi.

Pada gerhana kali ini, sekitar 96% permukaan Bulan yang terlihat akan tertutup bayangan Bumi saat mencapai fase maksimum.

Puncak Gerhana Bulan Terjadi 28 Agustus

Berdasarkan informasi Time and Date yang dikutip Space, bayangan utama Bumi atau umbra mulai memasuki permukaan Bulan pada 27 Agustus pukul 22.33 EDT, yang bertepatan dengan 28 Agustus pukul 09.33 WIB.

Gerhana kemudian mencapai puncaknya pada 28 Agustus pukul 00.12 EDT atau 11.12 WIB.

Pada fase maksimum, hampir seluruh permukaan Bulan akan berada di dalam bayangan Bumi. Hanya sebagian kecil permukaan Bulan yang masih menerima cahaya Matahari secara langsung.

Kondisi tersebut membuat gerhana kali ini berada sangat dekat dengan kategori gerhana Bulan total, meski tetap berstatus gerhana sebagian.

Mengapa Bulan Bisa Berwarna Merah?

Saat gerhana berlangsung, bagian Bulan yang masuk ke dalam bayangan Bumi dapat terlihat berwarna kemerahan atau jingga.

Warna tersebut terjadi karena cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi sebelum sebagian cahaya dibelokkan menuju permukaan Bulan.

Atmosfer Bumi menyaring sebagian panjang gelombang cahaya dan lebih banyak meneruskan cahaya berwarna merah serta jingga. Cahaya inilah yang kemudian dapat membuat bagian Bulan yang berada dalam bayangan tampak kemerahan.

Fenomena serupa juga terjadi ketika gerhana Bulan total berlangsung. Karena tampilannya, gerhana Bulan total kerap disebut sebagai Blood Moon.

Wilayah yang Bisa Melihat Gerhana

Gerhana Bulan sebagian 27-28 Agustus 2026 dapat diamati dari sebagian besar wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa.

Namun, masyarakat di Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung karena waktu berlangsungnya gerhana tidak bertepatan dengan kondisi langit malam yang memungkinkan Bulan terlihat dari Indonesia.

Waktu terjadinya setiap fase gerhana sebenarnya sama bagi pengamat yang berada di sisi malam Bumi dan dapat melihat Bulan. Perbedaannya terletak pada waktu lokal dan posisi Bulan di langit dari masing-masing wilayah.

Di kawasan Pantai Barat Amerika Serikat, termasuk California, puncak gerhana berlangsung tidak lama setelah tengah malam pada 27-28 Agustus.

Sementara itu, pengamat di Inggris dapat menyaksikan fase maksimum sesaat sebelum Matahari terbit pada 28 Agustus. Pada saat itu, Bulan berada rendah di cakrawala barat daya.

Gerhana Bulan Aman Dilihat Langsung

Berbeda dengan gerhana Matahari, masyarakat tidak membutuhkan perlindungan mata khusus untuk mengamati gerhana Bulan.

Gerhana Bulan dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang karena cahaya yang berasal dari Bulan tidak cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan mata seperti saat melihat Matahari secara langsung.

Penggunaan binokular atau teleskop dapat menjadi pilihan jika ingin mengamati lebih detail. Peralatan tersebut dapat membantu memperjelas pergerakan bayangan Bumi yang secara perlahan menutupi permukaan Bulan.

Bagi masyarakat Indonesia, fenomena ini memang tidak dapat disaksikan langsung. Namun, informasi mengenai waktu dan wilayah pengamatan tetap menarik untuk diketahui karena gerhana Bulan sebagian tersebut akan menjadi salah satu fenomena astronomi yang menghiasi langit dunia pada akhir Agustus 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online