Apple Pangkas 200 Posisi, Tim Siri dan Vision Pro Terdampak
Apple memangkas lebih dari 200 posisi di tim Siri dan Vision Pro saat perusahaan mengalihkan sumber daya ke pengembangan AI.
Foto ilustrasi anak-anak bermain ponsel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Industri game mobile Jepang menghadapi tekanan serius sepanjang 2026. Sebanyak 10 perusahaan pengembang dan operator game mobile tercatat bangkrut hanya dalam tujuh bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan lembaga riset Teikoku Databank yang dikutip dari Automaton, Sabtu (22/8/2026), jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya mencatat tiga perusahaan game mobile gulung tikar.
Lonjakan itu membuat kondisi industri game mobile Jepang semakin mengkhawatirkan. Jika tren kebangkrutan berlanjut hingga akhir tahun, jumlah perusahaan yang tumbang pada 2026 berpotensi mencetak rekor baru.
Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada 2015. Ketika itu, sebanyak 12 pengembang game mobile Jepang dinyatakan bangkrut dalam periode satu tahun.
Dengan 10 perusahaan sudah bangkrut hingga Juli 2026, industri game mobile Jepang hanya membutuhkan tambahan tiga kasus untuk melampaui rekor tersebut.
Game Live-Service Tutup Mendadak
Salah satu kasus yang mencuri perhatian adalah Ambition, pengembang game asal Tokyo. Pada akhir Juli 2026, perusahaan mengumumkan penghentian layanan game live-service Bungo Stray Dogs: Tales of the Lost yang telah beroperasi selama sembilan tahun.
Keputusan itu mengejutkan pemain karena penutupan server dilakukan hanya sehari setelah pengumuman disampaikan.
Ambition juga menyatakan tidak akan memberikan pengembalian dana atau refund untuk mata uang dalam game maupun barang berbayar yang belum digunakan pemain.
Keputusan tersebut kemudian memicu protes dari komunitas pemain. Tidak lama berselang, terungkap bahwa Ambition pada waktu yang sama telah resmi mengajukan permohonan bangkrut ke pengadilan.
Kasus Ambition menunjukkan besarnya tekanan yang harus ditanggung pengembang game mobile untuk mempertahankan layanan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Biaya Produksi Game Terus Membengkak
Menurut analisis Teikoku Databank, persoalan yang dihadapi industri game mobile Jepang tidak hanya berkaitan dengan kegagalan satu atau dua judul.
Game yang memiliki hak kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) populer sekalipun semakin sulit mempertahankan kesuksesan dalam jangka panjang, meski mendapat dukungan anggaran pemasaran yang besar.
Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya standar kualitas produksi game mobile. Pemain kini mengharapkan pengalaman bermain dengan fitur yang semakin kompleks.
Pengembang dituntut menghadirkan visual 3D berkualitas tinggi hingga pengisian suara secara penuh atau full voice acting. Peningkatan standar tersebut otomatis membuat kebutuhan biaya produksi ikut melonjak.
Situasi itu diperburuk oleh kelangkaan tenaga kreator berbakat di industri game Jepang. Kombinasi tingginya tuntutan produksi dan keterbatasan sumber daya manusia membuat biaya pengembangan sebuah game dapat mencapai ratusan juta yen.
Persoalan biaya juga tidak berhenti ketika game diluncurkan. Model bisnis live-service mengharuskan pengembang terus menghadirkan pembaruan konten secara berkala untuk mempertahankan pemain.
Kebutuhan tersebut membuat perusahaan harus menyiapkan biaya operasional secara berkelanjutan. Ketika jumlah pemain mulai menurun, pemasukan ikut tertekan sementara biaya pemeliharaan game tetap harus dikeluarkan.
Game China dan Korea Selatan Jadi Pesaing Berat
Tekanan terhadap developer Jepang juga datang dari persaingan global. Game beranggaran besar atau blockbuster dari China dan Korea Selatan semakin kuat di pasar game mobile.
Produk-produk tersebut menawarkan kualitas visual tinggi dan skala produksi yang besar. Kondisi itu membuat pengembang domestik Jepang menghadapi persaingan yang semakin sulit.
Teikoku Databank mencatat banyak pengembang Jepang kesulitan mengejar standar produksi yang membutuhkan investasi sangat besar tersebut.
Di tengah biaya pengembangan yang meningkat, kelangkaan tenaga kreatif, serta tuntutan untuk terus memperbarui konten, ruang gerak developer game mobile Jepang semakin terbatas.
Jika tekanan tersebut tidak mereda, lonjakan kebangkrutan pada 2026 dapat menjadi sinyal bahwa industri game mobile Jepang sedang memasuki fase perubahan besar.
Bagi pemain, kondisi ini juga dapat berdampak pada keberlangsungan game yang mereka mainkan. Penutupan layanan secara mendadak seperti yang terjadi pada Bungo Stray Dogs: Tales of the Lost menunjukkan bahwa usia panjang sebuah game tidak selalu menjamin layanan tersebut dapat bertahan ketika kondisi keuangan pengembang memburuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple memangkas lebih dari 200 posisi di tim Siri dan Vision Pro saat perusahaan mengalihkan sumber daya ke pengembangan AI.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Prabowo meninjau karhutla Kubu Raya dan meminta penanganan dipercepat serta pelanggaran hukum ditindak tegas sesuai ketentuan.
Penelitian University of Sydney menemukan bahwa berhenti sejenak sebelum bereaksi dapat membantu mengelola emosi dan mencegah keputusan impulsif.
Cara cek NIK KTP dipakai untuk pinjol melalui SLIK OJK secara online dan offline. Ketahui langkah-langkahnya untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berpeluang menciptakan All Indonesian final di WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah berada di jalur berbeda.