Taiwan Diagnosis Taiwan Bidik Indonesia untuk Perluas Teknologi Kesehatan AI

Newswire
Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 12:07 WIB
Taiwan Diagnosis Taiwan Bidik Indonesia untuk Perluas Teknologi Kesehatan AI

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Perusahaan diagnostik berbasis kecerdasan buatan (AI) asal Taiwan, Acer Medical Inc., melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI.

Chairman sekaligus CEO Acer Medical Inc. Allen Chia En Lien mengatakan besarnya populasi Indonesia dan kondisi geografis yang terdiri atas banyak wilayah terpencil menjadi peluang penerapan AI untuk memperluas akses layanan kesehatan.

Menurut dia, teknologi tersebut dapat membantu masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan. Indonesia juga dinilai berpotensi menjadi pintu masuk bagi Acer Medical untuk memperluas pasar di kawasan ASEAN.

“Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan ada begitu banyak orang. Dan ada banyak orang yang tinggal di pulau-pulau terpencil, jadi saya pikir masuk akal jika kita menerapkan AI untuk membantu,” ujar Allen.

Pernyataan tersebut disampaikan Allen saat bertemu dengan delegasi media dalam kerangka Kebijakan Baru ke Arah Selatan atau New Southbound Policy (NSP) Taiwan di Kantor Acer Medical Inc., Kota New Taipei, Sabtu.

AI Kesehatan untuk Diabetes hingga Glaukoma

Allen menyebut sejumlah bidang kesehatan yang berpotensi dikembangkan dengan dukungan AI. Beberapa di antaranya yakni diabetes, penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan, glaukoma, dan gangguan pergerakan.

“Saya pikir dasarnya adalah diabetes, penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan, glaukoma, dan juga masalah pergerakan. Dan kami akan mencari mitra untuk promosi kesehatan,” tuturnya.

Untuk memperluas layanan ke pasar baru, Acer Medical membutuhkan mitra lokal, termasuk distributor. Saat ini, perusahaan tersebut lebih banyak menjalankan bisnis di kawasan ASEAN dan belum memperluas operasinya ke Eropa maupun Amerika Serikat.

“Kami sebenarnya lebih banyak berada di ASEAN. Kami belum masuk ke Eropa atau Amerika Serikat,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Dana Kerja Sama dan Pembangunan Internasional (International Cooperation and Development Fund/ICDF) Taiwan Yu-Lin Huang mengatakan pengembangan AI dalam skala besar membutuhkan dukungan energi serta investasi yang tidak sedikit.

Ia mencontohkan kerja sama Taiwan dengan Paraguay dalam pengembangan pusat komputasi AI yang memanfaatkan ketersediaan energi listrik dari tenaga air di negara tersebut.

“Contoh Paraguay didasarkan pada pengaturan mereka untuk menyediakan 2 gigawatt tenaga listrik berbasis tenaga air untuk Taiwan yang akan diubah menjadi komputasi AI. Jadi, listrik merupakan komponen utama dari inisiatif tersebut,” katanya.

Menurut Huang, kebutuhan investasi untuk pengembangan komputasi AI juga sangat besar. Saat ini, pembangunan kapasitas komputasi AI sebesar satu gigawatt membutuhkan investasi lebih dari US$30 miliar.

Taiwan Dorong Kerja Sama Teknologi Tinggi

Huang mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama dengan Taiwan di sektor teknologi tinggi. Pertumbuhan Indonesia yang pesat dinilai membuka ruang bagi peningkatan investasi di bidang tersebut.

“Untuk Indonesia, kita perlu memperkuat hubungan kita. Kami ingin bekerja sama dengan Anda di bidang teknologi tinggi karena Indonesia berkembang pesat. Namun, saya melihat kebutuhan akan lebih banyak investasi teknologi tinggi. Jadi, saya berharap kita dapat mengeksplorasi kerja sama teknologi semacam ini di masa depan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemanfaatan AI dapat meningkatkan efisiensi layanan kesehatan. Teknologi tersebut antara lain berpotensi mempercepat proses diagnosis, mempersingkat waktu operasi, mengurangi masa rawat inap, serta menekan biaya pelayanan kesehatan.

Budi juga menilai inovasi dan teknologi medis menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan nasional yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online