Marc Marquez Menang Sprint Race MotoGP Aragon 2026
Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Aragon 2026 setelah mengungguli Alex Marquez dan Marco Bezzecchi dalam balapan 11 lap.
Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Membeli HP bekas tidak cukup hanya dengan memeriksa kondisi layar, kapasitas RAM, atau kemampuan kamera. Komponen yang juga menentukan apakah sebuah smartphone masih layak digunakan beberapa tahun ke depan adalah prosesor atau chipset yang digunakannya.
Di pasaran terdapat berbagai chipset dari Qualcomm Snapdragon, MediaTek Dimensity, hingga Samsung Exynos. Masing-masing memiliki banyak seri dan generasi dengan kemampuan berbeda.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan merek prosesor. Snapdragon tidak selalu lebih kencang daripada Dimensity, begitu pula Exynos tidak otomatis berada di bawah keduanya.
Prosesor smartphone atau system on chip (SoC) merupakan pusat pemrosesan yang menggabungkan berbagai komponen. Di dalamnya dapat terdapat CPU untuk komputasi, GPU untuk grafis, ISP untuk pemrosesan gambar, NPU untuk tugas kecerdasan buatan, serta modem untuk konektivitas.
Lantas, bagaimana cara membandingkan prosesor ketika hendak membeli HP bekas?
1. Jangan Hanya Membandingkan Merek
Kesalahan yang sering dilakukan calon pembeli adalah menganggap satu merek chipset pasti lebih unggul daripada merek lainnya.
Padahal, Qualcomm memiliki Snapdragon dari kelas entry-level hingga flagship. MediaTek juga mempunyai Dimensity dengan rentang kemampuan yang luas, sedangkan Samsung menawarkan berbagai generasi Exynos.
Sebagai contoh, Snapdragon 8 berada di kelas premium, sedangkan Snapdragon 4 menyasar perangkat yang lebih terjangkau. Pada lini Dimensity, terdapat chipset flagship seperti Dimensity 9500 dan seri mainstream seperti Dimensity 7500.
Karena itu, perbandingan harus dilakukan berdasarkan model chipset secara spesifik, bukan hanya mereknya.
2. Periksa Generasi Chipset
Usia chipset menjadi faktor penting ketika membeli HP bekas.
Dua smartphone yang sama-sama menggunakan Snapdragon, misalnya, belum tentu memiliki performa yang setara apabila berasal dari generasi berbeda. Chipset yang lebih baru umumnya membawa peningkatan pada arsitektur CPU, kemampuan GPU, pemrosesan AI, konektivitas, dan efisiensi energi.
Hal serupa berlaku pada MediaTek Dimensity maupun Samsung Exynos.
Qualcomm, misalnya, membawa peningkatan CPU, GPU, dan AI pada Snapdragon 7 Gen 4 dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara itu, Dimensity 8400 menggunakan konfigurasi delapan core Arm Cortex-A725 dengan desain All Big Core untuk mengejar kombinasi performa dan efisiensi.
Karena itu, jangan terpaku pada angka seri yang terlihat besar. Cari tahu generasi dan tahun peluncuran chipset sebelum menentukan pilihan.
3. Perhatikan Arsitektur CPU
Label octa-core bukan jaminan bahwa sebuah prosesor memiliki performa tinggi.
Dua chipset sama-sama memiliki delapan core, tetapi jenis core, arsitektur, konfigurasi, dan kecepatan clock dapat berbeda.
Sebagai contoh, Dimensity 8020 menggunakan empat core Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6 GHz serta empat core Cortex-A55 hingga 2 GHz.
Konfigurasi tersebut dapat berbeda dengan chipset lain yang mengutamakan performa tinggi atau justru efisiensi daya.
Karena itu, ketika membandingkan prosesor HP bekas, perhatikan jenis core, arsitektur CPU, jumlah core, serta clock speed secara bersamaan.
4. Cek GPU untuk Kebutuhan Gaming
Jika HP bekas akan digunakan untuk bermain game, kemampuan GPU tidak boleh diabaikan.
CPU bertugas menangani berbagai proses komputasi, sedangkan GPU memiliki peran besar dalam mengolah tampilan grafis. Qualcomm menggunakan GPU Adreno pada Snapdragon, sementara sejumlah chipset MediaTek dan Samsung menggunakan GPU berbasis Arm atau desain yang dikembangkan sesuai generasinya.
Dimensity 9500, misalnya, menggunakan GPU Arm Mali-G1 Ultra dengan dukungan berbagai teknologi grafis, termasuk ray tracing.
Samsung juga mengembangkan GPU Xclipse untuk sejumlah chipset Exynos. Exynos 2500, salah satunya, menggunakan GPU Samsung Xclipse 950.
Namun, angka performa GPU di atas kertas bukan satu-satunya faktor. Sistem pendingin, optimasi software, dan kemampuan perangkat mempertahankan performa ketika digunakan dalam waktu lama juga berpengaruh.
5. Lihat Proses Fabrikasi
Proses fabrikasi juga dapat menjadi salah satu indikator ketika membandingkan chipset.
Secara umum, teknologi fabrikasi yang lebih modern berpotensi memberikan efisiensi energi dan performa yang lebih baik. Namun, ukuran fabrikasi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya penentu kualitas sebuah prosesor.
Samsung Exynos 2500, misalnya, diproduksi menggunakan proses 3 nanometer GAA serta mendukung LPDDR5X dan UFS 4.0.
Meski demikian, chipset dengan fabrikasi lebih kecil belum tentu memberikan pengalaman terbaik apabila smartphone memiliki sistem pendingin yang kurang memadai atau optimasi perangkat lunak yang buruk.
Jadi, gunakan informasi fabrikasi sebagai salah satu pertimbangan, bukan patokan tunggal.
6. Pertimbangkan Kemampuan AI
Fitur kecerdasan buatan atau AI kini semakin banyak ditanamkan ke smartphone. Karena itu, kemampuan pemrosesan AI juga dapat menjadi pertimbangan ketika membeli HP bekas.
Chipset modern umumnya memiliki komponen khusus seperti NPU atau neural processing unit yang dirancang untuk menangani tugas AI secara lebih efisien.
Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai fungsi, seperti pemrosesan foto, pengenalan objek, transkripsi, pengeditan gambar, hingga fitur AI bawaan smartphone.
MediaTek memasukkan NPU pada berbagai chipset Dimensity, sementara Qualcomm mengembangkan kemampuan AI pada platform Snapdragon. Samsung juga membekali sejumlah Exynos dengan komponen pemrosesan AI dan NPU.
Bagi pengguna yang berencana memakai HP bekas dalam beberapa tahun, dukungan AI dapat menjadi nilai tambah karena semakin banyak fitur smartphone yang memanfaatkan teknologi tersebut.
7. Cocokkan dengan RAM dan Penyimpanan
Chipset yang kencang perlu didukung RAM dan media penyimpanan yang memadai agar performanya dapat dimanfaatkan secara optimal.
Misalnya, Dimensity 8200 mendukung LPDDR5 dan UFS 3.1. Chipset generasi lebih baru dapat mendukung standar memori dan penyimpanan yang lebih tinggi.
Karena itu, jangan membeli HP bekas hanya karena chipsetnya terlihat bagus.
Perhatikan setidaknya tiga komponen sekaligus, yakni chipset, kapasitas RAM, dan jenis penyimpanan.
HP dengan chipset bertenaga tetapi RAM terbatas atau penyimpanan yang relatif lambat dapat memberikan pengalaman yang tidak sesuai dengan kemampuan prosesornya.
8. Periksa Kondisi Fisik HP
Terakhir, jangan lupa bahwa kondisi perangkat bekas juga menentukan performanya.
Chipset yang masih mumpuni tidak akan banyak membantu apabila baterai sudah mengalami penurunan kapasitas signifikan, perangkat mudah panas, atau penyimpanannya mengalami masalah.
Sebelum membeli, periksa kondisi baterai, layar, port pengisian daya, speaker, kamera, penyimpanan, serta kondisi fisik secara keseluruhan.
Jika memungkinkan, lakukan pengujian langsung dengan aplikasi dan aktivitas yang nantinya sering digunakan. Calon pembeli juga dapat mencoba menjalankan game atau aplikasi berat untuk melihat kestabilan performanya.
Hal ini penting karena dua HP dengan chipset yang sama dapat memberikan pengalaman berbeda. Sistem pendingin, kapasitas baterai, software, dan optimasi dari masing-masing produsen dapat memengaruhi performa akhir perangkat.
Pada akhirnya, memilih HP bekas tidak cukup dengan melihat tulisan Snapdragon, Dimensity, atau Exynos pada spesifikasinya.
Calon pembeli perlu melihat model chipset secara spesifik, generasinya, konfigurasi CPU dan GPU, teknologi fabrikasi, kemampuan AI, dukungan RAM serta penyimpanan, hingga kondisi fisik smartphone.
Dengan membandingkan seluruh aspek tersebut, pembeli memiliki peluang lebih besar mendapatkan HP bekas dengan performa yang masih relevan tanpa harus mengeluarkan dana sebesar membeli perangkat baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Aragon 2026 setelah mengungguli Alex Marquez dan Marco Bezzecchi dalam balapan 11 lap.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.
China melaju ke final AVC Continental 2026 setelah mengalahkan Iran 3-0. Tuan rumah akan menghadapi Thailand di partai puncak.
Sejarah pajak ternyata sudah ada sejak sekitar 3.000 SM di Mesir Kuno. Begini cara Firaun memungut pajak berdasarkan lahan dan hasil panen.
Ingin membeli HP bekas? Simak cara membandingkan prosesor Snapdragon, Dimensity, dan Exynos berdasarkan generasi, CPU, GPU, AI, hingga kondisi perangkat.