WNI Tetap Bebas Visa ke Thailand, Maksimal 30 Hari Mulai 15 September
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Persepsi masyarakat Amerika Serikat terhadap perkembangan artificial intelligence (AI) mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Survei terbaru dari Pew Research Center menunjukkan tingkat kekhawatiran terhadap teknologi ini kini lebih tinggi dibandingkan antusiasme yang muncul saat AI mulai menjadi perbincangan luas.
Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa kelompok usia muda yang selama ini dianggap paling dekat dengan perkembangan teknologi justru semakin banyak yang merasa khawatir terhadap dampak AI. Tren ini terlihat jelas pada responden berusia di bawah 30 tahun.
Data yang dikutip dari Forbes, menunjukkan sebanyak 55% orang dewasa berusia di bawah 30 tahun di Amerika Serikat mengaku lebih khawatir daripada antusias terhadap perkembangan AI. Angka tersebut meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya yang berada di level 39%.
Perubahan pandangan ini menunjukkan adanya pergeseran sikap terhadap teknologi yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dan mulai digunakan dalam berbagai sektor kehidupan.
Kekhawatiran Kini Lebih Dominan
Survei Pew Research Center juga menemukan bahwa secara keseluruhan masyarakat dewasa di Amerika Serikat lebih banyak yang merasa khawatir terhadap AI dibandingkan yang merasa antusias.
Sebanyak 52% responden dewasa menyatakan kekhawatiran terhadap perkembangan teknologi tersebut. Temuan ini memperlihatkan bahwa penerimaan publik terhadap AI tidak lagi didominasi optimisme sebagaimana beberapa tahun lalu.
Pew mencatat tren antusiasme terhadap AI sebenarnya terus mengalami penurunan sejak 2021. Penurunan paling signifikan terjadi pada kelompok usia muda yang berada di bawah 30 tahun.
Jika lima tahun lalu terdapat 25% responden muda yang menyatakan antusias terhadap AI, kini jumlah tersebut turun menjadi hanya 11%.
Penurunan tingkat antusiasme tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap berbagai dampak yang mungkin muncul akibat penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.
Kekhawatiran terhadap Lapangan Kerja
Selain memengaruhi persepsi publik secara umum, perkembangan AI juga memunculkan kekhawatiran terkait masa depan dunia kerja.
Dalam survei yang sama, mayoritas responden percaya bahwa penggunaan AI berpotensi mengurangi peluang kerja manusia dalam dua dekade mendatang.
Sebanyak 71% responden menyatakan AI dapat menyebabkan berkurangnya kesempatan kerja. Persentase tersebut meningkat dibandingkan hasil survei pada 2024 yang berada di angka 64%.
Pandangan serupa juga muncul lebih kuat di kalangan responden berusia di bawah 30 tahun. Kelompok ini menunjukkan tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata responden secara keseluruhan.
Pada 2026, sebanyak 73% responden muda percaya bahwa AI dapat mengurangi peluang kerja manusia. Angka tersebut meningkat dari 61% pada 2024.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap dampak AI terhadap pasar tenaga kerja tidak hanya dirasakan kelompok usia yang lebih tua, tetapi juga generasi muda yang akan memasuki atau sedang berada dalam dunia kerja.
Antusiasme AI Menurun Dibanding Beberapa Tahun Lalu
Ketika teknologi AI mulai berkembang pesat dan digunakan secara luas, antusiasme publik sempat meningkat karena berbagai potensi yang ditawarkan.
Namun, survei Pew Research Center memperlihatkan tren yang berbeda dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan antusiasme terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap konsekuensi penggunaan AI.
Kelompok usia muda menjadi salah satu segmen yang menunjukkan perubahan paling besar dalam cara memandang teknologi tersebut. Jika sebelumnya AI lebih banyak dilihat sebagai peluang, kini lebih banyak responden yang mengaitkannya dengan risiko dan ketidakpastian.
Survei ini menggambarkan bagaimana persepsi masyarakat terhadap AI terus berkembang seiring semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut dalam berbagai bidang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa isu lapangan kerja menjadi salah satu faktor yang paling banyak memengaruhi tingkat kekhawatiran publik terhadap perkembangan kecerdasan buatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Satpol PP Bantul menindaklanjuti laporan warga terkait indekos di Ngestiharjo yang diduga digunakan untuk aktivitas open BO atau prostitusi.
Instagram meluncurkan label AI Generated Profile. Akun AI tanpa label berisiko kehilangan jangkauan di Reels dan Explore.
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain
Sebanyak 19 tersangka kasus Little Aresha dilimpahkan ke Kejari Kota Jogja. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.