AI Gratis Jadi Layanan Publik, Korea Selatan Siapkan 512 GPU
AI for All Korea Selatan, AI gratis untuk warga, pemerintah Korea Selatan, 512 Nvidia B200, AI Korea Selatan
Ilustrasi mobil warna putih/ dok
Harianjogja.com, JOGJA— Pernah membuka pintu mobil yang terparkir lama di bawah terik Matahari lalu langsung merasakan hawa panas dari dalam kabin? Warna bodi ternyata memang ikut berperan terhadap seberapa banyak panas yang diserap kendaraan.
Penelitian Lawrence Berkeley National Laboratory atau Berkeley Lab menemukan mobil dengan bodi yang lebih reflektif dapat memiliki suhu lebih rendah dibandingkan kendaraan berwarna gelap ketika sama-sama terpapar sinar Matahari.
Dalam eksperimen tersebut, peneliti membandingkan dua sedan yang identik, yakni Honda Civic berwarna hitam dan perak. Hasilnya, atap mobil perak dapat memiliki suhu hingga 25 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan mobil hitam setelah terpapar sinar Matahari.
Perbedaannya tidak berhenti pada permukaan bodi. Udara di dalam kabin mobil perak juga tercatat sekitar 5–6 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan mobil hitam dalam kondisi pengujian.
Mengapa Mobil Hitam Lebih Panas?
Perbedaan tersebut berkaitan dengan kemampuan permukaan mobil dalam memantulkan radiasi Matahari.
Bodi mobil berwarna gelap, terutama hitam konvensional, menyerap lebih banyak energi Matahari. Sebaliknya, warna terang seperti putih dan perak memiliki tingkat reflektansi yang lebih tinggi sehingga lebih banyak radiasi dipantulkan kembali.
Berkeley Lab mencatat bodi hitam yang digunakan dalam penelitian memiliki reflektansi Matahari sekitar 0,05. Sementara itu, mobil perak memiliki reflektansi sekitar 0,58. Semakin tinggi tingkat reflektansi, semakin sedikit energi Matahari yang diserap permukaan kendaraan.
Secara sederhana, inilah alasan mengapa permukaan mobil hitam dapat menjadi lebih panas ketika diparkir di bawah Matahari.
Namun, bukan berarti warna bodi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan temperatur kabin.
Jenis kaca, desain kendaraan, material interior, ventilasi, posisi parkir dan penggunaan pelindung Matahari juga dapat memengaruhi kondisi di dalam mobil.
Suhu Kabin Bisa Berbeda Beberapa Derajat
Temuan Berkeley Lab menunjukkan perubahan reflektansi bodi kendaraan juga berdampak terhadap suhu udara kabin.
Dalam eksperimen, peningkatan reflektansi Matahari pada bodi kendaraan sekitar 0,5 dapat menurunkan suhu udara kabin yang mengalami pemanasan setelah terparkir di bawah Matahari sekitar 5–6 derajat Celsius.
Selisih tersebut mungkin terlihat kecil dibandingkan perbedaan suhu permukaan atap yang mencapai 25 derajat Celsius. Namun, beberapa derajat pada kabin dapat membuat proses mendinginkan kendaraan menjadi lebih ringan.
Penelitian tersebut bahkan memperkirakan mobil dengan bodi perak membutuhkan kapasitas pendingin udara sekitar 13% lebih rendah dibandingkan mobil hitam untuk mencapai suhu kabin 25 derajat Celsius dalam waktu 30 menit.
Artinya, pemilihan warna kendaraan bukan sekadar persoalan penampilan. Karakteristik permukaan bodi juga dapat memengaruhi beban sistem pendingin kendaraan.
Putih dan Perak Lebih Efektif Memantulkan Sinar Matahari
Berkeley Lab menjelaskan bahwa mobil berwarna putih dan perak dapat memantulkan sekitar 60% sinar Matahari. Sebaliknya, bodi hitam konvensional yang diuji hanya memantulkan sekitar 5%.
Perbedaan tersebut membuat warna terang menjadi pilihan yang menarik bagi kendaraan yang sering diparkir di ruang terbuka.
Meski demikian, tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap mobil putih atau perak pasti memiliki kabin yang jauh lebih dingin daripada semua mobil hitam.
Hasil penelitian tersebut berasal dari pengujian kendaraan tertentu dengan kondisi dan material tertentu. Teknologi cat, jenis kaca, kaca film, material interior, ukuran kaca serta desain kendaraan dapat membuat hasil pada mobil lain berbeda.
Bahkan, Berkeley Lab juga mencatat adanya teknologi cool-colored paint, yakni lapisan berwarna yang tetap memiliki kemampuan memantulkan radiasi Matahari lebih tinggi meskipun tampilannya tidak harus putih atau perak.
Warna Mobil Bisa Berpengaruh pada Efisiensi AC
Pengaruh warna kendaraan ternyata juga berkaitan dengan konsumsi energi.
Penelitian Berkeley Lab memperkirakan penggunaan bodi putih atau perak dengan reflektansi sekitar 0,60 dibandingkan bodi hitam dapat memungkinkan penggunaan sistem AC dengan kapasitas lebih kecil.
Dalam simulasi, kendaraan dengan bodi putih atau perak diperkirakan dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 2% dibandingkan kendaraan dengan bodi hitam konvensional, meski angka tersebut merupakan hasil pemodelan dan bukan berarti setiap kendaraan akan memperoleh penghematan yang sama.
Karena penelitian tersebut dilakukan di Amerika Serikat dengan kendaraan dan kondisi pengujian tertentu, hasilnya tidak dapat langsung diterapkan sebagai angka pasti untuk seluruh mobil di Indonesia.
Namun, prinsip dasarnya tetap relevan bagi negara beriklim panas.
Warna Terang Bisa Jadi Pertimbangan di Indonesia
Bagi pemilik mobil yang sering memarkir kendaraan di area terbuka, warna bodi dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli kendaraan.
Mobil putih atau perak memiliki keuntungan dari sisi reflektansi Matahari. Kendaraan dengan warna tersebut cenderung menyerap lebih sedikit energi Matahari dibandingkan mobil berwarna hitam konvensional.
Meski begitu, pemilik mobil berwarna gelap tidak perlu khawatir berlebihan.
Penggunaan sun shade pada kaca depan, memilih tempat parkir yang teduh, menggunakan kaca film yang sesuai dan membuka ventilasi sebelum menyalakan AC dapat membantu mengurangi panas yang terperangkap di dalam kabin.
Pada akhirnya, warna bodi memang memiliki pengaruh terhadap panas kendaraan, tetapi bukan satu-satunya penentu.
Penelitian Berkeley Lab menunjukkan bahwa mobil hitam dapat memiliki permukaan yang jauh lebih panas dibandingkan mobil perak dalam kondisi terpapar Matahari. Namun, perbedaan suhu kabin lebih kecil dan masih dipengaruhi berbagai komponen kendaraan lainnya.
Jadi, jika Anda tinggal di daerah dengan paparan Matahari tinggi dan sering parkir di ruang terbuka, memilih warna terang seperti putih atau perak dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi beban panas kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI for All Korea Selatan, AI gratis untuk warga, pemerintah Korea Selatan, 512 Nvidia B200, AI Korea Selatan
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Google dikabarkan akan memindahkan seluruh produksi Pixel, smartwatch dan earbud dari China mulai 2027. India dan Vietnam menjadi basis baru.
Penelitian Berkeley Lab menemukan atap mobil perak bisa 25 derajat Celsius lebih dingin dari mobil hitam. Simak pengaruh warna terhadap panas kabin.