Jangan Cuma Lihat RAM, Ini Alasan Prosesor Penting di HP Lipat

Jumali
Jumali Jum'at, 11 September 2026 18:57 WIB
Jangan Cuma Lihat RAM, Ini Alasan Prosesor Penting di HP Lipat

Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5 (Samsung)

Harianjogja.com, JOGJA— Saat memilih HP lipat, kapasitas RAM, jumlah kamera, layar, dan desain memang menjadi pertimbangan penting. Namun, ada komponen lain yang tidak kalah menentukan pengalaman penggunaan sehari-hari, yakni prosesor atau chipset.

Komponen ini berperan dalam menjalankan instruksi aplikasi, mengolah data, mendukung pemrosesan foto dan video, menjalankan gim, hingga menangani sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Perannya semakin terasa pada HP lipat karena perangkat jenis ini biasanya menawarkan layar besar dan kemampuan multitasking yang lebih kompleks.

Ketika perangkat dibuka, layar yang lebih luas memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak aktivitas, seperti membuka beberapa aplikasi, mengedit dokumen, melakukan panggilan video, menjelajah internet, hingga menjalankan fitur AI. Karena itu, kemampuan chipset menjadi salah satu aspek yang layak diperhatikan sebelum membeli HP lipat.

Chipset ikut menentukan kemampuan multitasking

Salah satu alasan prosesor perlu diperhatikan adalah kemampuannya menangani berbagai proses secara bersamaan. Layar besar pada HP lipat memang memberikan ruang kerja lebih luas, tetapi pengalaman multitasking tidak hanya bergantung pada ukuran layar atau kapasitas RAM.

RAM berfungsi menyediakan ruang kerja bagi aplikasi dan proses yang sedang berjalan. Sementara itu, CPU dalam chipset bertugas menjalankan instruksi dan mengolah berbagai proses yang dibutuhkan perangkat. Keduanya bekerja bersama agar aplikasi dapat berjalan dengan responsif.

Google Pixel 10 Pro Fold menjadi salah satu contoh. Perangkat tersebut menggunakan Google Tensor G5 dan RAM 16 GB. Google menyebut Tensor G5 memiliki CPU yang rata-rata 34 persen lebih cepat dibanding Tensor G4 serta TPU yang hingga 60 persen lebih bertenaga.

Google secara khusus menyebut kombinasi Tensor G5 dan RAM 16 GB pada Pixel 10 Pro Fold dirancang untuk mendukung multitasking. Artinya, ketika melihat spesifikasi HP lipat, kapasitas RAM sebaiknya dibaca bersama kemampuan chipset yang digunakan.

Kamera tidak hanya soal megapiksel

Pertimbangan serupa berlaku pada sektor kamera. Jumlah megapiksel memang menjadi salah satu informasi yang mudah ditemukan dalam spesifikasi, tetapi kualitas foto dan video juga dipengaruhi kemampuan pemrosesan gambar yang dilakukan chipset.

Chipset modern memiliki komponen khusus yang membantu perangkat mengolah data kamera. Pemrosesan tersebut dapat berkaitan dengan penggabungan gambar, rentang dinamis, pengurangan noise, hingga berbagai fitur fotografi komputasional dan AI.

Tensor G5, misalnya, memiliki ISP atau Image Signal Processor yang ditingkatkan. Google menyebut chip tersebut mendukung berbagai kemampuan kamera pada Pixel 10, termasuk pemrosesan video dan sejumlah fitur fotografi berbasis komputasi.

Di sisi lain, Snapdragon 8 Elite Gen 5 membawa Qualcomm Spectra ISP dengan triple 20-bit ISP. Qualcomm menyebut teknologi tersebut mampu menangkap rentang dinamis hingga empat kali lebih luas dan menjadi bagian dari kemampuan pemrosesan kamera platform tersebut.

Platform Qualcomm itu juga mendukung Advanced Professional Video atau APV, codec yang dirancang untuk perekaman video dengan bitrate tinggi dan alur pascaproduksi yang lebih profesional.

Karena itu, pengguna yang mencari HP lipat untuk fotografi atau pembuatan konten sebaiknya tidak berhenti pada angka megapiksel. Kemampuan ISP dan pemrosesan komputasional di balik kamera juga perlu diperhatikan.

Gaming juga bergantung pada CPU dan GPU

Bagi pengguna yang menjadikan HP lipat sebagai perangkat gaming, prosesor menjadi semakin penting. CPU menangani berbagai perhitungan dan instruksi, sedangkan GPU memiliki peran besar dalam menghasilkan serta memproses tampilan grafis gim.

Qualcomm menyebut Snapdragon 8 Elite Gen 5 membawa peningkatan pada CPU dan GPU sekaligus mendukung berbagai fitur Snapdragon Elite Gaming. Platform tersebut juga mendukung Unreal Engine 5 serta teknologi seperti ray tracing untuk membantu menghasilkan visual yang lebih kompleks pada perangkat mobile.

Namun, performa gaming tidak hanya ditentukan chipset. Sistem pendinginan, optimalisasi software, kapasitas RAM, resolusi layar, refresh rate, serta efisiensi daya juga dapat memengaruhi pengalaman bermain dalam penggunaan nyata.

Hal ini menjadi penting pada HP lipat karena desain perangkat harus menyeimbangkan performa tinggi dengan keterbatasan ruang untuk komponen dan sistem termal. Jadi, chipset yang lebih bertenaga tetap perlu didukung rancangan perangkat yang mampu mempertahankan performanya.

AI membuat peran NPU semakin penting

Perkembangan AI pada smartphone membuat komponen lain dalam chipset ikut mendapat perhatian, yaitu NPU atau Neural Processing Unit. Komponen ini dirancang untuk menangani beban kerja AI tertentu secara lebih efisien.

Pada perangkat modern, pemrosesan AI dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk fitur kamera, pengeditan foto, produktivitas, penerjemahan, hingga fitur pintar yang berjalan langsung di perangkat. Sebagian tugas tersebut dapat diproses secara lokal tanpa selalu mengirimkan pekerjaan ke cloud.

Tensor G5 Google, misalnya, dirancang untuk menjalankan Gemini Nano dan berbagai pengalaman AI secara langsung di perangkat. Google menyebut peningkatan kemampuan Tensor G5 memungkinkan model tersebut berjalan lebih cepat dan efisien dibanding generasi sebelumnya.

Samsung juga menempatkan NPU sebagai bagian penting dari Galaxy Z Fold8. HP lipat tersebut menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang menggabungkan CPU, GPU, dan NPU generasi baru untuk mendukung performa, grafis, serta fitur AI.

Galaxy Z Fold8 jadi contoh HP lipat dengan chipset terbaru

Samsung Galaxy Z Fold8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang dikustomisasi untuk perangkat Galaxy. Samsung menyebut chipset tersebut dirancang untuk mendukung streaming, performa kamera, AI, grafis, dan efisiensi daya.

Galaxy Z Fold8 tersedia dengan RAM 12 GB atau 16 GB serta pilihan penyimpanan 256 GB, 512 GB, dan 1 TB. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa spesifikasi memori dan chipset perlu dilihat sebagai satu kesatuan ketika menilai kemampuan sebuah HP lipat.

Samsung juga mengklaim perangkat tersebut mampu memutar video hingga 26 jam dengan baterai 4.800 mAh. Meski begitu, angka daya tahan baterai dalam penggunaan sehari-hari tetap dapat berbeda karena dipengaruhi pola pemakaian, aplikasi, koneksi, dan pengaturan perangkat.

Apa yang perlu dicek sebelum membeli HP lipat?

Bagi calon pembeli, spesifikasi chipset setidaknya perlu dilihat dari beberapa sisi. Generasi prosesor menunjukkan seberapa baru platform yang digunakan, sedangkan CPU dan GPU memberi gambaran kemampuan komputasi serta grafis perangkat.

Selain itu, kemampuan NPU atau pemrosesan AI semakin relevan karena semakin banyak fitur smartphone mengandalkan kecerdasan buatan. Kemampuan ISP juga patut diperhatikan apabila perangkat akan sering digunakan untuk fotografi dan pembuatan video.

Efisiensi daya tidak kalah penting. Chipset yang menawarkan performa tinggi tetapi tetap efisien dapat membantu perangkat menjalankan aktivitas berat tanpa terlalu cepat menguras baterai, meski hasil akhirnya tetap dipengaruhi kapasitas baterai, layar, software, dan sistem pendinginan.

Dengan demikian, saat memilih HP lipat, pengguna tidak perlu terpaku pada satu angka seperti RAM atau megapiksel kamera. Membandingkan chipset, CPU, GPU, NPU, kemampuan pemrosesan kamera, efisiensi daya, serta dukungan fitur yang benar-benar akan digunakan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh sebelum menentukan pilihan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online