Trump Buka Peluang Mobil Listrik China Diproduksi di AS

Newswire
Newswire Sabtu, 12 September 2026 12:47 WIB
Trump Buka Peluang Mobil Listrik China Diproduksi di AS

Ilustrasi mobil listrik

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang perusahaan otomotif China memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat. Namun, ada satu syarat yang ditekankan Trump, yakni perusahaan tersebut harus mempekerjakan tenaga kerja Amerika.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Jumat (11/9). Trump mengatakan kebijakan untuk membatasi masuknya mobil China impor ke pasar Amerika Serikat tetap perlu dilanjutkan.

Di sisi lain, Trump tidak mempermasalahkan apabila perusahaan otomotif China memilih membangun pabrik dan memproduksi kendaraan mereka secara langsung di Amerika Serikat.

“Jepang melakukannya, tetapi mereka mempekerjakan tenaga kerja kami. Yang terpenting adalah mereka mempekerjakan tenaga kerja kami,” katanya.

Trump Tolak Mobil China dari Meksiko

Trump menegaskan keberatan utamanya adalah apabila perusahaan China memanfaatkan produksi murah di negara lain untuk kemudian memasukkan kendaraan tersebut ke pasar Amerika Serikat.

Dalam wawancara tersebut, ia secara khusus menyinggung skenario perusahaan China memproduksi kendaraan di Meksiko dengan biaya rendah, kemudian mengirimkannya ke Amerika Serikat.

Sikap tersebut disampaikan sekitar dua pekan sebelum rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Washington. Pernyataan itu muncul ketika produsen otomotif dan sejumlah anggota parlemen AS masih menunjukkan penolakan kuat terhadap pembukaan pasar Amerika bagi perusahaan kendaraan listrik China.

Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan adalah BYD Co., produsen kendaraan listrik terbesar China, serta perusahaan sejenis lainnya.

BYD Masuk Daftar Departemen Pertahanan AS

Sekitar tiga bulan sebelum pernyataan Trump tersebut, Departemen Pertahanan AS memasukkan BYD dan sejumlah perusahaan China terkemuka lainnya ke dalam daftar panjang entitas yang diyakini bekerja sama dengan militer China.

Posisi BYD menjadi salah satu isu yang sensitif dalam pembahasan mengenai akses produsen kendaraan listrik China ke pasar Amerika Serikat.

Meski terdapat ketegangan dalam hubungan kedua negara, Trump kembali menegaskan hubungan baiknya dengan Xi Jinping. Menurut Trump, hubungan yang lebih baik dengan China menjadi sesuatu yang positif bagi Amerika Serikat.

“Fakta bahwa kami dapat berhubungan baik merupakan hal yang baik. Kami sekarang memiliki hubungan yang sangat baik dengan China. Dulu kami memiliki hubungan yang tidak menyenangkan dengan China, tetapi sekarang kami memiliki hubungan yang baik dengan China,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : ANtara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online