Ekspor Indonesia Diproyeksi Membaik, Biaya Produksi Jadi Tantangan
Apindo memproyeksikan ekspor Indonesia membaik pada Juli 2026, tetapi biaya produksi dan permintaan global masih menjadi tantangan.
iPhone 17. - Apple
Harianjogja.com, JAKARTA—Apple berpotensi langsung mengubah peta persaingan pasar smartphone lipat global setelah meluncurkan iPhone Duo. Ponsel lipat pertama Apple itu diproyeksikan menguasai 24,8% pasar smartphone lipat dunia pada 2026 dengan pengiriman sekitar 5 juta unit.
Mengutip laporan TrendForce, Sabtu (12/9/2026), proyeksi tersebut menempatkan Apple sebagai pemain terbesar kedua di pasar smartphone lipat setelah Samsung.
TrendForce memperkirakan total pengiriman smartphone lipat global mencapai sekitar 20,2 juta unit pada 2026. Namun, pasar tersebut hanya tumbuh 0,5% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Di luar Apple, pengiriman smartphone lipat dari berbagai merek Android justru diperkirakan hanya mencapai sekitar 15,2 juta unit. Angka tersebut mencerminkan penurunan lebih dari 20% YoY.
“Penurunan tersebut terutama mencerminkan kenaikan tajam biaya komponen, di mana sebagian besar merek diperkirakan mencatat pengiriman yang stagnan atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis TrendForce.
Samsung Masih Memimpin
Meski Apple diperkirakan langsung menguasai hampir seperempat pasar smartphone lipat, Samsung masih menjadi pemimpin pasar pada 2026.
TrendForce memproyeksikan Samsung mengirim sekitar 7,1 juta unit smartphone lipat dengan pangsa pasar 35,1%. Sementara Huawei diperkirakan mencatat pengiriman sekitar 5 juta unit dengan pangsa pasar 24,8%.
Apple sendiri memasuki pasar tersebut melalui iPhone Duo dengan desain lipat ke dalam bergaya buku atau book-style.
iPhone Duo memiliki layar bagian dalam berukuran 7,6 inci dan layar penutup berukuran 5,4 inci. Kehadiran perangkat tersebut membuat persaingan ponsel lipat tidak lagi semata-mata berfokus pada desain engsel.
Menurut TrendForce, produsen kini menghadapi tuntutan untuk menghasilkan perangkat yang lebih tipis dan ringan, mengurangi bekas lipatan atau crease pada layar, sekaligus meningkatkan keandalan perangkat untuk penggunaan jangka panjang.
Pengurangan crease dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai komponen, termasuk ultra-thin glass (UTG), optically clear adhesive (OCA), modul OLED, serta struktur pendukung.
Pada iPhone Duo, modul layar bagian dalam menggunakan 10 lapisan material ultra-tipis yang dipadukan dengan perlakuan permukaan nano-texture. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi pantulan sekaligus membuat bekas lipatan layar lebih sulit terlihat.
iPhone Duo Pangkas Ketebalan
Apple menggunakan rangka dan penutup engsel berbahan titanium Grade 5 pada iPhone Duo. Perangkat tersebut memiliki bobot sekitar 254 gram.
Ketebalan iPhone Duo mencapai sekitar 5,2 mm ketika perangkat dibuka dan 11,3 mm saat dilipat.
Untuk menekan ketebalan sekaligus menghemat ruang internal, Apple tidak menyertakan kamera telefoto periskop khusus. Sebagai gantinya, kamera utama 48MP menawarkan kemampuan 2x optical-quality zoom.
Pada sektor biometrik, sensor Touch ID yang ditempatkan di sisi perangkat digunakan untuk menggantikan Face ID.
TrendForce menilai pilihan tersebut menunjukkan adanya kompromi yang masih harus dihadapi produsen smartphone lipat. Kompromi itu mencakup ketebalan perangkat, kemampuan kamera, komponen biometrik, hingga ruang yang tersedia untuk baterai.
Dengan demikian, desain iPhone Duo tidak sekadar mengandalkan layar lipat berukuran lebih besar. Apple justru menitikberatkan perangkat tersebut pada pengurangan bekas lipatan, keandalan jangka panjang, konsistensi antara layar bagian dalam dan luar, serta integrasi modul layar yang lebih tipis dengan keseluruhan perangkat.
Apple Bisa Ubah Strategi Produsen HP Lipat
TrendForce menilai 2026 menjadi tahun penataan kembali struktur pasar smartphone lipat. Dalam jangka pendek, tambahan permintaan yang berasal dari iPhone Duo diperkirakan terutama mengimbangi penurunan pengiriman dari pemain yang sudah ada.
Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, kebutuhan Apple terhadap layar, UTG, engsel, serta arsitektur perangkat secara keseluruhan berpotensi mempercepat kematangan teknologi rantai pasok dan memperluas skala produksi massal.
“Masuknya Apple juga dapat mendorong Samsung dan produsen asal Cina untuk mengevaluasi kembali strategi produk smartphone lipat mereka, sehingga mempercepat peningkatan spesifikasi teknologi sekaligus penurunan biaya,” tandas TrendForce.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Apindo memproyeksikan ekspor Indonesia membaik pada Juli 2026, tetapi biaya produksi dan permintaan global masih menjadi tantangan.
Empat pria bertopeng membakar Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo setelah mengancam penjaga malam dengan senjata tajam.
Harga Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak naik hingga akhir 2026. Pemerintah menjaga harga BBM subsidi demi daya beli masyarakat.
Ketua MK Suhartoyo mengingatkan calon advokat tak menjadikan klien sebagai objek bisnis dan pentingnya menjalankan prinsip officium nobile.
Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka dalam kasus tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Telkom melihat pemanfaatan Graha Merah Putih oleh BGN sebagai peluang optimalisasi aset dan membuka bisnis baru lewat layanan digital.