Suzuki Geser Honda, Jadi Produsen Mobil Terlaris Kedua di Jepang

Jumali
Jumali Sabtu, 31 Oktober 2026 20:17 WIB
Suzuki Geser Honda, Jadi Produsen Mobil Terlaris Kedua di Jepang

Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan di stan Suzuki saat berlangsungnya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti\r\n\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Suzuki Motor Corp berhasil menyalip Honda Motor Co dalam persaingan penjualan kendaraan global di antara produsen otomotif Jepang. Pada periode April-September 2026, Suzuki menempati posisi kedua setelah membukukan penjualan 1,824 juta unit, didorong kuatnya permintaan di India.

Berdasarkan data delapan produsen otomotif utama Jepang yang dikutip dari Kyodo, Sabtu (31/10/2026), penjualan Suzuki tersebut meningkat 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu sekaligus menjadi rekor tertinggi perusahaan untuk penjualan pada periode April-September.

Kenaikan tersebut membuat Suzuki naik dari posisi keempat ke peringkat kedua. Salah satu penopang utamanya adalah pasar India, tempat Suzuki menguasai sekitar 40% pangsa pasar mobil penumpang.

Sebaliknya, Honda harus turun ke urutan ketiga. Produsen tersebut mencatatkan penjualan global 1,661 juta unit atau turun 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan penjualan di China menjadi salah satu penyebab utama, dengan angka penjualan di negara tersebut merosot hingga separuhnya.

Toyota Masih Teratas, Penjualan di China Melemah

Di tengah pergeseran posisi Suzuki dan Honda, Toyota Motor Corp masih mempertahankan status sebagai produsen otomotif Jepang dengan penjualan global terbesar.

Toyota membukukan penjualan 5,059 juta unit, termasuk kendaraan merek Lexus. Meski masih berada di posisi pertama, jumlah tersebut turun 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi Toyota juga menyusut 1,9% menjadi 4,895 juta unit. Penurunan penjualan dan produksi global pada semester pertama tahun fiskal ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir.

Melemahnya permintaan di China menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja Toyota. Penjualan perusahaan di negara tersebut anjlok 25,1%. Sementara itu, penjualan Toyota di luar Jepang turun 6,5% menjadi 4,256 juta unit dan produksinya berkurang 5,6% menjadi 3,215 juta unit.

Meski menghadapi tekanan di sejumlah pasar, Toyota masih mencatatkan pertumbuhan di Amerika Utara dan Eropa. Penjualan di Amerika Utara meningkat 1,8%, ditopang kuatnya permintaan kendaraan hibrida. Adapun penjualan di Eropa tumbuh 1,4%.

Produsen Jepang Tertekan Persaingan Kendaraan Listrik

Persaingan industri otomotif di China semakin ketat seiring meningkatnya daya saing produsen lokal. Kenaikan harga bensin akibat krisis di Timur Tengah juga disebut turut mempercepat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di negara tersebut.

Perubahan pasar itu menjadi tantangan bagi produsen otomotif Jepang, terutama Toyota dan Honda. Keduanya harus menghadapi tekanan dari persaingan perusahaan lokal sekaligus pergeseran permintaan konsumen menuju kendaraan listrik.

Secara keseluruhan, delapan produsen otomotif utama Jepang mencatatkan penjualan 11,83 juta kendaraan di seluruh dunia selama April-September 2026. Angka tersebut turun 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain Suzuki, beberapa produsen lain masih mampu membukukan pertumbuhan. Mazda Motor Corp mencatatkan kenaikan penjualan 1,2% menjadi 616.776 unit. Daihatsu Motor Co tumbuh 0,5% menjadi 494.759 unit, sedangkan Subaru Corp meningkat 3,4% menjadi 470.379 unit.

Di sisi lain, Nissan Motor Co masih menghadapi tekanan dalam upaya memulihkan bisnisnya. Penjualan global Nissan turun 11,8% menjadi 1,355 juta unit. Penjualan perusahaan di China bahkan merosot lebih dari 40%.

Mitsubishi Motors Corp juga mengalami penurunan penjualan global sebesar 7% menjadi 356.887 unit.

Produksi Kendaraan Jepang Justru Meningkat

Dari sisi produksi, total kendaraan yang dihasilkan delapan produsen otomotif tersebut mencapai 11,83 juta unit. Jumlah itu turun 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, produksi kendaraan di dalam negeri Jepang justru menunjukkan pertumbuhan. Selama April-September 2026, produksi domestik meningkat 2,4% menjadi 3,97 juta unit.

Data tersebut menunjukkan perubahan peta persaingan produsen otomotif Jepang. Suzuki berhasil memperkuat posisinya berkat pertumbuhan penjualan di India, sedangkan Honda dan Nissan menghadapi tekanan yang cukup besar, terutama di pasar China.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online