Mobil Sering Hantam Jalan Berlubang? Segera Cek Bagian-Bagian Ini

Arief Junianto
Arief Junianto Jum'at, 02 Oktober 2026 12:27 WIB
Mobil Sering Hantam Jalan Berlubang? Segera Cek Bagian-Bagian Ini

Ban Kendaraan - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki atau memiliki permukaan tidak rata.

Bagi pengemudi, lubang mungkin terlihat seperti gangguan kecil yang cukup dihindari. Namun, benturan yang cukup keras bisa memberikan dampak pada sejumlah komponen kendaraan.

Masalahnya, kerusakan setelah menghantam lubang tidak selalu langsung terlihat. Ban mungkin masih terlihat normal, tetapi mobil mulai terasa berbeda ketika kembali melaju. Setir bisa terasa tidak lurus, muncul getaran, atau terdengar bunyi dari bagian bawah kendaraan.

Karena itu, setelah menghantam lubang cukup keras, pengendara sebaiknya tidak hanya memastikan ban tidak bocor. Beberapa bagian lain juga perlu diperhatikan.

Ini bagian yang bisa terdampak kerusakan jalan

  1. Ban dan velg

Ban menjadi bagian pertama yang menerima benturan ketika mobil melewati lubang. Benturan keras dapat menyebabkan ban mengalami benjolan, sobekan pada bagian tertentu, atau perubahan tekanan.

Velg juga bisa mengalami perubahan bentuk, terutama jika mobil menghantam lubang dalam dengan kecepatan cukup tinggi. Kondisi ini dapat membuat putaran roda tidak lagi optimal dan memicu getaran ketika mobil melaju. 

  1. Posisi Roda

Setelah menghantam lubang cukup keras, posisi roda bisa berubah. Kondisi ini biasanya terasa ketika setir tidak lagi lurus saat mobil berjalan lurus atau mobil terasa menarik ke salah satu sisi.

Kalau dibiarkan, posisi roda yang berubah juga bisa membuat ban lebih cepat aus atau ausnya tidak merata. Karena itu, jika mobil mulai terasa berbeda setelah melewati lubang, sebaiknya segera diperiksa. 

  1. Komponen kaki-kaki

Benturan berulang atau cukup keras juga dapat memberikan tekanan pada komponen kaki-kaki seperti tie rod, ball joint, lower arm, hingga shock breaker.

Gejalanya bisa berupa bunyi yang sebelumnya tidak ada, mobil terasa lebih limbung, setir terasa berbeda, atau kenyamanan berkendara menurun.

Namun, gejala yang muncul setelah menghantam lubang tidak selalu menunjukkan satu komponen tertentu. Pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk memastikan sumber masalahnya. 

Kapan Mobil Masih Aman Dibawa?

Tidak semua mobil yang baru saja menghantam lubang harus langsung menggunakan towing. Jika kendaraan masih terasa normal, tidak ada kerusakan pada ban, setir tetap terkendali, dan tidak muncul suara atau getaran yang tidak biasa, pengendara dapat membawa kendaraan secara hati-hati untuk diperiksa di bengkel.

Sebaliknya, pengendara perlu lebih berhati-hati jika setelah benturan muncul getaran kuat, setir sulit dikendalikan, mobil menarik ke satu sisi, ban mengalami kerusakan, atau terdengar bunyi keras dari bagian bawah kendaraan.

Dalam kondisi seperti ini, memaksakan mobil untuk terus berjalan, terutama dalam perjalanan jauh, justru dapat meningkatkan risiko. Pengendara perlu mempertimbangkan apakah kendaraan memang masih aman untuk dikendarai atau lebih baik meminta bantuan.

Jika tidak memungkinkan untuk berjalan, towing bisa jadi solusinya. Anda pun bisa memanfaatkan jasa towing yang memang memiliki jaringan partner luas sehingga mudah Anda akses.

Salah satunya adalah Towing Express Garasi.id yang bisa membantu proses evakuasi kendaraan menggunakan jaringan partner towing yang tersedia secara nasional selama area layanan terjangkau.

Kendaraan dapat diantarkan ke lokasi yang diinginkan pelanggan, seperti rumah, bengkel langganan, maupun bengkel rekanan Garasi.id. Biaya layanan dihitung berdasarkan jarak pengantaran.

Selain kebutuhan towing, pengendara juga dapat menghadapi masalah lain yang tidak kalah merepotkan ketika berada di jalan. Misalnya aki tiba-tiba tidak kuat menyalakan mesin, ban mengalami masalah, kehabisan bahan bakar, atau kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan.

Bagi pengendara yang menginginkan perlindungan lebih menyeluruh, Garasi.id juga menghadirkan program berlangganan yaitu Asisten Darurat. Layanan ini dirancang untuk memberikan rasa tenang ketika menghadapi berbagai situasi tak terduga di jalan, tanpa perlu khawatir mencari bantuan saat kondisi darurat terjadi.

Dengan biaya berlangganan Rp500.000, pelanggan akan mendapatkan perlindungan selama 12 bulan dengan hingga 3 kali penggunaan layanan. Perlindungan tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan towing ketika kendaraan harus dievakuasi, tetapi juga mencakup berbagai bantuan darurat yang paling sering dibutuhkan pengendara, seperti jumper aki saat mobil tidak bisa distarter, penggantian ban, pengantaran bahan bakar ketika kendaraan kehabisan BBM, hingga bantuan saat kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan.

CEO Garasi.id, Ardy Alam, mengatakan pengendara perlu memiliki akses bantuan yang bisa digunakan ketika menghadapi kondisi kendaraan yang tidak terduga. “Kendala kendaraan di jalan bisa terjadi kapan saja dan tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, yang penting bukan hanya mengetahui cara merawat kendaraan, tetapi juga mengetahui kemana harus mencari bantuan ketika masalah terjadi,” ujar Ardy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis