Denza dan Xpeng Kuasai 51,5 Persen Pasar Mobil Premium Indonesia

Jumali
Jumali Senin, 05 Oktober 2026 17:37 WIB
Denza dan Xpeng Kuasai 51,5 Persen Pasar Mobil Premium Indonesia

Denza N8/ Arena EV

Harianjogja.com, JOGJA— Peta persaingan mobil premium di Indonesia mulai berubah sepanjang Januari-Agustus 2026. Dua merek kendaraan listrik asal Tiongkok, Denza dan Xpeng, mampu mencatat distribusi lebih tinggi dibandingkan sejumlah merek premium yang telah lama dikenal konsumen.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Denza membukukan distribusi 3.001 unit hingga Agustus 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara sembilan merek yang masuk dalam kelompok premium pada data tersebut.

Xpeng menyusul dengan distribusi 2.291 unit. Jika digabungkan, kedua merek tersebut mencapai 5.292 unit atau sekitar 51,5% dari total 10.270 unit distribusi sembilan merek premium.

Capaian itu memperlihatkan bagaimana merek kendaraan listrik asal Tiongkok mulai mendapatkan tempat yang kuat di pasar premium Indonesia. Denza sendiri mencatat kontribusi sekitar 29,2%, sedangkan Xpeng sekitar 22,3%.

Denza Ungguli BMW dan Mercedes-Benz

Denza bukan hanya menjadi merek China dengan penjualan premium tertinggi, tetapi juga berada di atas sejumlah nama besar Eropa.

BMW berada di posisi ketiga dengan distribusi 1.501 unit. Sementara itu, Mercedes-Benz mencatat total 1.485 unit jika kendaraan penumpang dan kendaraan komersial digabungkan.

Dengan demikian, jarak BMW dan Mercedes-Benz hanya 16 unit sepanjang delapan bulan pertama 2026. BMW memiliki kontribusi sekitar 14,6%, sedangkan Mercedes-Benz 14,5% dari total kelompok sembilan merek tersebut.

Persaingan kedua merek Jerman itu jauh lebih ketat dibandingkan jaraknya dengan dua pendatang dari Tiongkok. Denza unggul 1.500 unit dari BMW, sementara Xpeng juga masih berada 790 unit di atas BMW.

Kondisi tersebut menjadi gambaran perubahan selera pasar premium, terutama dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik yang ditawarkan merek China.

Lexus Masih Bertahan di Lima Besar

Lexus menjadi merek Jepang dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut. Sepanjang Januari-Agustus 2026, Lexus mencatat distribusi 999 unit atau sekitar 9,7% dari total kelompok premium.

Posisi Lexus menunjukkan bahwa merek premium konvensional dari Jepang masih memiliki basis pasar di tengah masuknya semakin banyak merek kendaraan listrik China.

Setelah Lexus, Aion Hyptec mencatat 516 unit. Angka tersebut khusus mencakup lini premium Hyptec dan tidak menggambarkan keseluruhan distribusi merek Aion.

MINI kemudian membukukan 323 unit, disusul Volkswagen sebanyak 139 unit. Audi menjadi merek dengan distribusi paling kecil dalam kelompok tersebut dengan 15 unit.

Segmen Premium Masih Kecil

Meski persaingan di dalam segmen premium semakin menarik, skalanya terhadap pasar otomotif nasional masih relatif kecil.

Total distribusi sembilan merek yang dihitung mencapai 10.270 unit sepanjang Januari-Agustus 2026. Sementara itu, total wholesales mobil nasional pada periode yang sama mencapai 599.491 unit.

Dengan perbandingan tersebut, kontribusi sembilan merek premium hanya sekitar 1,71% dari keseluruhan distribusi mobil nasional.

Artinya, dominasi Denza dan Xpeng dalam kelompok premium belum berarti kendaraan premium telah menguasai pasar mobil Indonesia secara keseluruhan. Pasar nasional tetap didominasi merek dengan volume penjualan yang jauh lebih besar.

Namun, dari sisi persaingan di kelas atas, komposisi tersebut menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.

Denza dan Xpeng yang relatif lebih baru dibandingkan BMW, Mercedes-Benz, maupun Lexus sudah mampu mengumpulkan lebih dari separuh distribusi kelompok premium yang dihitung.

Daftar Mobil Premium Januari-Agustus 2026

Berikut daftar distribusi sembilan merek premium yang digunakan dalam data tersebut:

  1. Denza: 3.001 unit (29,2%)

  2. Xpeng: 2.291 unit (22,3%)

  3. BMW: 1.501 unit (14,6%)

  4. Mercedes-Benz: 1.485 unit (14,5%)

  5. Lexus: 999 unit (9,7%)

  6. Aion Hyptec: 516 unit (5,0%)

  7. MINI: 323 unit (3,1%)

  8. Volkswagen: 139 unit (1,4%)

  9. Audi: 15 unit (0,1%)

Data tersebut memperlihatkan dua tren sekaligus. Merek premium asal Jerman masih bersaing ketat, tetapi posisi teratas justru ditempati Denza dan Xpeng.

Di sisi lain, kontribusi total segmen premium terhadap pasar nasional masih terbatas. Perubahan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan pergeseran komposisi di pasar premium, dengan kendaraan listrik dari Tiongkok mulai menjadi pilihan penting bagi konsumen di kelas tersebut.

Perkembangan distribusi pada empat bulan terakhir 2026 akan menjadi penentu apakah Denza dan Xpeng mampu mempertahankan posisi tersebut hingga akhir tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online