WPSplinter Ancam Router Wi-Fi, Ini Cara Melindungi Jaringan Rumah

Jumali
Jumali Senin, 26 Oktober 2026 14:57 WIB
WPSplinter Ancam Router Wi-Fi, Ini Cara Melindungi Jaringan Rumah

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Router Wi-Fi di rumah berpotensi menjadi sasaran serangan siber akibat celah keamanan lama bernama WPSplinter. Kerentanan pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom ini dilaporkan telah ada sejak setidaknya 2010 dan memungkinkan penyerang mencuri kata sandi jaringan tanpa harus mengetahui kata sandi tersebut terlebih dahulu.

Peneliti keamanan siber Quentin Kaiser mendemonstrasikan cara mengeksploitasi celah tersebut terhadap sejumlah router. Serangan dapat dimulai oleh orang yang berada dalam jangkauan sinyal Wi-Fi, meskipun perangkatnya belum terhubung ke jaringan yang menjadi sasaran.

Temuan ini menjadi pengingat bagi pengguna internet rumahan bahwa kata sandi yang kuat saja belum cukup untuk melindungi jaringan. Keamanan router juga bergantung pada perangkat lunak, pembaruan firmware, serta fitur yang aktif di dalamnya.

Mengutip laporan situs keamanan siber All About Cookies, WPSplinter berkaitan dengan mekanisme Wi-Fi Protected Setup (WPS), fitur yang dirancang untuk memudahkan pengguna menghubungkan perangkat ke router tanpa perlu mengetikkan kata sandi Wi-Fi secara manual.

Bagaimana WPSplinter Menyerang Router Wi-Fi?

WPS memungkinkan perangkat tersambung ke router melalui proses pengaturan khusus. Pada perangkat yang mendukungnya, pengguna dapat memulai proses penyambungan dengan menekan tombol WPS tanpa harus memasukkan kata sandi jaringan secara langsung.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, router harus memproses pesan dari perangkat yang belum terhubung ke jaringan. Menurut penelitian Kaiser, proses pengolahan pesan inilah yang menjadi salah satu titik lemah dalam perangkat lunak Broadcom yang diteliti.

Sebagian pesan pengaturan dikirim dalam beberapa bagian sebelum disusun kembali oleh router. Kaiser menemukan bahwa pesan yang dirancang secara khusus dapat mengeksploitasi proses tersebut untuk mengakses informasi internal yang semestinya tidak terbuka.

Dalam kondisi tertentu, kerentanan itu juga berpotensi memungkinkan penyerang menjalankan kode pada perangkat yang menjadi sasaran.

Kaiser mendemonstrasikan pengambilan kata sandi Wi-Fi dari penyimpanan internal router milik Orange Belgium. Pada router Proximus, ia juga menunjukkan cara memperoleh akses jarak jauh ke antarmuka baris perintah perangkat.

Demonstrasi tersebut menunjukkan bahwa risikonya tidak terbatas pada orang asing yang menggunakan jaringan tanpa izin. Jika router berhasil dikuasai, penyerang berpotensi mendapatkan kendali lebih luas atas perangkat jaringan dan lalu lintas data yang melewatinya.

Apa Dampaknya Jika Router Berhasil Diretas?

Router menjadi penghubung antara perangkat di rumah dan internet. Karena itu, ketika router dikuasai penyerang, dampaknya berpotensi menjangkau aktivitas digital penghuni rumah.

Salah satu risikonya adalah manipulasi akses internet yang mengarahkan pengguna ke situs palsu. Situs tersebut dapat dibuat menyerupai halaman perbankan, layanan email, atau platform belanja untuk mengelabui korban agar memasukkan informasi akun.

Perangkat lain yang terhubung ke jaringan, seperti laptop, printer, kamera keamanan, dan perangkat rumah pintar, juga dapat menghadapi risiko tambahan apabila memiliki perlindungan yang lemah.

Meski demikian, router yang diretas tidak otomatis berarti seluruh perangkat di jaringan ikut diretas. Dampak serangan bergantung pada tingkat akses yang diperoleh penyerang, konfigurasi jaringan, dan keamanan masing-masing perangkat.

Ada pula batasan yang perlu dipahami. WPSplinter bukan serangan yang dapat dilakukan begitu saja dari lokasi mana pun melalui internet. Penyerang perlu berada dalam jangkauan Wi-Fi router yang menjadi sasaran, meskipun kondisi tertentu dapat memungkinkan serangan dari jarak lebih jauh.

Mengapa Celah Keamanan Ini Bertahan Bertahun-tahun?

Menurut penjelasan Kaiser, Broadcom telah mengetahui masalah tersebut setidaknya sejak 2018 dan pernah merilis perbaikan. Namun, perbaikan itu dilaporkan belum menyelesaikan seluruh kelemahan yang ditemukan.

Broadcom kemudian merekomendasikan migrasi ke implementasi sumber terbuka bernama hostapd untuk menggantikan komponen yang rentan.

Migrasi tersebut tidak selalu mudah diterapkan pada perangkat lama. Router yang menggunakan sistem operasi eCos, misalnya, disebut tidak memiliki jalur migrasi ke implementasi perangkat lunak baru tersebut. Sementara itu, pada platform Linux, ketersediaan perbaikan bergantung pada keputusan masing-masing produsen router.

Kaiser memperkirakan sedikitnya 1,5 juta router di Belgia berpotensi terdampak berdasarkan data operator dan model perangkat. Angka tersebut merupakan estimasi untuk Belgia, bukan gambaran jumlah router rentan di seluruh dunia.

Bagi pengguna di Indonesia, jumlah perangkat yang terdampak belum dapat disimpulkan dari angka tersebut. Status keamanan perlu diperiksa berdasarkan merek, model, versi firmware, dan informasi dari produsen atau penyedia layanan internet.

Cara Mengamankan Router Wi-Fi di Rumah

Pengguna dapat mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi risiko sambil menunggu informasi lebih lanjut dari produsen router atau penyedia layanan internet.

1. Nonaktifkan fitur WPS jika tidak diperlukan

Periksa halaman pengaturan router dan nonaktifkan WPS apabila tersedia dan tidak dibutuhkan. Langkah ini dapat mengurangi paparan terhadap serangan yang berkaitan dengan WPSplinter, tetapi tidak menggantikan kebutuhan untuk memperbaiki kerentanan pada perangkat lunak.

2. Periksa perangkat yang terhubung ke jaringan

Buka halaman administrasi router untuk memeriksa daftar perangkat yang tersambung. Jika menemukan perangkat yang tidak dikenal, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum memutus koneksinya.

Apabila terdapat indikasi akses tanpa izin, ganti kata sandi Wi-Fi dan kata sandi administrator router. Namun, pergantian kata sandi saja tidak akan menutup celah keamanan pada firmware.

3. Periksa pembaruan firmware

Hubungi penyedia layanan internet atau periksa informasi resmi produsen untuk mengetahui apakah model router yang digunakan terdampak. Tanyakan apakah pembaruan firmware atau langkah mitigasi lain telah tersedia.

Jika pembaruan tersedia, ikuti petunjuk resmi pemasangan. Apabila router sudah tidak mendapat dukungan keamanan, pengguna dapat mempertimbangkan penggantian perangkat setelah berkonsultasi dengan penyedia layanan.

4. Perbarui perangkat yang terhubung

Pastikan sistem operasi dan aplikasi pada laptop, ponsel, serta perangkat lain diperbarui. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk akun penting, serta aktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia.

5. Gunakan perlindungan tambahan secara tepat

Pastikan perangkat mengakses situs yang menggunakan HTTPS. VPN tepercaya juga dapat membantu mengenkripsi lalu lintas antara perangkat dan server VPN, tetapi tidak memperbaiki kerentanan pada router atau otomatis melindungi semua komunikasi di jaringan lokal.

Pada akhirnya, langkah paling penting adalah memastikan router masih mendapatkan dukungan keamanan dan menggunakan firmware yang sesuai. Pengguna sebaiknya tidak hanya mengandalkan kata sandi Wi-Fi, tetapi juga memeriksa kondisi perangkat yang menjadi pintu utama koneksi internet di rumah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online