OPINI: Mengembangkan Industri Khas DIY
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
Google Chrome - Google
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengguna Google Chrome perlu lebih selektif saat memasang ekstensi browser. Penelitian terbaru mengungkap adanya ratusan ekstensi yang diduga mengalihkan aktivitas pencarian internet melalui server milik operator. Mekanisme tersebut berpotensi membuat kata kunci pencarian pengguna diketahui pihak lain.
Peneliti keamanan siber dari Socket, John Tuckner, mengidentifikasi 319 ekstensi yang secara keseluruhan tercatat memiliki sekitar 13,4 juta instalasi selama satu dekade terakhir. Temuan tersebut dipublikasikan dalam laporan pada Kamis (29/10/2026).
Dikutip Yahoo Tech pada Senin (2/11/2026), Tuckner menjelaskan bahwa ekstensi-ekstensi tersebut dibuat oleh sejumlah operator dengan pola kerja serupa. Mereka mengubah mesin pencari bawaan browser, kemudian meneruskan permintaan pencarian pengguna melalui server perantara.
“Kami menemukan ekstensi-ekstensi ini secara diam-diam mengambil alih mesin pencari bawaan browser, mengarahkan setiap permintaan melalui server proxy yang mencurigakan, dan mengumpulkan pembayaran referral dari Yahoo atau Bing,” tulis Tuckner dalam laporan Socket dikutip dari BleepingComputer, Senin (2/11/2026).
Ekstensi yang teridentifikasi memiliki beragam tampilan dan fungsi. Sebagian menyamar sebagai perangkat pencari manual, konverter PDF, layanan pencarian aman, hingga alat pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pengguna bisa saja memasang ekstensi tersebut karena membutuhkan fungsi yang ditawarkan. Namun, mereka belum tentu mengetahui adanya aktivitas lain yang berjalan di balik fitur utama ekstensi.
Ekstensi Tidak Selalu Muncul di Pencarian Chrome Web Store
Socket menemukan sebagian besar ekstensi tersebut tidak mudah ditemukan melalui pencarian biasa di Chrome Web Store. Pengembang memanfaatkan opsi unlisted, sehingga ekstensi tidak ditampilkan dalam hasil pencarian toko meskipun halaman pemasangannya masih dapat diakses melalui tautan langsung.
Promosi juga dilakukan melalui iklan di sejumlah situs. Iklan tersebut menawarkan berbagai alat, seperti pencarian panduan perangkat, pencarian dokumen PDF, atau layanan pencarian tertentu.
Ketika pengguna mengeklik iklan, mereka akan diarahkan ke halaman yang mendorong pemasangan ekstensi. Setelah terpasang, ekstensi dapat mengubah jalur permintaan pencarian yang dilakukan melalui browser.
Masalah privasi muncul karena permintaan pencarian tidak langsung dikirimkan ke Bing atau Yahoo. Aktivitas tersebut terlebih dahulu melewati server yang dikendalikan operator ekstensi.
Dengan mekanisme itu, operator berpotensi melihat kata kunci yang dimasukkan pengguna. Socket juga menemukan sejumlah permintaan pencarian dikaitkan dengan pengenal unik.
Pengenal tersebut berpotensi membuat operator menghubungkan aktivitas pencarian seseorang dari waktu ke waktu. Dengan demikian, informasi yang terkumpul tidak hanya berupa satu permintaan pencarian secara terpisah.
Berpotensi Mengungkap Informasi Pribadi
Riwayat pencarian dapat memberikan gambaran mengenai berbagai aspek kehidupan pengguna. Kata kunci yang dimasukkan ke mesin pencari, misalnya, bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan, persoalan keuangan, pekerjaan, hingga kebutuhan pribadi lainnya.
Selain risiko terhadap privasi, sistem pengalihan melalui server perantara juga berpotensi disalahgunakan. Operator dapat mengubah tujuan pengalihan tanpa perlu memperbarui ekstensi yang sudah terpasang di browser pengguna.
Tuckner memperingatkan server perantara tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan pengguna ke halaman phishing atau unduhan berbahaya. Meski demikian, peneliti tidak menemukan bukti bahwa ekstensi yang diperiksa telah melakukan pengalihan berbahaya tersebut.
Berdasarkan laporan BleepingComputer, sebagian besar ekstensi yang masuk dalam temuan telah dihapus dari Chrome Web Store ketika laporan diterbitkan.
Cara Memeriksa Ekstensi Chrome
Untuk mengurangi risiko, pengguna dapat memeriksa ekstensi yang terpasang di browser Google Chrome. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan membuka alamat chrome://extensions pada kolom alamat browser.
Pengguna disarankan menghapus ekstensi yang tidak dikenal, sudah tidak digunakan, atau memiliki pengembang yang tidak jelas. Pengaturan mesin pencari bawaan Chrome juga perlu diperiksa kembali untuk memastikan tidak berubah tanpa sepengetahuan pengguna.
Langkah tersebut dapat membantu pengguna mengenali ekstensi yang tidak lagi diperlukan sekaligus mengurangi potensi paparan terhadap aktivitas pengalihan pencarian yang tidak diinginkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
Satlantas Polresta Jogja menyediakan layanan perpanjangan SIM November 2026 melalui Satpas, SIM Keliling, SIM Mami, Drive Thru, dan MPP.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.