Mobil Listrik Bekas Makin Diburu Saat Harga BBM Naik
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Logo Google terlihat di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8)./Reuters-Thomas Peter
Harianjogja.com, JAKARTA—Google menyatakan tidak ada Pixel Watch tahun ini. Pernyataan itu sekaligus membantah rumor jam tangan pintar tersebut akan diluncurkan bersamaan dengan Pixel 3 dan Pixel 3 XL pada Oktober mendatang.
Direktur Teknis untuk Wear OS, Miles Barr, menyatakan mereka akan fokus mengembangkan Wear OS serta kemitraan dalam perangkat wearable, seperti dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari GSM Arena, Minggu (2/8/2018).
Mereka belum tertarik mengembangkan wearable karena beranggapan belum ada jam tangan pintar yang komplit dan dapat dipakai semua orang. Wear OS digunakan di berbagai jenis perangkat, mulai dari perangkat kebugaran, kegiatan luar ruang hingga yang menonjolkan rancangan.
Jika Google masuk ke industri tersebut, diperkirakan mereka akan fokus pada Google Assistant, seperti dikatakan Barr "mengintegrasikan kecerdasan buatan dan machine learning ke perangkat, yang merupakan kekuatan Google".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027