Advertisement
Akhirnya ... Izin Penelitian Sel Punca di Indonesia Turun
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Terobosan di dunia medis dengan dikembangkannya stem cells atau sel punca membuka peluang besar untuk menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan yang melibatkan kerusakan jaringan tubuh. Pada awal Maret lalu Kementerian Kesehatan memberikan lampu hijau pada aplikasi dan penelitian sel punca pada 11 rumah sakit dari seluruh Indonesia.
Praktisi pengembangan sel punca di DIY, Hasto Wardoyo kepada Harianjogja.com beberapa waktu lalu menilai, izin itu hanyalah masalah legalitas praktik, belum menjadi solusi keterbatasan upaya pengembangan sel punca di Indonesia. Belum menjadi solusi keterbatasan upaya pengembangan sel punca di Indonesia.
Advertisement
Sayangnya, kata Hasto, hingga saat ini di Indonesia belum ada unit rumah sakit yang secara khusus mampu memproduksi dan menyimpan sel punca fetal. Alasannya ada pada sarana dan pendanaan yang minim untuk menyediakan perangkat produksi dan penyimpanan.
“Alatnya sangat mahal, belum lagi proses penyimpanannya, sekali mati lampu sel-sel itu bisa rusak. Padahal pasarnya cukup besar untuk bank sel punca” imbuh dia.
Meski bukan menjadi solusi pengembangan, Hasto menambahkan keputusan Kementerian Kesehatan tetap penting karena memberikan batasan hukum yang jelas pada institusi mana yang dapat melakukan praktik terkait sel punca. Pasalnya dengan potensinya yang besar penyalahgunaan teknologi ini juga besar terutama terkait dengan produksi sel punca embrionik ilegal.
“Siapa yang bisa menjamin bahwa tidak akan ada produksi sel punca ilegal seperti perdagangan organ ilegal? Meski belum menjamin kemajuan sel punca di Indonesia, izin ini bisa mengurangi risiko itu,” kata dia.
Adapun sel punca adalah sel awal yang belum mengalami proses diferensiasi karakter dan fungsi sel. Karena sifatnya yang masih netral ini, sel punca mampu beradaptasi dan berubah sifat dan fungsi sebagaimana sel lain yang ada di sekitarnya. Karakteristik ini membuka peluang perbaikan jaringan tubuh yang rusak mulai dari memperbaiki kerusakan jaringan kulit hingga syaraf. Pada tahap yang lebih lanjut, terapi dengan sel punca bahkan diklaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit akibat gangguan syaraf otak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




