Advertisement

Instagram Hapus Label PG-13 di Akun Remaja, Orang Tua Waspada

Jumali
Rabu, 01 April 2026 - 11:27 WIB
Jumali
Instagram Hapus Label PG-13 di Akun Remaja, Orang Tua Waspada Instagram / StokCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Instagram resmi menghapus label PG-13 pada akun remaja, orang tua diminta lebih aktif mengawasi anak di dunia digital. Karena, tanpa adanya label tersebut akan berpotensi memengaruhi pemahaman soal keamanan konten digital bagi anak.

Variety mengungkapkan, Instagram dipastikan akan mengurangi penggunaan label rating film PG-13 pada sistem Teen Accounts setelah mencapai kesepakatan dengan Motion Picture Association (MPA). Kebijakan ini sekaligus mengakhiri sengketa panjang terkait penggunaan istilah rating film di platform media sosial.

Advertisement

Sebelumnya, label PG-13 digunakan untuk menggambarkan fitur pengawasan orang tua dalam akun remaja, termasuk pembatasan konten sensitif seperti kekerasan, ketelanjangan, hingga bahasa kasar. Namun, MPA menilai penggunaan istilah tersebut berpotensi menyesatkan karena tidak mencerminkan mekanisme moderasi konten di media sosial.

Perbedaan mendasar terletak pada sistem penilaian, di mana rating film dilakukan secara manual dan terkurasi ketat, sementara moderasi media sosial bergantung pada algoritma yang bersifat dinamis. Atas dasar itu, MPA sempat melayangkan peringatan resmi agar istilah PG-13 tidak lagi digunakan oleh Meta.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang berlaku mulai 15 April 2026, Meta akan mengurangi penggunaan istilah PG-13 dalam materi pemasaran serta menambahkan penjelasan bahwa sistem keamanan mereka berbeda dari standar bioskop. Langkah ini diambil untuk mencegah kesalahpahaman, khususnya di kalangan orang tua.

Ketua dan CEO MPA, Charles Rivkin, menegaskan bahwa sistem rating film yang telah digunakan sejak 1968 memiliki mekanisme berbeda dengan pengelolaan konten digital. Ia menilai kejelasan ini penting agar publik tidak menyamakan dua sistem yang secara prinsip berbeda.

Bagi masyarakat, terutama orang tua, perubahan ini menjadi sinyal bahwa perlindungan anak di dunia digital tidak bisa hanya mengandalkan label atau fitur bawaan platform. Pengawasan langsung dan literasi digital dinilai semakin krusial seiring kompleksitas konten di media sosial.

Dengan perubahan ini, Meta tetap berupaya menjaga keamanan pengguna remaja, namun sekaligus menegaskan bahwa tanggung jawab pengawasan juga berada di tangan keluarga. Kondisi ini memperlihatkan bahwa di era digital, peran orang tua tidak tergantikan oleh sistem teknologi semata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total

Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total

News
| Rabu, 01 April 2026, 13:07 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement