Advertisement
2 Hari, Bumi Dihujani Ratusan Meteor Perseid
Ilustrasi hujan meteor. (Reuters)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Meteor Perseid kembali menghujani bumi pada 11-12 Agustus 2018 malam. Menurut Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, meteor perseid akan menghujani bumi dengan jumlah yang banyak, yakni 150 meteor per-jam.
Dia menyebutkan jika peristiwa ini bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia. Dengan syarat lokasi pengamatan yakni cuaca cerah, jauh dari polusi cahaya (cahaya lampu-lampu kota dan rumah), dan medan pandang tidak terhalang.
Advertisement
“Perseid diamati di langit utara. Kemudian, waktu pengamatan terbaik dini hari pukul 01.00-05.00 waktu setempat (menurut daerah masing-masing,” tutur Thomas, dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Okezone, Senin (13/8/2018).
Kemudian, fenomena hujan meteor yang sering dikaitkan dengan komet Swift-Tuttle ini dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus. Meteor-meteor Perseid tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet Swift-Tuttle (nama resmi: 109P/Swift-Tuttle) yang masuk ke atmosfer Bumi.
Sebagai informasi, fenomena hujan meteor memang selalu terjadi setiap tahunnya. Menurut informasi dari LAPAN, terdapat tiga hujan meteor yang tergolong kuat dengan jumlah puluhan meteor per jam. Sebut saja Quadrantids puncaknya pada 3 Januari 2018, Perseids puncaknya pada 12 Agustus 2018, dan Geminids puncaknya 14 Desember 2018. Karena hujan meteor adalah fenomena tahunan, kejadian setiap tahun secara umum hampir sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




