New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Pemudik sepeda motor. /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA—Setidaknya ada empat kebiasaan keliru yang kerap dilakukan oleh pengemudi sepeda motor saat berkendara di jalan raya. Karena umum terjadi, ada kemungkinan Anda pernah melakukan.
"Setidaknya ada empat kebiasaan salah yang sering dilakukan bikers," ucap instruktur keselamatan berkendara dari Safety & Defensive DrivingConsultant Indonesia (SDCI) Doddy Setiadi YP, dalam acara MPM Road Safety Campaigne 2018 di Bogor, Minggu (28/10/2018).
Pertama, terkait posisi jari tangan pada saat menggenggam grip stang kemudi. Masih banyak pengendara sepeda motor yang memiliki kebiasaan menggenggam grip stang kemudi dengan seluruh jari tangan. Padahal, cukup tiga jari tangan saja yang berperan untuk menggenggam grip stang kemudi, yakni ibu jari, jari manis dan jari kelingking.
Khusus ibu jari, posisinya harus melingkari grip guna menahan posisi tubuh ketika hendak melakukan pengereman. Sementara dua jari lainnya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah diposisikan siaga pada tuas rem tangan dan atau kopling. "Jadi dua jari lainnya itu stand by di atas handle rem. Pada saat melakukan pengereman, jari sudah siap," ucapnya
Kedua, mengenai arah pandangan. Sebagian pengemudi motor masih mempunyai kebiasaan menunduk pada saat berkendara di jalan. Posisi seperti itu cukup membahayakan karena membuat pengendara menjadi tidak memiliki ruang pandang yang baik.
"Mata harus lihat jauh ke depan. Hal itu agar bisa melihat situasi dengan baik dan bisa cepat melakukan antisipasi bila terjadi sesuatu yang bahaya," ujar pria yang aktif sebagai crosser itu.
Ketiga, adalah menurunkan kaki dari foot step atau pijakan kaki pada saat menunggangi kuda besi. Kebiasaan seperti itu sebaiknya dihilangkan karena dapat membuat keseimbangan pada saat berkendara menjadi tidak stabil.
Keempat, adalah mencondongkan badan ke arah depan pada saat sedang melakukan pengereman. Seharusnya saat mengerem posisi badan jangan ikut maju, tapi justru tahan ke belakang, sedikit saja. Tujuannya, karena pada saat melakukan pengereman bobot tubuh berpindah ke depan, itu harus dilawan. Posisi badan mundur sehingga kita bisa menguasai pengereman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Daftar HP Huawei yang mendapat HarmonyOS 7 pada 2026. Ada Mate 80, Mate 70, Pura 90, Nova 16 hingga Mate X7. Cek jadwal dan fitur barunya.
John Herdman mengungkap tekanan yang dirasakannya menjelang Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak komentar dan persiapan Garuda.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
Lebih dari 45.000 siswa Jerman berunjuk rasa di 100 kota memprotes pemeriksaan kesehatan dan kebijakan wajib militer baru.
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.