Advertisement

Mau Beli Mobil Bekas Eropa? Perhatikan Hal Ini

Jumali
Rabu, 13 April 2022 - 09:17 WIB
Jumali
Mau Beli Mobil Bekas Eropa? Perhatikan Hal Ini Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAMobil bekas Eropa dikenal dengan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik daripada mobil Jepang, Mobil China maupun Mobil Korea.

Meski demikian, mobil Eropa memiliki kelemahan dalam hal perawatan. Di mana perawatan mobil Eropa selama ini dikenal mahal jika dibandingkan mobil Jepang. Namun, bagi sebagian orang, persoalan mahalnya perawatan untuk mobil Eropa dirasa tidak menjadi masalah.

Advertisement

Oleh sebab itu, bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas Eropa, simak beberapa hal berikut yang harus Anda perhatikan :

- Harga

Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas Eropa, pastikan tidak membeli mobil dengan harga yang lebih murah di pasaran. Sebab, biasanya mobil Eropa di bawah harga pasaran adalah mobil yang mengalami banyak sekali kerusakan ataupun kelemahan.

- Suku cadang

Berbeda dengan mobil Jepang, Korea maupun China, mobil bekas Eropa dikenal susah untuk diakali suku cadangnya. Jika pun bisa diakali, umur tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, jika ada kerusakan pada komponen, gantilah dengan yang baru. Jika tidak, Anda bisa membeli suku cadang copotan dari mobil bekas.

- Overheat

Saat membeli mobil bekas Eropa, pastikan sistem pendinginan mesin berada dalam kondisi yang baik. Sebab, mobil Eropa dikenal sering overheat.

- Siapkan bujet cadangan

Anda harus menyiapkan bujet cadangan untuk membeli suku cadang atau melakukan perbaikan. Sebab, mobil bekas Eropa pasti akan ada komponen yang harus diganti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri Basuki: Pemasangan Patung Garuda Kantor Presiden di IKN Telah Selesai

News
| Senin, 22 Juli 2024, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement