Kia PV7 Resmi Meluncur, Van Listrik Besar dengan Kargo 8 m
Kia PV7 resmi debut di IAA Transportation 2026. Van listrik ini punya kargo hingga 8 m³, muatan 1.200 kg dan pengisian 800 volt.
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA — Tesla telah menarik 130.000 unit mobil produksinya di pasaran. Penarikan ini berkaitan dengan adanya masalah software yang mengakibatkan sistem hiburan pada mobil mengalami overheating.
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengatakan, unit mobil Tesla yang ditarik adalah Model S dan X 2021 dan 2022, serta kendaraan Model 3 dan Y 2022. Adanya bug pada software dapat menyebabkan prosesor di sistem tersebut menjadi terlalu panas.
Karena terlalu panas, selanjutnya, prosesor akan melambat dan melakukan restart sistem secara tiba-tiba. Kinerja prosesor yang terganggu ini membuat layar tengah tidak mampu beroperasi. Alhasil, pengguna tidak bisa menampilkan gambar kamera spion, mengganti gigi, mengatur kontrol visibilitas kaca depan, hingga lampu peringatan.
Agar tidak terjadi kecelakaan, maka Tesla menarik unit mobil tersebut. Dalam perkembangannya, Tesla telah melakukan pembaruan over-the-air untuk mengatasi masalah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Engadget
Kia PV7 resmi debut di IAA Transportation 2026. Van listrik ini punya kargo hingga 8 m³, muatan 1.200 kg dan pengisian 800 volt.
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.