Fitur OTA Mobil Listrik Disebut Bisa Jadi Celah Serangan Siber
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA — Tesla telah menarik 130.000 unit mobil produksinya di pasaran. Penarikan ini berkaitan dengan adanya masalah software yang mengakibatkan sistem hiburan pada mobil mengalami overheating.
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengatakan, unit mobil Tesla yang ditarik adalah Model S dan X 2021 dan 2022, serta kendaraan Model 3 dan Y 2022. Adanya bug pada software dapat menyebabkan prosesor di sistem tersebut menjadi terlalu panas.
Karena terlalu panas, selanjutnya, prosesor akan melambat dan melakukan restart sistem secara tiba-tiba. Kinerja prosesor yang terganggu ini membuat layar tengah tidak mampu beroperasi. Alhasil, pengguna tidak bisa menampilkan gambar kamera spion, mengganti gigi, mengatur kontrol visibilitas kaca depan, hingga lampu peringatan.
Agar tidak terjadi kecelakaan, maka Tesla menarik unit mobil tersebut. Dalam perkembangannya, Tesla telah melakukan pembaruan over-the-air untuk mengatasi masalah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Engadget
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
PSIM Jogja memastikan peluang Franco Ramos bertahan masih terbuka. Bek asal Argentina itu dijadwalkan tiba di Jogja dalam waktu dekat.
Daihatsu kembali menghadirkan Kumpul Sahabat Serentak yang diselenggarakan secara bersamaan di seluruh outlet Daihatsu di Indonesia.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mendorong peningkatan alokasi Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan
Pemkab Kulonprogo menerbitkan SE kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau Agustus 2026 dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.