Singapura Turun di Ranking FIFA Usai Kalah 0-6 dari Malaysia
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bupati Sleman, Sri Purnomo (kanan), memberikan helm kepada pengendara yang tidak memakai helm SNI di Wilayah Lapangan Denggung, Desa Tridadi, Sleman, Selasa (9/10/2018).Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA — Helm adalah perangkat yang penting bagi Anda pengguna sepeda motor. Selain akan melindungi kepala Anda dari benturan, helm juga berfungsi meningkatkan penampilan. Oleh karena itu, keberadaan helm harus terus dijaga dan dirawat. Sayangnya, tidak banyak di antara kita yang paham bagaimana merawat dan membuat helm menjadi awet.
Berikut tips dan cara merawat helm agar awet :
Hindari menaruh helm di spion, hal tersebut agar mengurangi potensi helm lecet karena terjatuh. Anda bisa menyimpan helm di tas helm, atau menaruh helm dengan mengaitkannya di atas jok motor. Juga, masukkan di bagasi motor.
Sering diantara kita bepergian menggunakan helm setelah mandi dan berkeramas, terlebih saat pagi hari hendak bekerja atau saat sedang terburu - buru.
Helm yang dipakai setiap hari rentan memunculkan bau tak sedap. Oleh karena itu, cucilah helm 1 bulan sekali.
Mencuci helm tentu tidak bisa sembarangan. Apabila anda tidak ingin ribet saat mencuci helm, laundry helm bisa jadi pilihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 mulai bisa ditukar di tiga lokasi. Simak jadwal, kategori tiket, jam layanan, dan syarat penukarannya.
Fitriani/Fadona meraih perak padel putri Asian Games 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang dengan skor 3-6, 4-6.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
UGM mencatat 35 komersialisasi paten dengan nilai royalti Rp15 miliar, tertinggi di Indonesia, disusul ITB dan IPB.