Singapura Turun di Ranking FIFA Usai Kalah 0-6 dari Malaysia
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
MacBook Pro M2 - Apple
Harianjogja.com, JOGJA—Apple menyiapkan perubahan pada mekanisme Full Disk Access di macOS untuk membuat pengguna memberikan persetujuan yang lebih eksplisit sebelum sebuah aplikasi memperoleh akses luas terhadap data di Mac.
Rencana tersebut diumumkan Apple melalui laman Developer News pada Jumat (2/10/2026). Perusahaan menyebut Full Disk Access selama ini dapat melewati sebagian besar kontrol privasi macOS sehingga aplikasi yang memperoleh izin tersebut bisa mengakses data seperti file, email, pesan, hingga riwayat penjelajahan.
Apple mengatakan sebagian pengembang menggunakan izin tersebut dengan cara yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna. Persoalan itu dinilai semakin penting ketika AI agent berkembang menjadi sistem yang mampu menjalankan lebih banyak tugas secara mandiri.
Full Disk Access merupakan izin khusus di macOS yang memberikan aplikasi akses sangat luas terhadap data dalam sistem. Apple menjelaskan mekanisme tersebut terutama dibutuhkan agar aplikasi tertentu, termasuk perangkat lunak pencadangan, dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Namun, cakupan akses yang luas juga membuat izin tersebut menjadi sensitif. Aplikasi yang memperoleh Full Disk Access dapat menjangkau berbagai informasi yang tersimpan di Mac, termasuk file, email, pesan, dan riwayat penjelajahan.
Untuk aplikasi komunikasi, Apple juga memperingatkan bahwa akses semacam itu dapat berdampak pada privasi orang lain yang berkomunikasi dengan pengguna. Perusahaan tidak menyatakan bahwa seluruh aplikasi dengan Full Disk Access menyalahgunakan izin tersebut.
Apple justru menyoroti cara sebagian pengembang menggunakan izin tersebut dan kemungkinan pengguna belum memahami sepenuhnya konsekuensi ketika memberikan akses yang sangat luas.
Karena itu, Apple mengatakan akan menghadirkan kontrol tambahan. Pengguna yang memang ingin memberikan Full Disk Access kepada sebuah aplikasi nantinya harus melakukan tindakan yang lebih eksplisit sebelum izin tersebut diberikan.
Artinya, Apple tidak mengumumkan penghapusan Full Disk Access. Aplikasi yang memang membutuhkan akses tersebut masih dapat memperoleh izin, tetapi proses pemberiannya akan dibuat lebih tegas sehingga keputusan pengguna menjadi lebih disengaja.
Perubahan Full Disk Access tersebut hadir ketika kemampuan AI agent pada komputer berkembang pesat. Berbeda dengan chatbot yang umumnya berhenti setelah menghasilkan jawaban, AI agent dapat menentukan langkah berikutnya dan menggunakan berbagai alat untuk menyelesaikan tugas.
Dalam demonstrasi WWDC 2026, Apple memperlihatkan workflow AI agent yang berjalan secara lokal di Mac menggunakan MLX. Agent dapat membaca file, menjalankan perintah, menggunakan tool, mengamati hasil, kemudian menentukan langkah berikutnya berdasarkan tugas yang diberikan.
Pola tersebut membuat batas antara aplikasi biasa dan perangkat lunak yang dapat bertindak atas nama pengguna menjadi semakin penting. Ketika sebuah agent memiliki akses ke file dan berbagai fungsi sistem, izin yang diberikan kepadanya menentukan seberapa jauh agent dapat berinteraksi dengan data pengguna.
Apple sendiri secara langsung mengaitkan rencana perubahan tersebut dengan perkembangan AI agent. Dalam pengumumannya, Apple menyatakan risiko dari tingkat akses Full Disk Access akan meningkat seiring AI agent menjadi semakin mampu dan otonom.
Pada WWDC 2026, Apple juga menunjukkan pengembangan kemampuan AI yang lebih terintegrasi dengan sistem dan aplikasi. Xcode, misalnya, mendapat workflow agentic coding yang memungkinkan AI membantu merencanakan pekerjaan, membangun kode, dan bekerja di dalam codebase.
Bagi pengguna, perubahan ini terutama berkaitan dengan proses ketika sebuah aplikasi meminta akses sangat luas terhadap data Mac. Apple ingin keputusan tersebut dilakukan melalui tindakan yang lebih eksplisit dan dengan pemahaman yang lebih baik mengenai konsekuensinya.
Hal tersebut menjadi relevan ketika semakin banyak aplikasi AI bekerja langsung di komputer. Agent tidak hanya membaca pertanyaan lalu memberikan jawaban, tetapi dapat membaca file, menjalankan perintah, menggunakan aplikasi, dan mengakses layanan tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Apple memperlihatkan kemampuan tersebut melalui MLX, yang memungkinkan workflow AI agent berjalan secara lokal di Mac tanpa harus mengirim keseluruhan proses ke cloud. Dalam demonstrasinya, agent digunakan untuk membaca project, menjalankan perintah, memperbaiki kode, hingga membangun aplikasi.
Kemampuan yang lebih besar tersebut sekaligus membuat izin akses menjadi bagian penting dari keamanan. Aplikasi yang dapat melihat lebih banyak data juga memiliki ruang lebih besar untuk menggunakan informasi tersebut dalam menjalankan tugas yang diberikan pengguna.
Apple belum mengatakan kontrol seperti apa yang akan muncul pada macOS. Perusahaan juga belum memberikan jadwal kapan mekanisme baru tersebut akan mulai diterapkan kepada pengguna.
Dalam pengumuman resminya, Apple hanya mengatakan akan memperkenalkan kontrol tambahan agar pengguna yang benar-benar ingin memberikan tingkat akses tersebut harus melakukan tindakan yang sangat eksplisit.
Dengan demikian, perubahan Full Disk Access masih berada pada tahap pengumuman rencana. Detail mengenai tampilan persetujuan, versi macOS yang akan menerapkannya, serta apakah mekanisme tersebut akan memengaruhi izin yang sudah diberikan belum dijelaskan Apple.
Bagi pengguna Mac, perubahan tersebut akan menentukan bagaimana aplikasi dengan kebutuhan akses tinggi—termasuk perangkat lunak yang memanfaatkan kemampuan AI agent—meminta izin terhadap data di komputer. Ketika kemampuan agent terus bertambah, batas akses yang diberikan pengguna menjadi semakin penting dalam menentukan data apa saja yang dapat dijangkau aplikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.