Studi Ungkap 98,8% Rekomendasi AI Alodokter Dinilai Aman untuk Pasien
Studi Stanford dan Berkeley menemukan 98,8% rekomendasi AI Alodokter dalam 402 konsultasi dinilai aman secara klinis oleh dokter Indonesia.
TikTok
Harianjogja.com, SOLO—TikTok menjadi salah satu media sosial yang populer akhr-akhir ini. Pengguna TikTok bisa melakukan live streaming dengan mudah.
Biasanya, ada dua tujuan utama pengguna TikTok melakukan live streaming. Pertama adalah untuk menyapa penggemar, sementara yang kedua dan yang paling sering ditemukan adalah untuk jualan.
TikTok menyediakan sebuah program bernama TikTok Affiliate yang memungkinkan seseorang jualan di TikTok. Tentu saja, jualan ini bisa dilakukan tanpa perlu live streaming karena hanya tinggal menyertakan link. Akan tetapi, jualan dengan live streaming terbukti lebih menghasilkan ketimbang yang tidak.
BACA JUGA: Ilmuwan Temukan Planet Baru, Dinamai HD 56414
Berikut ini adalah cara live TikTok:
Sebagai informasi, pengguna baru akan menemukan tombol "Go Live" jika sudah memiliki 1000 followers.
BACA JUGA: Kominfo Luncurkan 58 Buku Literasi Digital, Upaya Genjot Pengetahuan Masyarakat
Untuk menampilkan keranjang kuning, di TikTok Live, kamu bisa melakukan cara di bawah ini:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Studi Stanford dan Berkeley menemukan 98,8% rekomendasi AI Alodokter dalam 402 konsultasi dinilai aman secara klinis oleh dokter Indonesia.
Kajian Celios memperkirakan kerugian kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp224,65 triliun, dengan potensi 41,89 juta orang terdampak ISPA.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.