Siapa Joanna Wietrzyk? Juara HYROX Beijing yang Viral Gegara Cepirit di Arena
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—WhatsApp dikabarkan sedang menyiapkan fitur terbaru yang memungkinkan pengguna mengirim pesan melalui video pendek ke pengguna lainnya untuk perangkat iPhone.
BACA JUGA: Cara Video Call Melalui WhatsApp Dekstop
Kabar ini diungkap oleh WABetainfo yang telah mendapatkan celah tersembunyi dari versi beta WatsApp untuk perangkat besutan Apple tersebut.
9to5mac mengungkapkan, pesan video itu akan memiliki fungsi seperti yang ada di aplikasi Telegram. Di mana pengguna WhatsApp tinggal menekan dan menahan tombol untuk merekam video hingga 60 detik sebelum membagikan ke pengguna tujuan.
Selain itu, video tersebut juga akan terenkripsi end-to-end dan tidak bisa disimpan atau diteruskan. Keberadaan fitur yang baru dikerjakan untuk iPhone ini dinilai akan memudahkan pengguna. Utamanya, dalam mereview produk dalam bentuk rekaman video dan membagikannya secara cepat.
Sebelumnya, WhatsApp telah memperkenalkan aplikasi WhatsApp desktop bagi pengguna Windows, Rabu (22/3/2023) lalu. Aplikasi desktop terbaru ini dibangun dengan tampilan antarmuka dan akrab bagi pengguna WhatsApp dan Windows.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : 9to5mac
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.
DPRD Kota Jogja menyoroti keluarga kurang mampu yang memilih SD swasta. Pendidikan agama dan karakter menjadi salah satu pertimbangannya.
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.