Advertisement
Masa Depan Suram, Dua Perusahaan Penambangan Kripto Banting Setir ke AI
Seorang warga mengecek pergerakan mata uang kripto melalui ponselnya, Kamis (13/1/2022). - Harian Jogja/Arief Junianto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Meredupnya masa depan kripto telah membuat dua perusahaan penambang kripto, Hut 8 dan Hive Blockchain banting setir ke pengolahan data kecerdasan buatan (AI).
BACA JUGA: Perusahaan asal Jogja Hadirkan Kecerdasan Buatan
Advertisement
Meski banting setir, Hut 8 dan Hive Blockchain diyakini tidak banyak mengalami kerugian. Sebab, baik penambangan dan pengolahan data AI sama-sama menggunakan chip grafis atau GPU.
Techspot, Sabtu (13/5/2023) mengungkapkan, bisnis HPC Hut 8 pada 2022 lalu menghasilkan sekitar USD 16,9 juta, atau sekitar 11% dari total pemasukannya. Sementara itu Hive menargetkan pertumbuhan pemasukan dari sektor HPC, dari yang sebelumnya USD 1 juta menjadi USD 10 juta pada 2024 dan USD 20 juta pada 2025.
Pemasukan ini akan berguna untuk menyelamatkan investasi mereka untuk pembelian GPU sebesar USD 66 juta pada 2021. Meski demikian, tak semua penambang kripto bisa bergantung pada AI untuk menyelamatkan bisnisnya. Sebabnya hanya sekitar 15% kartu grafis penambang kripto yang bisa diubah untuk HPC. Selain itu, pengolahan data AI membutuhkan penambahan dari sisi hardware serta pegawai yang jumlahnya tak sedikit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Ahli Gizi RSA UGM Sarankan Menu Rendah Kalori Saat Puasa
- Kebakaran Kandang di Gunungkidul, Seekor Kambing Mati Dua Sapi Luka
- Manunggal Raharja Jadi Rumah Besar Data Kemiskinan di DIY
- Enam Remaja Magelang Diamankan di Minggir, Diduga Hendak Perang Sarung
- Warga Jogja Diamankan Polisi Diduga Lakukan Begal Payudara di Sanden
Advertisement
Advertisement








