Penampakan Ruko di Solo Baru yang Jadi Markas Penipuan Internasional
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Aplikasi Threads besutan Mark Zuckerberg/bloomberg
Harianjogja.com, JAKARTA–Aplikasi keluaran Meta, Threads yang menarik perhatian banyak orang pada saat peluncurannya, dikabarkan telah kehilangan lebih dari setengah pengguna aktifnya dalam beberapa minggu ini.
Bos Meta, Mark Zuckerberg menyampaikan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/7/2023). Kendati demikian, Zuckerberg menganggap penurunan signifikan itu hal yang normal terjadi.
BACA JUGA: Ada Patahan Sesar, Satu Kampung Berisi 200 KK Direlokasi
Dia mengaku bahwa retensi pengguna saat ini justru lebih dari yang diekspektasikan para eksekutif, meski tidak sempurna.
“Jelas, jika Anda memiliki lebih dari 100 juta orang yang mendaftar, idealnya akan luar biasa jika mereka semua atau bahkan setengahnya bertahan. Kami belum sampai di sana," ujarnya.
Zuckerberg menambahkan, perusahaan telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat retensi pengguna. Di antaranya yaitu dengan menambahkan sejumlah fitur baru seperti kolom pencarian dan membuat versi desktop untuk platform.
Diketahui hingga saat ini Meta belum membuat situs web untuk Threads. Hal ini membuat Threads hanya bisa diakses melalui aplikasi yang terunduh di perangkat ponsel
Selain itu, Kepala Staf Produk, Chris Cox, mengatakan Meta juga berencana memperkuat jaringan antar platform dengan menambahkan fitur yang memungkinkan pengguna Instagram melihat “Threads penting” di aplikasi tersebut. Dengan kata lain, platform Instagram akan menampilkan Threads yang sedang viral.
Belum ada konfirmasi lebih lanjut tentang fitur tersebut, apakah hanya pengguna Instagram yang memiliki akun Threads yang bisa menerima “Threads penting” tersebut, atau fitur itu justru menjadi kolom tambahan di platform Instagram yang memungkinkan seluruh pengguna mengaksesnya.
Threads sebagai platform yang terintegrasi dengan Instagram menumpukan promosinya pada platform tersebut. Instagram bahkan menampilkan kolom bernama Threads pada pengaturan profil yang dapat langsung menyambungkan pengguna untuk mengunduh aplikasi tersebut.
Meta memang kerap memunculkan fitur-fitur yang mirip dengan platform lain. Sebelum Threads yang sangat mirip dengan Twitter, Meta meluncurkan Instagram Reels yang konsep dan tampilannya sangat mirip dengan TikTok.
Kendati menuai beragam tanggapan atas kebiasaan menirunya, Meta mengatakan Reels telah mengalami peningkatan signifikan dengan jumlah pemutaran video yang mencapai 200 juta per hari.
Zuckerberg juga membeberkan pendapatan tahunan Reels yang mencapai US$10 miliar atau Rp150 triliun, mengejar TikTok yang diketahui menarik US$9,9 miliar atau sekitar Rp149,3 triliun pendapatan iklan di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.